Audi R8 LMS Cup Adelaide: Anderson Tanoto menang di GT4

Pembalap Indonesia Anderson Tanoto berhasil mencetak kemenangan di kelas GT4 pada pembuka musim Audi R8 LMS Cup 2019 di Adelaide, Australia.

Audi R8 LMS Cup Adelaide: Anderson Tanoto menang di GT4

Dihadiri puluh ribuan penonton, Adelaide kembali menjadi lokasi dua ronde pertama perhelatan Audi R8 LMS Cup 2019.

Musim ini Indonesia diwakili juara bertahan GT3, Andrew Haryanto, dan Anderson Tanoto yang bertarung di kelas GT4.

Pada ronde pertama yang digelar Sabtu (2/3), Andrew memulai balapan dari grid keempat. Ia langsung melesat selepas start dan mengancam sang pole-sitter, Tony Bates, dari sisi luar jelang tikungan pertama.

Namun sayang, manuver ambisius Andrew gagal membuahkan hasil. Melebar dan melindas kerb terlalu keras, mobil Andrew sempat terjungkal ke udara. Ketika kembali bergabung ke lintasan, ia dua kali melakukan kontak dengan mobil lain yang menyebabkan bannya bocor.

Andrew, tahun ini akan berlaga di balap GT ketahanan bergengsi Spa 24 Jam, bersusah payah membawa mobilnya kembali ke pit, tapi akhirnya ia tersingkir dari balapan.

Tak tersaingi, pembalap tuan rumah, Bates, melenggang melintasi bendera finis di urutan pertama dengan keunggulan lebih dari 13 detik di depan Yasser Shahin.

Sementara itu, Anderson, pada balapan perdananya di sirkuit jalan raya Adelaide harus mengakui keunggulan pembalap Australia lainnya, Mark Williamson, yang finis terdepan di kelas GT4.

Baca Juga:

Namun Anderson berhasil membalas pada balapan keesokan harinya, Minggu (3/3). Bertarung ketat sepanjang balapan melawan Williamson, Anderson berhasil keluar sebagai pemenang dengan selisih yang tak sampai satu detik di depan pembalap Australia tersebut.

"Trek ini begitu indah. Sirkuit jalan raya benar-benar menguji tidak hanya keberanian dan akal, tapi juga konsentrasi Anda," ucap Anderson usai balapan.

"Itu dibuktikan pada balapan kemarin, di mana saya memimpin tapi pada akhirnya harus merelakan ke Williamson. Tapi hari ini adalah pembalasan. Saya mewakili Asia, itu jelas, tapi dia juga memberi saya perlawanan berat hingga lap terakhir.

"Williamson, dengan 20 tahun pengalaman balap, bisa bertarung seimbang dengan saya, yang baru memiliki dua tahun pengalaman. Itu adalah keindahan dari kelas GT4."

Di kelas GT3, Andrew berusaha bangkit di ronde kedua. Kini start dari posisi paling belakang akibat ganjaran penalti dari balapan sebelumnya, ia berduel sengit melawan Sun Jingzu.

Namun saat berusaha menyalip, Andrew melebar ke rerumputan di tikungan terakhir. Meski dengan lihai bisa menyelamatkan mobil #28 kembali ke lintasan, ia tertinggal di belakang. Meskipun begitu, semangat juangnya membuahkan torehan fastest lap, 1 menit 21,243 detik.

Adapun kemenangan keseluruhan direbut oleh pembalap Australia, Geoff Emery, yang juga menjadi pemimpin di klasemen GT3.

Anderson Tanoto

Anderson Tanoto

Foto oleh: Audi Communications Motorsport

dibagikan
komentar
Review GT 2018: Andrew Haryanto
Artikel sebelumnya

Review GT 2018: Andrew Haryanto

Muat komentar