Target Ambisius Ducati pada Proyek MotoE

General Manager Ducati Corse Luigi Dall’Igna menegaskan target terdekat proyek MotoE V21L adalah mengalahkan catatan waktu Moto3 dan meningkatkan performa.

Target Ambisius Ducati pada Proyek MotoE

Ducati akan menjadi pemasok tunggal motor MotoE mulai tahun depan menggantikan Energica dengan desain Ego Corsa yang sudah empat tahun menyuplai motor listrik.

Sejauh ini, Energica belum bisa mengalahkan kecepatan motor Moto3 yang memiliki satu silinder dengan kapasitas mesin 250cc.

Hal ini memacu Ducati untuk membangun motor yang lebih efisien, dengan bobot 200 kilogram. Prototipe dengan kode V21L telah melakukan uji coba yang dikendarai oleh Michele Pirro dan menunjukkan hasil positif.

Luigi "Gigi" Dall’Igna menegaskan terus berkoordinasi dengan Audi Group yang merupakan pemilik Ducati dan berada di bawah naungan Volkswagen Group yang mempromosikan elektromobilitas dengan investasi lebih dari 1 miliar euro (Rp15,6 triliun).

“Ya, kami terus berdiskusi dengan banyak teknisi di Jerman. Kami selalu berdiskusi dengan Audi Group untuk memastikan kemungkinan terbaik tentang teknologi motor kami,” kata Dall’Igna kepada Speedweek.

Penggunaan baterai dan motor penggerak membuat MotoE menjadi lebih berat yang memaksa para insinyur Ducati menemukan solusi untuk membuatnya lebih ringan.

Luigi Dall’Igna menegaskan timnya puas dengan hasil tes V21L, meski ada banyak hal yang harus mereka perbaiki demi meningkatkankan kecepatan.

“Hal tersulit dalam pengambilalihan ini adalah Anda harus membangun motor yang sangat berat,” ujar Dall’Igna.

“Ini tidak normal untuk ukuran motor balap. Tapi, saya pikir kami telah menemukan keseimbangan yang bagus dalam proyek ini. Saya senang dengan hasil yang telah kami capai sejauh ini.”

Baca Juga:

Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, Luigi Dall’Igna memastikan Ducati akan memproduksi baterai yang lebih ringan dibandingikan dengan motor MotoE saat ini.

“Untuk saat ini kami sedang berusaha menyamai apa yang telah dicapai pemasok mesin MotoE sebelumnya. Tapi di masa depan, kami ingin meningkatkan performanya,” ucapnya.

“Motor kami akan jauh lebih ringan. Bobotnya akan berada sedikit di atas 200 kilogram. Tujuan kami adalah mengalahkan catatan lap Moto3.”

Energica sebelumnya telah memperingati Ducati mengenai sulitnya membangun motor MotoE. Selain mengejar kecepatan, perilaku motor saat menikung juga perlu diperhatikan karena karakter motor MotoE sangat sulit ditebak.

Alex De Angelis, Ducati MotoE V21L

Alex De Angelis, Ducati MotoE V21L

Foto oleh: Ducati Corse

dibagikan
komentar
Hasil Race 2 MotoE Belanda: Red Flag Warnai Kemenangan Granado
Artikel sebelumnya

Hasil Race 2 MotoE Belanda: Red Flag Warnai Kemenangan Granado

Artikel berikutnya

Puncaki Klasemen Dua Kompetisi, Aegerter TIdak Jemawa

Puncaki Klasemen Dua Kompetisi, Aegerter TIdak Jemawa