Mario Aji Jelaskan Perbaikan untuk Paruh Kedua CEV Moto3

Mario Suryo Aji mengungkapkan apa saja yang harus diperbaikinya di sisa empat putaran FIM CEV Moto3 Junior World Championship 2021.

Mario Aji Jelaskan Perbaikan untuk Paruh Kedua CEV Moto3

Satu-satunya pembalap Indonesia yang turun di FIM CEV Moto3 Junior World Championship 2021, Mario Suryo Aji, menempati peringkat kedelapan klasemen pada paruh pertama musim.

Kendati baru mengumpulkan 42 poin, andalan Astra Honda Racing Team tersebut menjadi salah satu pembalap dengan performa menjanjikan pada paruh pertama FIM CEV Moto3.

Pembalap 17 tahun asal Magetan, Jawa Timur, tersebut mampu finis P4 di Estoril, Portugal, putaran pertama. Mario Aji juga finis di posisi kelima pada Race 2 putaran kedua di Valencia, Spanyol.

Tidak sampai di situ, Mario Aji berhasil menjadi pembalap Indonesia yang merebut pole position di FIM CEV Moto3 saat menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi seri di Barcelona, Spanyol.  

Dari enam race yang sudah dijalani Mario Aji dalam empat putaran, ia tidak pernah terlempar dari delapan besar jika mampu finis. Di paruh pertama, Mario Aji hanya dua kali gagal finis, yakni Race 2 di Barcelona serta lomba terakhir di Portimao, Portugal, 4 Juli lalu.

“Saya senang dengan kinerja tim. Walaupun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan, namun kami telah bekerja dengan baik sejak pramusim, dan itu terlihat di balapan,” kata Mario Aji seperti rilis yang diterima Motorsport.com dari Astra Honda Racing Team.

“Saya memiliki kecepatan yang bagus, motor Honda juga bekerja dengan sangat baik, dan saya selalu berada di antara pembalap tercepat.”

Saat disinggung soal momen terbaik dari empat putaran yang sudah digelar di paruh pertama FIM CEV Moto3, Mario Aji menunjuk lomba ketiga di Circuit de Barcelona-Catalunya sebagai yang paling berkesan sejauh ini.

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team, saat turun di FIM CEV Moto3 Catalunya.

Mario Suryo Aji, Astra Honda Racing Team, saat turun di FIM CEV Moto3 Catalunya.

Foto oleh: Astra Honda Racing Team

“Meraih pole position pertama bagi pebalap Indonesia tentu menjadi momen yang spesial, juga saat saya memimpin kedua balapan tersebut,” tutur Mario Aji.

“Balapan di Portimao juga sangat positif karena saya mampu menyalip banyak pembalap hanya dalam tiga lap. Meskipun saya mengalami kecelakaan karena kesalahan yang disebabkan adanya pebalap lain yang terjatuh.”

Mario Aji start dari P18 pada balapan di Portimao. Ia hanya butuh kurang dari empat lap untuk merangsek ke P14. Sayang, pada lap keempat, Mario Aji Mario Aji yang berada di belakang rombongan terkejut melihat medical protection dan tak bisa menghindarinya.

Kendati tidak mengalami cedera serius, insiden tersebut membuat balapan Mario Aji di Portimao terhenti.

Mario Aji pun mengungkapkan apa saja kekuatannya sepanjang paruh awal musim ini. Juga sejauh mana kemajuan yang dibuat Mario Aji dari sisi teknis.

“Saya pikir cara pengereman adalah kelebihan saya. Motivasi dan kerja sama tim juga menjadi salah satu kekuatan kami,” tutur Mario Aji.

“Secara mekanis, semua motor sangat mirip, jadi itu tergantung pada kepercayaan diri dan komunikasi dengan tim, sehingga di trek kami bisa membuat perbedaan.”

Baca Juga:

Mario Aji juga menjelaskan, ada beberapa hal yang akan diperbaikinya pada putaran kedua. Ia mengaku, target di setiap balapan adalah selalu lebih baik dibandingkan dengan putaran sebelumnya. Jadi, ia dan tim selalu ingin ada peningkatan.

“Kami akan berusaha memperbaiki diri di setiap aspek. Saya juga ingin memperkuat mental dan fisik,” kata Mario Aji lagi.

Mario Aji menilai, semua pembalap yang turun di FIM CEV Moto3 sangat cepat dan kompetitif. Namun begitu, Mario Aji percaya dengan kemampuan tim.

“Dengan begitu, kami dapat membuktikan sebagai salah satu yang terkuat di grid. Saya optimistis pada balapan-balapan berikutnya mampu lebih baik daripada mereka,” katanya.

Pada musim ketiganya di FOM CEV Moto3, Mario Suryo Aji tentu ingin memperbaiki hasil di klasemen akhir dibanding dua keikutsertaan sebelumnya.

Pada 2019, Mario Aji yang absen pada dua race putaran keempat di Catalunya, hanya tiga kali mampu finis di zona poin (15 tercepat) dengan hasil terbaik P4 di Estoril, Portugal, balapan pertama. Mario Aji pun mengakhiri musim di peringkat ke-18 dengan 26 poin.      

Setahun kemudian, Mario Suryo Aji hanya turun dalam dua putaran akhir di Spanyol, Aragon dan Valencia. Dari enam race, hasil finis terbaik Mario Aji adalah P6 di Valencia I. Ia pun mengakhiri musim FIM CEV Moto3 2020 di peringkat ke-16 dengan 23 poin.  

 

dibagikan
komentar
Ini Target Mario Aji di Sisa Musim CEV Moto3

Artikel sebelumnya

Ini Target Mario Aji di Sisa Musim CEV Moto3

Artikel berikutnya

Paruh Kedua CEV Moto3 2021, Mario Aji Bakal Libas Aragon

Paruh Kedua CEV Moto3 2021, Mario Aji Bakal Libas Aragon
Muat komentar