Loncat ke konten utama

Alami Kecelakaan Serius, Juan Cruz Yacopini Urung Tampil di Dakar

Toyota memulai Dakar 2025 dengan kekhawatiran setelah pembalapnya, Juan Cruz Yacopini, terlibat dalam kecelakaan.

Schock vor Rallye Dakar: Schwerer Unfall von Toyota-Pilot Juan Cruz Yacopini

Toyota sekali lagi diwakili dengan sejumlah besar kendaraan di Reli Dakar, yang dilangsungkan di Arab Saudi. Selain tim-tim papan atas, beberapa pereli independen juga mengandalkan Hilux T1 yang terbukti tangguh. Sebanyak 19 mobil masuk dalam daftar peserta di kelas Ultimate.

Toyota Afrika Selatan, yang bertanggung jawab atas pengembangan Hilux, telah mengerjakan ulang detail mobil tersebut. GR Hilux IMT Evo telah dioptimalkan lebih lanjut dengan ketangguhan lebih besar, kenyamanan kokpit lebih baik, dan kinerja mumpuni di medan berpasir.

"Program pengujian kami dengan GR Hilux IMT Evo terbaru sangat ekstensif," kata Team Principal Shameer Variawa. "Kami menyempurnakan setiap detail semaksimal mungkin."

Toyota Gazoo Racing W2RC awalnya berencana untuk memulai dengan empat mobil yang dikemudikan pasangan Juan Cruz Yacopini/Daniel Oliveiras, Saood Variawa/Francois Cazalet, Guy Botterill/Oriol Mena dan Joao Feirreira/FilipePalmeiro. Namun akhirnya, hanya tiga mobil yang akan berada di bivak di Arab Saudi.

Baca Juga:

Beberapa hari sebelum Natal, Yacopini mengalami kecelakaan serius di Argentina, negara asalnya. Dia sedang menghabiskan hari di sebuah danau bersama teman-temannya. Menurut laporan dari Argentina, Yacopini melompat ke dalam air dan kepalanya terbentur. Dia mengalami cedera tulang belakang dalam prosesnya.

Dia sadar di rumah sakit, tetapi sejauh mana cedera pada tulang belakangnya belum diketahui. Toyota menarik mobil Yacopini dan tidak mencalonkan pembalap pengganti. Oleh karena itu, tandemnya, Oliveiras, juga tidak akan turun sebagai navigator.

"Dia sudah seperti saudara bagi saya. Yang terpenting adalah kesembuhan Juan," tegas Oliveiras di Diario de Girona. Karena ketidakpastian cedera yang dialaminya, pereli asal Spanyol ini juga mengatakan, "Ada kemungkinan dia tidak akan pernah bisa membalap di level tertinggi lagi."

Al-Rajhi/Gottschalk akan kembali

Di antara para pesaing di kubu Toyota adalah Yazeed Al-Rajhi dan Timo Gottschalk, yang kembali membalap untuk tim Overdrive. Sebagai juara bertahan, Hilux mereka menyandang nomor start 201. Setelah memenangi Dakar, mereka mengalami tahun yang penuh pasang surut.

Terjadi kecelakaan serius di Reli Yordania pada April. Al-Rajhi mengalami patah dua tulang belakang dan Gottschalk juga mengalami cedera punggung. Keduanya telah pulih dan kembali berkompetisi.

Meski tersingkir dari Reli Maroko, mereka baru-baru ini memenangi Bajas yang lebih kecil di Arab Saudi, yaitu Qassim Baja dan Jeddah Baja. "Setelah kecelakaan di Yordania, saya sudah lama tidak mengendarai mobil reli," kenang Gottschalk.

 

Namun pereli asal Jerman ini dengan cepat meyakinkan: "Tentu saja saya merasa baik. Saya sudah mendapat izin dari dokter, punggung saya terasa nyaman dan saya sudah menempuh jarak yang cukup jauh dengan motor saya."

Overdrive memiliki total tiga Hilux di awal. Selain Al-Rajhi/Gottschalk, mereka adalah Hernan Garces/Juan Pablo Latrach dari Chili dan Ronan Chabot/GillesPillot dari Prancis. Namun, mereka tidak memiliki versi terbaru dari Hilux seperti para juara bertahan.

Ada tim swasta baru di garis depan yang mengandalkan Toyota: Energylandia dari Polandia. Eryk Goczal membuat sensasi di tahun 2023 ketika ia menjadi pembalap termuda yang memenangkan tahapan di kelasnya. Ia juga meraih kemenangan secara keseluruhan di kelas T4 side-by-side.

Pada tahun 2024, keluarga Goczal berkompetisi di kelas Challenger T3, tetapi kendaraan mereka didiskualifikasi karena masalah teknis. Pada tahun 2025, mereka absen di Arab Saudi. Sekarang keluarga Goczal menyerang di kelas Ultimate. Ayah Eryk, Marek, dan pamannya, Michal, juga mengendarai Hilux.

Toyota telah meraih total empat kemenangan secara keseluruhan di Reli Dakar. Nasser Al-Attiyah menang pada tahun 2019, 2022 dan 2023, serta Al-Rajhi pada tahun 2025.

Artikel sebelumnya Kenapa Reli Dakar Tidak Lagi Digelar di Afrika
Artikel berikutnya Reli Dakar 2026: Para Favorit Kategori Motor

Top Comments