Meski rajai balapan, Rheza rupanya perlu adaptasi

dibagikan
komentar
Meski rajai balapan, Rheza rupanya perlu adaptasi
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
13 Okt 2018 14.39

Keluar sebagai pemenang, Rheza Danica mengungkapkan kesulitannya sebelum Race 1 kelas AP250 pada ARRC Sentul. Salah satunya menemukan feeling di Sirkuit Sentul.

Bagi sebagian besar pembalap Indonesia, trek sepanjang 3,9 km itu bukanlah lintasan yang asing. Karenanya tak heran jika balapan kandang dihelat di Sentul, mereka mampu tampil begitu maksimal, bahkan sampai menyapu bersih podium.

Namun rupanya hal ini tidak berlaku untuk Rheza. Dalam dua kali penampilannya di ARRC Sentul – dihitung sejak debut AP250 pada 2017 – sang pembalap mencetak hasil terbaik finis kedua musim lalu. Barulah saat Sabtu (13/10), The Silent Boy berhasil mengemas kemenangan.

“Alhamdullilah bisa dapat posisi pertama saat Race 1. Walaupun sempat kesulitan dalam tiga sesi latihan, ada masalah, kemudian belum maksimal, tapi pada kualifikasi bisa meningkat dan catatan waktu juga membaik cukup banyak. Sehingga saya bisa grid kedua untuk Race 1,” tuturnya usai balapan.

Baca Juga:

Ditanya apa kesulitan yang dialami saat menjalani Free Practice pada Jumat (12/10), Rheza menjawab: “Kalau dari kemarin karena saya masih memerlukan adaptasi. Ini kedua kalinya saya balapan di Sentul. Sebelumnya saya menggantikan Mario (Suryo Aji) di seri pertama IRS. Jadi, feeling saya sedikit kurang. Tapi Alhamdullilah bisa tambah bagus.”

Pembalap asal Yogyakarta itu merebut podium tertinggi setelah menaklukkan rekan setim Awhin Sanjaya. Keduanya terlibat pertarungan sengit hingga lap terakhir, dengan diiringi beberapa kali pergantian posisi terdepan. Rheza sendiri mengaku, ia juga melakukan kesalahan.

“Mungkin start yang kurang bagus. Tadi sempat jumping kemudian turun ke posisi keempat. Tapi (saya) bisa memperbaiki posisi. Dan jumping itu mungkin karena (saya) kehilangan fokus. Dari segi gaya balap, saya juga akan diskusi dengan tim,” terangnya.

Mengenai strategi khusus di balik kemenangannya, ia mengatakan tidak ada. “Semua pembalap Sentul sudah hapal sektor-sektor penting, titik-titik yang perlu dimaksimalkan,” tukasnya.

“Jadi, sebenarnya ingin maksimal untuk mencoba membuat gap, tapi tidak bisa. Awhin (Sanjaya) juga sangat kuat saat balapan. Tapi saya senang bisa membuat gap dengan Awhin dari pembalap lainnya,” imbuh Rheza.

Slider
List

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
1/10

Foto oleh: Scherazade Mulia Saraswati

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
2/10

Foto oleh: Two Wheel Motor Racing Photo

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
3/10

Foto oleh: Two Wheel Motor Racing Photo

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
4/10

Foto oleh: Two Wheel Motor Racing Photo

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
5/10

Foto oleh: Two Wheel Motor Racing Photo

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
6/10

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
7/10

AP250: Rheza Danica dan Awhin Sanjaya, Astra Honda Racing Team

AP250: Rheza Danica dan Awhin Sanjaya, Astra Honda Racing Team
8/10

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

Rheza Danica dan Awhin Sanjaya, Astra Honda Racing Team

Rheza Danica dan Awhin Sanjaya, Astra Honda Racing Team
9/10

Awhin Sanjaya dan Rheza Danica, Astra Honda Racing Team

Awhin Sanjaya dan Rheza Danica, Astra Honda Racing Team
10/10

Foto oleh: Two Wheel Motor Racing Photo

Artikel ARRC berikutnya
ARRC Sentul: Duel rekan setim, Rheza kalahkan Awhin

Artikel sebelumnya

ARRC Sentul: Duel rekan setim, Rheza kalahkan Awhin

Next article

AP250 Sentul: Awhin menang perdana, Rheza juara Asia

AP250 Sentul: Awhin menang perdana, Rheza juara Asia
Muat komentar