AHRT Akui Ada Dampak Psikologis akibat Penundaan ARRC 2021

Manager Motorsports AHM, Rizky Christianto, mengakui tim dan pembalap terpukul atas penundaan ARRC 2021. Namun, mereka akan terus melakukan persiapan.

AHRT Akui Ada Dampak Psikologis akibat Penundaan ARRC 2021

Promotor Two Wheels Motor Racing (TWMR) memutuskan untuk menunda musim baru Asia Road Racing Championship (ARRC) 2021 karena situasi pandemi Covid-19 di berbagai negara Asia yang tidak kunjung membaik.

Rizky mengatakan penundaan ini menjadi keputusan terbaik setelah diskusi ketat yang dilakukan oleh seluruh tim yang ada di ARRC.

Namun, ia juga mengakui bahwa keputusan ini berat untuk pembalap dan tim Astra Honda Racing Team (AHRT) yang sudah melakukan persiapan matang untuk menghadapi balapan pertama.

Sekadar informasi, awalnya ARRC 2021 akan dibuka di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 4-6 Juni mendatang.

Namun, atas alasan kesehatan dan keselamatan para pembalap serta tim, maka ARRC bersama FIM menunda musim baru ARRC 2021.

“Kami sudah sangat siap, setelah libur Lebaran rencananya kami akan berangkat, tapi terpaksa dibatalkan,” ujar Rizky kepada Motorsport.com Indonesia.

“Tapi saya tidak terlalu masalah dengan keputusan ini karena kondisinya makin tidak kondusif terkait dengan pandemi Covid-19. Termasuk di Malaysia yang kasusnya terjadi peningkatan dan rumah sakit di sana juga mulai penuh.”

Selain karena peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara Asia, proses lamanya karantina memberatkan tim dan juga pembalap. Ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan ARRC dan FIM dalam membuat keputusan.

“Sebenarnya yang memberatkan kami adalah proses karantina. Malaysia menetapkan proses karantina selama tujuh hari bagi wisatawan dan hanya boleh melakukan aktivitas di kamar,” ujarnya.

“Pertanyaan saya sebenarnya hanya satu, bagaimana pembalap kami dapat menjaga fisik dan mental tanpa melakukan apa pun selama karantina. Proses ini sangat memakan waktu, dan menurut saya ini jadi faktor paling berat.

“Tapi kembali lagi, kami harus mematuhi aturan yang ditetapkan di berbagai negara. Menurut saya keputusan menunda musim baru sudah tepat.”

Baca Juga:

Memiliki target tinggi di ARRC 2021, AHRT terus melakukan berbagai persiapan. Bahkan mereka telah menyiapkan motor baru yang akan menjadi senjata utama di kelas SS600 dan kelas AP250.

“Seperti biasa, sebelum memulai musim kami mempersiapkan motor, terutama mesin dan komponen krusial yang digunakan untuk lomba. Termasuk persiapan mental dan fisik pembalap di Sirkuit Sentul dan trek motocross,” tuturnya.

“Sebenarnya kami sudah sangat siap, baik rider maupun tim. Tapi, kami harus menunda pengiriman motor dan komponen sampai menunggu konfirmasi dari TWMR.”

Rheza Danica Ahrens, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica Ahrens, Astra Honda Racing Team

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

Untuk tahun ini, AHRT mengandalkan Rheza Dhanica Ahrens di kelas SS600, sekaligus jadi mentor bagus untuk Irfan Arfiansyah yang baru naik dari kelas AP250.

“Di kelas SS600, Rheza lebih berpengalaman dan berpotensi meraih hasil positif. Walaupun kami tidak bisa abaikan Irfan bisa memberikan kejutan,” ucap Rizky.

“Namun, Rheza memiliki kans lebih besar tahun ini karena pengalaman yang dimilikinya di atas motor besar.”

Rizky Christianto juga menegaskan seluruh staf di dalam tim dan pembalap agar menjaga mentalitasnya yang bisa saja menurun akibat penundaan ini.

“Dampak psikologis pasti ada, jangankan ke pembalap, saya juga sempat kecewa musim baru harus ditunda,” ia mengungkapkan.

“Tapi kembali lagi, kami harus melihat aturan dari masing-masing negara sesuai dengan kondisi dan kami harus menaati itu.

“Kami juga harus tetap menjaga kondisi mental dan fisik. Kami pastinya akan tetap mempertahankan porsi-porsi latihan baik fisik maupun di atas motor agar selalu siap ketika musim baru dimulai.”

Astra Honda Racing Team (AHRT)

Astra Honda Racing Team (AHRT)

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

dibagikan
komentar
Masih Pandemi, Musim Baru ARRC 2021 Ditunda

Artikel sebelumnya

Masih Pandemi, Musim Baru ARRC 2021 Ditunda

Muat komentar