AHM Komitmen Membina Pembalap Indonesia sejak 2010

Dalam 11 tahun terakhir, PT Astra Honda Motor (AHM) secara konsisten melatih pembalap muda bertalenta Indonesia melalui konsep pembinaan yang sistematis, terstruktur dan berkesinambungan.

AHM Komitmen Membina Pembalap Indonesia sejak 2010

Komitmen AHM di dunia balap telah dijalankan sejak 2010. Tahapan pembinaan berjenjang dimulai sedari usia dini, yakni di bawah 14 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS).

Para pembalap muda berlatih menggunakan Honda NSF100, motor yang sesuai untuk dipakai latihan bagi pemula. Mereka juga dibekali dengan pembelajaran materi, baik teknis maupun non-teknis terkait balap.

“Astra Honda Racing School (AHRS) merupakan kawah candradimuka bagi bibit potensial pembalap Tanah Air menuju jenjang balap dunia yang diimpikan,” tutur Deputy General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM, Andy Wijaya, dalam video conference pekan lalu.

Bagi pembalap berbakat dari berbagai daerah, AHM menyediakan wadah bertajuk Honda Dream Cup (HDC). Selain itu, AHM turut memberikan dukungan kepada tim balap yang turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

“Pembinaan dimulai dari level nasional dan lanjut ke level Asia, setelah itu ke internasional,” ucap Andy.

“Tahun ini, kami tetap bertekad ingin bisa menyelenggarakan HDC. Namun, kami tetap melihat perkembangan kondisi saat ini mengenai pandemi.”

Setelah melewati tahap dasar, talenta yang potensial akan dibina AHM melalui pembinaan berjenjang, meliputi kejuaraan balap level Asia dan Internasional.

Baca Juga:

Untuk tingkat Asia, ada berbagai kejuaraan yang diikuti para pembalap Indonesia di bawah bendera Astra Honda Racing Team (AHRT), yakni Thailand Talent Cup (TTC), Asia Talent Cup (ATC), Asia Road Racing Championship (ARRC), serta Suzuka Endurance Race.

“Thailand Talent Cup, sebagai ajang pengenalan balap internasional menggunakan motor balap prototipe,” kata Andy.

“Asia Talent Cup, ARRC, Suzuka Endurance Race, sebagai ajang pembinaan skill, mental dan seleksi kompetensi yang strategis, sekaligus meraih prestasi yang mengharumkan bangsa.”

Kemudian, pada level internasional, ajang balap yang diikuti adalah FIM CEV, di mana AHM telah mengirimkan pembalap Indonesia ke kategori Moto3 Junior World Championship dan Moto2 European Championship sejak 2015.

CEV merupakan pintu gerbang yang paling strategis bagi pembinaan pembalap menuju arena MotoGP. Sebagian besar pembalap MotoGP, seperti Marc Marquez, juga dibina melalui ajang ini,” tutur Andy.

“Kami juga membina pembalap muda Indonesia dalam balap off-road melalui AHRT di motocross. Pembinaan dimulai di arena Kejurnas menuju puncak mimpi MXGP.”

Para Pembalap Astra Honda Racing Team: Irfan Ardiansyah, Rheza Danica, M Adenanta Putra, Lucky Hendriansya, Herjun Atna Firdaus

Para Pembalap Astra Honda Racing Team: Irfan Ardiansyah, Rheza Danica, M Adenanta Putra, Lucky Hendriansya, Herjun Atna Firdaus

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

Kontribusi AHM berkecimpung di dunia balap, terutama dalam pembinaan pembalap muda Indonesia, tentu layak diapresiasi. Lantas, apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai?

General Manager Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan bahwa pihaknya memiliki tekad mengantarkan generasi muda Indonesia agar bisa meraih prestasi di berbagai bidang. Salah satunya dalam olahraga balap.

AHM bahkan memastikan pembinaan sistematis yang disiapkan mulai dari hulu hingga hilir, juga terus disempurnakan setiap tahunnya.

“Di sisi hulu, kami memiliki program pembinaan yang kami posisikan sebagai kawah candradimuka dalam menempa pembalap muda untuk mendapatkan kompetensi dan karakter balap yang kuat, sehingga nantinya dapat bersaing dengan pembalap mancanegara di berbagai level ajang balap,” kata pria yang akrab disapa Muhib itu.

“Secara berjenjang, latihan ini kami lanjutkan dengan tempaan di berbagai kompetisi balap, sebagai bagian dari hilirisasi pembinaan. Menggunakan strategi ini, para pembalap Astra Honda Racing Team mampu menunjukkan performa balap yang membanggakan.”

Baca Juga:

Meski saat ini menghadapi tantangan pandemi, tetapi tidak menyurutkan komitmen AHM kami dalam mengadakan pembinaan bagi para pembalapnya. Muhib pun berjanji, pihaknya akan terus menguatkan pembinaan balap secara sistematis dan berjenjang ini.

“Balap adalah passion kami, karena kami ingin menjadi bagian dari pihak yang mempersembahkan kebanggaan untuk bangsa Indonesia melalui dunia balap. Dan ini kami tekuni, kami kembangkan secara serius dengan pembinaan sejak 2010,” tuturnya.

“Kami ingin menjadi bagian dari terciptanya sejarah prestasi-prestasi membanggakan dari Indonesia, dari generasi muda Indonesia.

“Kami menyadari pembinaan balap ini tidaklah mudah dan singkat. Butuh komitmen panjang, dan komitmen yang kuat. Tapi kami akan terus mendukung pembalap bertalenta untuk memberi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.”

Musim ini, AHM melalui bendera Astra Honda Racing Team (AHRT) bakal mengirimkan 12 pembalap muda Indonesia ke berbagai kompetisi balap nasional dan internasional. Andalan utama skuad, Mario Suryo Aji, akan kembali berlaga di CEV Moto3.

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

dibagikan
komentar
Pentingnya Latihan Sepeda bagi Mario Aji dan Rheza Danica

Artikel sebelumnya

Pentingnya Latihan Sepeda bagi Mario Aji dan Rheza Danica

Artikel berikutnya

Target Lima Besar untuk Mario Suryo Aji di CEV Moto3

Target Lima Besar untuk Mario Suryo Aji di CEV Moto3
Muat komentar