Michelin Bawa Inovasi Baru ke MotoE 2021

Musim ini, Michelin menggunakan MotoE sebagai laboratorium dunia nyata, dengan memproduksi ban dari material berkelanjutan hingga 40 persen.

Michelin Bawa Inovasi Baru ke MotoE 2021

Produsen ban berbasis di Clermont-Ferrand di Prancis, resmi menjadi pemasok tunggal ban di kejuaraan dunia balap motor listrik MotoE sejak 2019.

Michelin telah mengumumkan niatnya untuk memproduksi semua bannya menggunakan material berkelanjutan pada 2050.

Dan target sementara 40 persen bahan berkelanjutan pada 2030, sebagai bagian dari rencana Michelin in Motion.

Melansir dari Speedcafe, target sementara sudah terpenuhi dengan ban belakang MotoE, sedangkan ban depan 33 persen.

Adapun, material berkelanjutan yang dimaksud didefinisikan sebagai bahan daur ulang dan terbarukan, zat bersumber hayati, serta mencakup:

- Kulit jeruk dan lemon.

- Resin pinus.

- Minyak bunga matahari.

- Getah hevea.

- Ban truk dan mobil bekas.

- Baja bekas.

Baca Juga:

Persentase material berkelanjutan tinggi di ban MotoE dimungkinkan oleh proses pengembangan dari perusahaan mitra Enviro, yang memulihkan komponen seperti karbon hitam dari ban yang aus untuk membuat ban baru.

Antara pengembangan rentang dan musim MotoE itu sendiri, Michelin dan Enviro akan bersama-sama mendaur ulang 20 ton ban bekas, yang menghasilkan 4,6 ton bahan ramah lingkungan untuk digunakan kembali.

Untuk pembalap, hasil tesmenunjukkan bahwa ban baru Michelin memberikan lap time yang lebih kencang dan kinerja pemanasan yang lebih cepat.

Alokasi Ban Michelin di MotoE 2021 - Per Pembalap:

  Depan Belakang
Satu Akhir Pekan    
Kering (slick) 4 5
Basah (wet) 3 4
Dua Akhir Pekan    
Kering (slick) 5 6
Basah (wet) 4 5
dibagikan
komentar
Jelang MotoE Spanyol, Aegerter Siap Fisik dan Mental

Artikel sebelumnya

Jelang MotoE Spanyol, Aegerter Siap Fisik dan Mental

Artikel berikutnya

Hasil E-Pole MotoE Spanyol: Granado Tegaskan Dominasi

Hasil E-Pole MotoE Spanyol: Granado Tegaskan Dominasi
Muat komentar