Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Special feature

WH19 Racing School Andalkan Disiplin dan Program Tertata

Tidak banyak sekolah balap yang menerapkan program yang jelas dan rapi seperti WH19 Racing School milik mantan pembalap Wawan Hermawan.

Wawan Hermawan, WH19 Racing School

Foto oleh: WH19 Racing School

Bagi pencinta balap motor di Indonesia, rasanya tidak ada yang tak mengenal nama Wawan Hermawan. Segudang prestasi dan pengalamannya hampir dua dekade di balap roda dua dalam dan luar negeri sepanjang era awal tahun 2000-an sampai 2019, kini dibagikannya lewat sekolah balap WH19 Racing School.

Didirikan pada 2015, WH19 Racing School berbasis di Ciamis, Jawa Barat. Mereka biasa berlatih di Sirkuit Bukit Peusar (Circuit Hill Peusar), Tasikmalaya serta Stadion Prabu Linggabuana di Ciamis untuk berlatih fisik.

Saat ini, WH19 Racing School memiliki tiga program yang berjalan dengan baik. “Kami memiliki program untuk pembibitan, pembinaan, dan reguler, yang semuanya bisa diikuti selama tiga sampai enam bulan,” tutur Wawan Hermawan kepada Motorsport.com.

“Program pembibitan untuk anak-anak berusia 6-10 tahun. Sementara, pembinaan untuk mereka yang nol pengalaman tetapi usianya sudah cukup untuk membalap (14 tahun ke atas). Lalu, program reguler untuk mereka yang sudah pernah turun balapan.”

Sejumlah pembalap binaan WH19 Racing School tengah berlatih di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sejumlah pembalap binaan WH19 Racing School tengah berlatih di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Foto oleh: WH19 Racing School

Sebagai mantan pembalap profesional, Wawan Hermawan pun menerapkan disiplin ketat kepada para penghuni WH19 Racing School. Menurutnya, hal-hal teknis bakal bisa diajarkan dengan baik bila disiplin sudah dimiliki pembalap.

“Disiplin di sini mulai dari bagaimana menjaga kondisi fisik seperti tidur teratur. Jika ada yang membawa handphone, harus dikumpulkan pukul 09:00 malam,” kata Wawan.

“Makan juga harus diatur. Kami bahkan mengatur langsung uang makan untuk menjaga pola makan supaya pembalap tidak sembarangan mengonsumsi makanan.

“Bagi yang muslim, kami juga mengadakan salat berjamaah dan biasa mengevaluasi hasil latihan atau balap setelahnya. Jadi, upaya latihan keras kami selalu dibarengi doa.”

Sebagian pembalap WH19 Racing School.

Sebagian pembalap WH19 Racing School.

Foto oleh: WH19 Racing School

Saat ini paling tidak ada delapan pembalap yang tinggal di mes WH19 Racing School. Di antara para pembalap yang kini “berguru” WH19 Racing School, paling tidak ada tiga pembalap muda berpotensi.

Ketiga pembalap yang wajib terus dipantau perkembangannya itu adalah Decksa Almer Alfarezel (akan genap 14 tahun pada Mei nanti), Firhan Cahya (13 tahun), dan Kawahara Viandry (11 tahun). 

Decksa Almer yang tak lain putra Wawan Hermawan sendiri, musim ini tergabung di Astra Honda Racing Team (AHRT) dan akan turun di Thailand Talent Cup mengandalkan Honda NSF250R. 

Bicara alumni, sudah tidak terhitung berapa banyak jebolan WH19 Racing School yang berprestasi hingga ditarik tim-tim elite di Indonesia seperti Astra Honda Racing Team (AHRT), Astra Motor Racing Team (ART), Jayadi Racing Team, Honda Raturama, hingga tim-tim privat.

Baca Juga:

“Riefsa Firdaus yang lolos Asia Talent Cup (ATC) 2017 serta Surya Narayana (ikut seleksi ATC 2018) pernah bersama kami di WH19 Racing School,” kata Wawan.

“Demikian pula Herjun Atna Firdaus (kampiun Thailand Talent Cup 2018) dan Aditya Prakoso (juara nasional dan region kategori rookie dan novice 2018, dan novice 2019).”

Herjun AF kini memperkuat AHRT dan akan turun di kelas Asia Production (AP) 250 Kejuaraan Balap Motor Asia (Asia Road Racing Championship).

Untuk pelatih, Wawan Hermawan mengakui dirinya langsung yang menangani para pembalap muda tersebut. Ia dibantu sejumlah pembalap yang lebih senior.

Fasilitas dan Dukungan Sponsor

Wawan Hermawan mengaku saat ini WH19 Racing School memiliki paling tidak 20 unit motor berbagai jenis, mulai motor produksi massal seperti Honda CBR150 dan CBR250, Honda Sonic, hingga motor-motor prototipe untuk balap maupun latihan seperti Honda NSF100, Kayo MiniGP MR150, dan Lenka GP12.

“NSF100 dari Harlan Fadhillah (mantan pembalap) yang juga tengah merancang program dengan motor tersebut. NSF100 ini khusus untuk pembalap kami yang masih berusia di bawah 13 tahun. Sedangkan motor MiniGP sumbangan dari Dinis Motorsport,” kata Wawan.

Wawan Hermawan, WH19 Racing School

Wawan Hermawan, WH19 Racing School

Foto oleh: WH19 Racing School

Sebagai mantan pembalap Honda, Wawan Hermawan juga mengaku mendapatkan dukungan Astra Honda Motor (AHM).

“Selain AHM, ada juga dari Astra Motor berupa unit buat latihan, spare part, dan uang pembinaan. Selain itu, kami juga mendapat sponsor dari berbagai produk baik untuk latihan maupun balap,” ucap Wawan Hermawan.

“Kami mendapat bantuan dari IRC untuk ban, helm dari NHK, perlengkapan balap (racing suit, sarung tangan, dan lain-lain) dari Gordons Racing, knalpot dari CLD, serta sejumlah komponen dari Koizumi (per kopling, CVT, dan lain-lain).”

Bagi mereka yang ingin mendaftar untuk bergabung ke WH19 Racing School bisa menyambangi langsung di Jl. Otista, Perumahan Taman Jati Indah Blok A18, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat atau menghubungi +62 877-0090-1919.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Musim 2022, Tom Sykes Kembali Arungi British Superbike
Artikel berikutnya Putaran Pembuka Oneprix 2022 Diundur ke Juni

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia