Red Bull MotoGP Rookies Cup, Kawah Candradimuka Pembalap Belia

Red Bull MotoGP Rookies Cup menjadi sasaran para pembalap belia yang bermimpi tampil di kompetisi MotoGP. Pasalnya, banyak pembalap top saat ini yang merupakan jebolan ajang tersebut.

Red Bull MotoGP Rookies Cup, Kawah Candradimuka Pembalap Belia

Pabrikan minuman berenergi tersebut sangat terkenal di dunia olahraga, khususnya balap motor maupun mobil. Mereka mendukung upaya mencari talenta-talenta remaja yang pantas diorbitkan ke ajang grand prix.

KTM pun digandeng untuk menyuplai motor 2 tak 125cc. Dengan spesifikasi sama, tentu akan makin terlihat kemampuan setiap individu di grid.

Untuk menuju ke sana, berbagai persyaratan ditetapkan terutama dari sisi umur, postur dan pengalaman balapan. Peserta ditetapkan berusia antara 13 hingga 16 tahun. Tinggi maksimal 1,72 meter dan bobot 62 kg. Setelah itu, mereka mesti menjalani seleksi.

Rentang usia tersebut dinilai ideal untuk membentuk karakter dan gaya seorang pembalap. Hal ini dikemukakan oleh Aki Ajo, yang menghasilkan beberapa nama yang kini disegani pada level Moto2 hingga MotoGP.

“Ketika mereka berada di umur 10-15 tahun, sangat penting kalau mereka sering berada di atas motor. Banyak yang saya lihat punya latar belakang berlatih di atas motorcross, supermoto atau di atas trek gravel. Kadang hanya punya pengalaman balapan di aspal. Padahal, di usia mereka, sangat bagus kalau mencoba banyak hal,” ujarnya.

“Red Bull Rookies Cup makin penting. Ini bukan satu-satunya jalan, tapi jalur yang bagus, untuk para pembalap yang tidak punya dukungan ekonomi bagus. Jika Anda menunjukkan talenta dan terpilih untuk berpartisipasi dalam Rookies Cup, maka keluarga Anda tidak perlu banyak berinvestasi untuk karier Anda.”

Baca Juga:

Ajo membocorkan caranya mencari pembalap untuk direkrut. Kecepatan adalah yang utama karena sudah mewakili bakat dan kemampuan. Setelah itu, ia mewawancarai orang-orang terdekat si pembalap untuk mengetahui tingkah lakunya, keluarga serta dengan siapa saja dia bekerja.

Hiroshi Aoyama, yang pernah berduel di ajang tersebut, mengungkapkan pengalamannya memulai kiprah di level kompetitif dan kesulitan sebagai pembalap non Eropa.

“Ketika saya berumur 14 dan 15, saya masih naik motor kecil. Lalu ganti ke 125cc atau 250cc, rasanya berbeda. Anda butuh gaya berkendara berbeda. Saya pikir ketika naik motor lebih besar bisa menggunakan teknik yang sama saat mengendarai motor kecil, tapi tidak sepenuhnya benar.

“Saya pun sadar mesti memperbaiki kemampuan sehingga mudah beradaptasi dengan berbagai tipe motor. Budaya Asia dan Eropa jelas berbeda, jadi itu jadi kekurangan para pembalap Asia. Kami mesti menyesuaikan dengan trek berbeda, tarmac dan pola pikir beda. Anda harus belajar dan butuh waktu adaptasi.

“Oleh karena itu, perlu membawa pembalap muda Asia ke kompetisi di Eropa atau Moto3. Ini membuat proses belajar lebih mudah dan cepat.”

Red Bull Rookies Cup jadi wadah yang tepat bagi para pembalap belajar memikirkan strategi dan bagaimana menerapkan di trek, mengembangkan feeling serta bekerja keras. Belum lagi, harus menganalisis kekuatan dan kelemahan masing-masing lawan. Bisa dibilang kejuaraan itu sebagai kawah candradimuka bagi rider muda.

Sejak diluncurkan pada 2007, sebanyak 30 alumni kini sudah berdiri di podium grand prix dan 21 di antaranya memenangani balapan pada level tersebut.

Johann Zarco, pemenang perdana Rookies Cup, pernah merengkuh gelar juara di Moto2 2015 dan 2016, bersama Ajo Team.

#34 Mario Suryo Aji

#34 Mario Suryo Aji

Foto oleh: Red Bull / Gold and Goose

Joan Mir runner-up musim 2014 karena kalah dari Jorge Martin. Meski begitu, prestasinya lebih mentereng saat naik kelas. Pembalap Suzuki itu menyegel peringkat teratas Moto3 2017 dan MotoGP 2020.

Titel Moto3 itu kemudian diwariskan kepada Jorge Martin pada tahun berikutnya, saat Mir promosi ke Moto2.

Danny Kent, berpartisipasi di Rookies Cup 2010, menaklukkan peringkat pertama Moto3 lima tahun kemudian. Brad Binder, rekan seangkatannya, baru bisa merebut gelar juara Moto3 2016.

Enea Bastianini mencicipi program balap tersebut pada 2013. Pembalap Italia tersebut menjadi pemenang Moto2 2020.

Raul Fernandez digembleng dalam Rookies Cup 2015-2016, berhasil menjuarai CEV Moto3 2018. Sekarang, pembalap Red Bull KTM Ajo sedang berusaha menjegal rekannya, Remy Gardner dalam perebutan posisi puncak Moto2. Nasib keduanya terjamin musim depan karena sudah dapat tiket ke MotoGP.

Pembalap rekrutan Ajo lainnya, Pedro Acosta adalah jawara Rookies Cup 2020, sedang menapaki trofi kampiun lagi dari Moto3 musim ini.

Indonesia sendiri tahun ini memiliki Mario Suryo Aji, sebagai wakil dalam kompetisi tersebut. Sempat menjanjikan di awal, remaja asal Magetan itu mengakhiri musim 2021 di posisi ke-16. Ia akan mendapat wild card di Moto3 Emilia-Romagna.

Musim depan, ada satu lagi pembalap Indonesia yang berkesempatan untuk mengikuti Rookies Cup.  Fadillah ArbiAditama terpilih di antara 25 peserta yang datang dari 18 negara. Semoga ia dapat menorehkan prestasi lebih baik dari pendahulunya.

Fadillah Arbi Aditama

Fadillah Arbi Aditama

Foto oleh: Fadillah Arbi Aditama / Instagram @f.arbi393

dibagikan
komentar
TKKR Racing Team Sempat Tak Pede Dekati Khairul Idham Pawi

Artikel sebelumnya

TKKR Racing Team Sempat Tak Pede Dekati Khairul Idham Pawi

Artikel berikutnya

FIM MiniGP Australia Series Akan Bergulir pada 2022

FIM MiniGP Australia Series Akan Bergulir pada 2022
Muat komentar