Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoE MotoE Belanda

Pirro Akui Sensasi Naik Motor MotoE Mirip dengan MotoGP

Michele Pirro menggaransi bahwa sensasi mengendarai motor untuk MotoE 2023 keluaran Ducati sama dengan MotoGP.

Ducati MotoE

Pria Italia tersebut memiliki pengalaman panjang sebagai pembalap tes Ducati. Ia terlibat dalam berbagai proyek balap mereka sejak 2013.

Masukannya sangat penting, terutama dalam pembuatan motor listrik perdana, V21L, yang akan digunakan pada Kejuaraan Dunia MotoE musim depan.

Saat peluncuran resmi kendaraan roda dua tersebut, di Modena, Kamis (30/6/2022), Pirro menceritakan ekspektasi dan apa yang didapatkan setelah mengendarai V21L untuk pertama kali.

“Melaju di atas MotoE untuk pertama kalinya sungguh hebat. Saya mengharapkan motor yang sulit ditangani karena bobotnya lebih besar daripada MotoGP. Namun, setelah lap pertama, saya merasa itu bukan masalah besar,” ujarnya dikutip dari Speedweek.com.

Feeling serupa dengan mesin MotoGP atau Superbike. Pengembangan torsi khususnya, terasa sangat bagus. Itu sangat dekat dengan motor yang pernah saya naiki, seperti MotoGP, Superbike atau Panigale V4.”

Meski diklaim tak terasa berbeda, pria 35 tahun tersebut tetap melihat ada perbandingan nyata. Di antaranya suara yang tidak meraung seperti motor balap lain, serta kurangnya tenaga.

Baca Juga:

“Terlepas dari suara, responsnya sama dengan motor lain ketika berhubungan dengan sasis atau pegangan. Pastinya, girboks hilang, tapi setelah tiga atau empat lap, terasa seperti motor normal, hanya tanpa suara,” ia melanjutkan.

“Ini berbeda, suaranya lebih seperti jet. Tapi, secara keseluruhan itu terasa sangat bagus dan saya menikmatinya saat tes. Kemarin, contohnya, saya menguji motor MotoGP, tapi juga MotoE untuk enam lap.

Feeling langsung sangat bagus. Elemen pegas, sasis dan ban bekerja dengan sangat baik. Tentu saya terbiasa dengan motor MotoGP atau Superbike, jika dibandingkan dengan MotoE, tidak bertenaga.

“Tanpa girboks, terasa berbeda. Sistem elektronik seperti MotoGP, terutama saat mengerem dan masuk tikungan. Anda dapat  menggunakan pengereman mesin seperti motor normal, tikungan demi tikungan.

“Jadi Anda harus mengendarai pada kecepatan menikung lebih tinggi. Saya percaya bahwa insinyur dan awak Ducati dapat mengurangi gap ini di masa depan.”

Petinggi Ducati mengungkapkan motor seberat 225 kg itu bertenaga 110 kW (150 hp) dan kecepatan maksimum mencapai 275 km/jam. Mereka masih dalam rentang 70-75 persen pengembangan.

“Saya bekerja sama dengan staf pada pengembangan sama seperti biasanya, saat saya menggarap motor MotoGP dan Superbike. Sudah dikonfirmasi seberapa komitmen Ducati terhadap proyek dan inovasi teknik akhir, mengejar kesempurnaan pada hal lain, seperti sebelumnya di MotoGP dan Superbike, yang mana mereka ada di level top sekarang,” Pirro menuturkan.

Ducati MotoE V21L

Ducati MotoE V21L

Foto oleh: Ducati Corse

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pamerkan Motor MotoE 2023, Ducati Klaim Pengembangan Masih 75 Persen
Artikel berikutnya Masa Depan Aegerter Tak Pasti, Dynavolt Belum Temukan Pengganti

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia