Alex Zanardi Mulai Mampu Bicara

Dokter ahli bedah otak, Federica Alemanno, mengungkapkan progres terkini Alex Zanardi yang mengalami cedera serius usai kecelakaan sepeda tangan (handbike/hand cycling) pada 19 Juni 2020 lalu.

Alex Zanardi Mulai Mampu Bicara

Pembalap dan atlet Paralimpiade, Alex Zanardi, kehilangan kontrol handbike-nya pada 19 Juni tahun lalu di Pienza, Tuscany, Italia, dan menghantam truk. Kecelakaan itu membuatnya hampir kehilangan nyawa akibat cedera berat pada kepala.

Pria asal Italia, 54 tahun, itu lalu menjalani operasi hingga tiga kali di RS Santa Maria alle Scotte di Siena, untuk kemudian dipindahkan ke sebuah klinik rehabilitasi di dekat Como.

Kondisi Zanardi yang memburuk membuatnya dipindah ke unit rawat intensif di RS San Raffaele di Milan pada 24 Juli 2020 lalu. Karena mengalami trauma otak akibat kecelakaan itu, Zanardi pun dioperasi langsung oleh Prof. Pietro Mortini, kepala bedah syaraf rumah sakit tersebut.

Pada pertengahan Agustus 2020, pihak RS San Raffaele menyebut Zanardi dikeluarkan dari unit rawat intensif syaraf karena kondisi fisik dan otaknya mulai stabil. Zanardi pun dipindah ke sebuah klinik rehabilitasi di Padua yang dekat dengan keluarganya.

Sebelum Natal lalu, Zanardi dikabarkan sudah mampu mendengar, melihat, dan bereaksi. Ia juga mulai mengenali orang-orang di sekelilingnya. Namun, Zanardi saat itu belum bisa bicara karena masih diintubasi (memakai alat bantu pernapasan).

Kini, sebuah kemajuan kembali dibuat Zanardi, yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan saat turun di IndyCar pada 2001. “Ini berita bagus buat keluarga, Alex Zanardi mulai mampu bicara,” ucap Federica Alemmano, dokter spesialis syaraf yang merawatnya.

Menurut Alemmano, Zanardi sudah menjalani apa yang disebut awake craniotomy (AC), prosedur bedah otak yang difokuskan pada bagian yang mengendalikan fungsi tubuh penting atau kemampuan sensorik dan berbahasa.  

Baca Juga:

Operasi yang biasa dilakukan untuk penderita tumor otak ini ternyata mampu memulihkan kemampuan Zanardi dalam merespons orang-orang di sekitarnya. Termasuk berbicara.

“Pada tes pertama, kami ingin tahu kemampuan pasien dalam hal persepsi, belajar, mengingat, berpikir, dan rasa ingin tahu. Tumor dan cedera memang bisa memengaruhi fungsi otak di beberapa bagian,” tutur Alemanno.

“Saat operasi, beberapa bagian otak (Zanardi) mendapat kejutan elektris. Salah satunya, kami mengoperasi area otak yang dipakai untuk mengingat.”

Alessandro “Alex” Zanardi turun di Kejuaraan Dunia Formula 1 antara 1991-1994 dan 1999 dengan memperkuat tim Jordan, Minardi, Lotus, dan Williams.

Pada 1996-1998, Zanardi turun di IndyCar dan mampu menjadi kampiun CART bersama Tim Target Chip Ganassi Racing pada 1997 dan 1998.

Karier balap Zanardi di IndyCar harus berakhir setelah kecelakaan saat berlomba di EuroSpeedway Lausitz di Klettwitz, Jerman, yang menjadi lomba ke-16 CART 2001. Akibat kecelakaan tersebut, kedua kaki Alex Zanardi pun diamputasi.

Setelah pulih, Alex Zanardi beralih menjadi atlet disabilitas untuk nomor balap sepeda nomor handbike. Tidak kurang 12 medali emas kejuaraan dunia antara 2013-2019 mampu direbut Zanardi. Ia juga merebut total empat emas di Olimpiade London (2012) dan Rio de Janeiro (2016).

Alex Zanardi juga tidak meninggalkan balap sepenuhnya. Untuk menginspirasi kaum difabel, Alex Zanardi pernah ambil bagian sebagai bintang tamu dalam ajang balap mobil turing Jerman (DTM) pada 2018 dan 2019.

dibagikan
komentar
Reorientasi, Volkswagen Setop Semua Program Olahraga

Artikel sebelumnya

Reorientasi, Volkswagen Setop Semua Program Olahraga

Artikel berikutnya

Review Porsche Cayenne: SUV Keren nan Mewah

Review Porsche Cayenne: SUV Keren nan Mewah
Muat komentar