Perjalanan Sean Gelael Capai Kesuksesan di Ajang Balap Internasional

Sean Gelael baru-baru ini mengharumkan Indonesia dengan memenangi dua balapan Asian Le Mans Series di Abu Dhabi bersama Stoffel Vandoorne dan Tom Blomqvist.

Perjalanan Sean Gelael Capai Kesuksesan di Ajang Balap Internasional

Meniti karier di dunia balap hingga mencapai kesuksesan tidaklah mudah. Terutama di Indonesia yang sarana dan prasarananya belum cukup memadai.

Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi Sean Gelael, yang memiliki mimpi bisa terus mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi dalam ajang balap yang diikutinya.

Terlahir dari keluarga pembalap membuat Sean Gelael terpacu untuk meraih kesuksesan serta mencetak prestasi membanggakan, baik di dunia balap nasional maupun nternasional.

Kariernya dimulai dengan menjadi navigator ayahnya, Ricardo Gelael, di balap reli nasional. Ia berhasil dinobatkan sebagai navigator termuda pada usia 10 tahun dan meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Perlahan tapi pasti, Sean Gelael pun mulai tumbuh sebagai sosok pembalap single seater yang cukup disegani oleh para rival di kelasnya.

Karier internasional Sean Gelael diawali di Asian Karting Open Championship, yang mana ia berhasil menjadi juara di kelas Formula 125 Senior Open musim 2011.

Kemudian kariernya meningkat dengan mengikuti Formula Pilota China pada 2012 bersama Euraia Motorsport. Sean mengakhiri musim debutnya di peringkat keempat klasemen akhir, serta dan jadi yang terbaik kedua dalam ‘Best Asian Trophy’.

Pada 2013 hingga 2015, Sean Gelael mengikuti berbagai ajang Formula 3, sebelum turun sepenuhnya di GP2 Series pada 2016. Hingga memutuskan untuk mengakhiri karier di balap Formula, pembalap berusia 24 tahun itu telah meraih dua podium di GP2/Formula 2.

Kini, putra dari pasangan Ricardo dan Rini S Bono itu akan berjuang di balap ketahanan dunia (WEC) bersama JOTA Sport. Tampil di Asian Le Mans Series 2021, sebagai pemanasan, Sean Gelael berhasil menunjukkan potensi besar yang diharapkan dapat berlanjut.

#28 JOTA Sport - Sean Gelael, Tom Blomqvist.

#28 JOTA Sport - Sean Gelael, Tom Blomqvist.

Foto oleh: Team Jagonya Ayam

Namun, di balik semua kesuksesan tersebut, ada perjalanan panjang yang harus dilalui Sean Gelael. Baginya, tak mudah untuk bisa menjadi pembalap asal Indonesia yang bisa meraih sejumlah trofi kejuaraan.

Karenanya, Sean berharap seluruh pembalap muda Indonesia terus bekerja keras demi merengkuh kesuksesan. Menurutnya, hanya hal tersebut yang dapat membawa mereka ke karier yang lebih tinggi.

“Saya terlahir di keluarga pencinta balap, itu membuat saya ingin menjadi pembalap. Saya juga terinspirasi oleh Michael Schumacher, Sebastien Loeb, Kobe Bryant di dunia basket dan Lionel Messi di sepak bola,” kata Sean.

“Tapi itu semua hanya mimpi. Sebenarnya dari mimpi itu kita juga butuh passion dari olahraga yang kita geluti. Bukan hanya di motorsport, tapi di bidang lainnya.

“Saya menyadari untuk mengejar impian itu sulit, akan ada banyak tantangan dan kegagalan sebelum mencapai kesuksesan yang saya dapatkan saat ini. Semua kesulitan itu membuat saya frustrasi dan berhenti, serta ingin mencoba hal lain.

“Tetapi, saya selalu mengingat darimana saya memulainya. Jika itu memang passion Anda dan jika Anda jatuh cinta pada hal tersebut, maka Anda harus memperjuangkannya.”

Sean Gelael, JOTA Sport, dan Bambang Soesatyo, Ketua IMI Pusat.

Sean Gelael, JOTA Sport, dan Bambang Soesatyo, Ketua IMI Pusat.

Foto oleh: Muhamad Fadli

Ketua IMI Pusat, Bambang Soesatyo, juga menegaskan para pembalap muda Indonesia tak perlu khawatir untuk menggapai mimpi. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPR itu menyatakan kesiapan IMI dalam memberikan dukungan.

“Bagi pembalap yang tak memiliki dana besar untuk meniti karier di motorsport datang langsung ke IMI, kami akan membantu semaksimal mungkin,” ucap pria yang akrab disapa Bamsoet itu.

dibagikan
komentar
IMI Apresiasi Kesuksesan Sean Gelael di Asian Le Mans Series

Artikel sebelumnya

IMI Apresiasi Kesuksesan Sean Gelael di Asian Le Mans Series

Muat komentar