Audi Bentuk Dream Team untuk Dakar 2022

Keinginan Audi membentuk dream team untuk Reli Dakar 2022 terwujud. Carlos Sainz menjadi kapten dari skuad yang akan berdebut di kategori hibrid 4x4.

Audi Bentuk Dream Team untuk Dakar 2022

Debutan asal Jerman tersebut sudah menebar ancaman sejak jauh-jauh hari. Mereka menggabungkan dua pereli jagoan Dakar, Sainz dan Stephane Peterhansel, serta Mattias Ekstrom.

Sebelum reli yang berlokasi di Arab Saudi, 1-14 Januari 2022, dimulai, para pembalap tersebut mesti membantu pengembangan sekaligus menguji mobil yang akan dibekali powertrain listrik. Audi pun berkolaborasi dengan Q Motorsport dalam membuat mesin khusus Dakar, menggabungkan konsep yang digunakan dalam Formula E dan DTM.

CEO Audi Sport, Julius Seebach, mengumumkan kemajuan dalam membentuk line-up yang bernilai lebih dibanding tim lain.

“Tidak berlebihan kalau membicarakan Dream Team. Stephane pembalap Dakar yang tersukses sepanjang waktu. Carlos kampiun di Dakar dan Kejuaraan Dunia Reli (WRC). Sedangkan Mattias dan kami berbagi keberhasilan di masa lalu. Dia salah satu pembalap serbabisa,” ujarnya.

“Selain punya kecepatan, semua sangat berpengalaman dan motivasi pada tim. Hal serupa pada pembalap, yang memegang peran penting makin meningkat dalam reli ini.”

Pasangan baru dari Prancis, Peterhansel-Edouard Boulanger, membidik kemenangan perdana dalam mobil berteknologi hibrid di Dakar. Pria 55 tahun itu mengunci titel ke-14 reli paling berbahaya musim lalu. Ia memperkuat Mini.

“Dakar merupakan petualangan terbaru di dunia ini, yang di ambang perubahan radikal. Masa depan adalah listrik. Dalam 10 tahun, setiap orang akan mengemudi mobil listrik. Dakar menjadi tes ekstrim untuk teknologi,” ujar Peterhansel.

“Kami ingin menjadi tim pertama yang menang di Reli Dakar dengan power train listrik. Saya menantikan mengambil proyek ambisius dengan Audi.”

Sainz masih berpasangan dengan navigator kepercayaan Lucas Cruz, yang membantunya menjuarai tiga edisi Dakar tersebut. Ayah pembalap Ferrari Carlos Sainz Jr. itu tak gentar melihat perubahan teknis.

“Pada 59 tahun, saya masih lapar, kalau tidak, saya pasti tak mau menerima tantangan baru. Meski sejak kecil, impian saya menjadi pereli. Hasrat saya tidak berubah. Audi Quattro mengubah WRC selamanya,” katanya.

Baca Juga:

“Sekarang, kami akan mencoba hal-hal serupa di Dakar. Para engineer punya kebebasan ekstra di Dakar daripada kompetisi lain. Saya percaya penuh kepada engineer Audi dan mencoba membantu mereka dengan pengalaman untuk mengembangkan mobil kencang dan sukses.

“Dakar menantang, terutama untuk powertrain listrik. Itu proyek fantastis dan ekstrim. Saya tak sabar mencoba mobil itu untuk pertama kali. Apa yang saya lihat sejauh ini, memberikan keyakinan.”

Sementara itu, Ekstrom, juara DTM dua kali dan kampiun World Rallycross 2016, menggandeng Emil Bergkvist sebagai co-driver. Ia merupakan juara dunia reli 2018.

“Dakar tak diragukan sebagai salah satu petualangan paling menyenangkan dalam karier saya. Dapat menghadapi proyek menarik ini bersama-sama dengan tim, dengan siapa saya merayakan kesuksesan terbesar, fantastis,” ia menjelaskan.

“Meski tahun ini, saya akan berusia 43 tahun, saya masih muda dibandingkan Carlos dan Stephane. Dalam olahraga ini, Anda perlu banyak pengalaman di semua area. Saya masih harus belajar banyak, tapi menantikan momen tersebut.”

Pria Swedia itu berdebut di Dakar 2021 pada kategori T3 dengan Yamaha YXZ1000R. Mereka tereliminasi pada etape ketujuh.

Audi akan menguji mobil hibrid pada Goodwood Festival, 8-11 Juli, dan memulai tes intensif pada musim panas.

dibagikan
komentar
Ikut Balap Gurun Pasir, Price Rekrut Manajer Top Supercars
Artikel sebelumnya

Ikut Balap Gurun Pasir, Price Rekrut Manajer Top Supercars

Artikel berikutnya

Dipertahankan KTM, Price Targetkan Tambah Gelar Reli Dakar

Dipertahankan KTM, Price Targetkan Tambah Gelar Reli Dakar
Muat komentar