Dakar 2022: Nasser Al-Attiyah Kritik Keras Carlos Sainz

Nasser Al-Attiyah me-review paruh pertama Reli Dakar 2022 dan memulainya dengan mengarahkan kecaman kepada salah satu rival beratnya, Carlos Sainz.

Dakar 2022: Nasser Al-Attiyah Kritik Keras Carlos Sainz

Menjelang istirahat satu hari pada Sabtu (8/1/2022), Nasser Al-Attiyah terbilang nyaman di puncak klasemen kategori mobil Reli Dakar 2022. Pereli Toyota Gazoo Racing  tersebut unggul hingga hampir 49 menit atas pengguna Toyota Hilux lainnya, Yazeed Al-Rajhi (Overdrive Toyota).

Pereli asal Qatar itu diuntungkan dengan kemenangan telak pada Etape 1B yang kontroversial pada Minggu (2/1/2022) lalu. Saat itu, hampir sebagian besar pereli top tersasar. Al-Attiyah pun memenangi Special Stage berjarak 257,6 km tersebut.

Al-Attiyah yang datang ke Dakar 2022 sebagai favorit kuat menyusul suksesnya menguasai Kejuaraan Dunia Reli Lintas Alam 2021 bersama navigator Matthieu Baumel, praktis mendapat sorotan dari semua peserta.

Baca Juga:

Namun, Al-Attiyah menunjukkan kelas dan pengalamannya sebagai pemenang Reli Dakar tiga kali (2011, 2015, 2019) dengan performa sangat konsisten di atas Toyota GR DKR Hilux. Ia tidak pernah kehilangan posisi teratas sejak Etape 1 hingga 6.

“Kami tidak tersasar di Etape 1 karena kamilah yang terbaik (tertawa). Kami melakukan hal lebih dibanding mereka yang hanya datang ke Dakar. Itu bukan masalah kami. Selain itu, Matthieu navigator reli lintas alam terbaik yang pernah saya miliki,” ucap Al-Attiyah.

Al-Attiyah pun menjelaskan bila tahun lalu dirinya juga memiliki masalah pada hari ke-10 di Reli Dakar 2021 sehingga kehilangan 18 menit dan langsung menyerah.

“Kadang, hal-hal seperti ini terjadi. Anda sebagai pereli harus bekerja keras dan berkembang, demikian pula co-driver. Karena, jika hanya mengikuti jejak pereli lain, Anda sangat mungkin tersesat,” kata Al-Attiyah.

Al-Attiyah yang sudah memenangi satu etape (4) pada Reli Dakar 2022 ini menyebut aturan baru tahun ini soal ban dan mobil, sejauh ini bekerja sangat bagus baginya.

Menurut Al-Attiyah, dalam enam atau tujuh tahun terakhir, mereka sedikit kesulitan dangan mobil kelas T1 menyusul melonjaknya performa mobil-mobil buggy. Namun kini situasinya berbalik.

Saat ditanya kontroversi Etape 1, tentang road book yang dikeluhkan beberapa pereli, Al-Attiyah berkomentar: “Carlos (Sainz) selalu mengeluh, itu biasa. Ini bukan kali pertama. Dia selalu bercerita dan saya pikir dia perlu menghormati organisasi  (ASO, promotor Reli Dakar) karena kami mendengar kabar yang menyebut kami telah dibantu.

“Tidak adil untuk mengatakan itu karena ASO telah bekerja keras agar Dakar tetap ada seperti sekarang. Saya kasihan kepada Carlos dan Sven Quandt. Namun, tidak adil untuk mengatakan bahwa seorang pereli telah menerima bantuan dari ASO.

“Ini berarti bahwa tahun lalu dan tahun sebelumnya, ketika dia menang, dia juga menerima bantuan. Namun, kami tidak mengatakannya (Sainz dibantu ASO). Kami harus menghormati semuanya, dan ini yang kami butuhkan dalam olahraga.”

Motorsport.com coba mengonfirmasi Al-Attiyah untuk menetahui apakah ia sudah berbicara dengan para rivalnya itu soal isu ini. Tetapi, Nasser Al-Attiyah menjawab dengan santai.

“Belum, dan itu bukan masalah saya. Sven dan Carlos kadang di luar atas. Tetapi inilah olahraga saat Anda mengalami masalah. Jika Anda memperhatikan, tiga atau empat gelaran Dakar lalu, Lucas (Cruz, navigator Sainz) selalu membuat kesalahan.”

Menurut Nasser Al-Attiyah, kesalahan yang dibuat Cruz dirasa wajar karena ia tidak melakukan lomba lain di luar Dakar. Cruz, di mata Al-Attiyah, juga salah satu navigator terbaik.

“Tetapi, ia tidak mendapatkan kesempatan untuk berlomba secara rutin (di luar Dakar). Tahun lalu kami memenangi putaran Kejuaraan Dunia Reli Lintas Alam di sini, Hail, Arab Saudi, karena tahu nantinya akan turun di sini.

“Anda seharusnya tidak diam di rumah dan baru pergi hanya untuk turun di Dakar lalu Dakar berikutnya. Kami bekerja sangat keras. Kami turun dalam empat lomba tahun lalu dan memenangi semuanya, serius.

“Kami mencoba bekerja keras dan memenangi Reli Dakar 2022 ini. Kini, ban dan suspensi yang sama ternyata mampu membuat perbedaan. Saya senang kami bisa memiliki teknologi ini. Tetapi, kami juga harus menghormati organisasi.”

dibagikan
komentar
Dakar 2022: Quintanilla Optimistis meski Pekan Kedua Bakal Sulit
Artikel sebelumnya

Dakar 2022: Quintanilla Optimistis meski Pekan Kedua Bakal Sulit

Artikel berikutnya

Dakar 2022: Tabrak Pemotor, Giniel de Villiers Dapat Ancaman Pembunuhan

Dakar 2022: Tabrak Pemotor, Giniel de Villiers Dapat Ancaman Pembunuhan
Muat komentar