Kevin Benavides Dedikasikan Kemenangan untuk Mendiang Paulo Gonsalves

Kevin Benavides mendedikasikan kemenangannya di etape kesembilan Dakar 2021 untuk Paulo Goncalves. Pembalap tersebut meninggal akibat insiden di ajang yang sama setahun lalu.

Rider Monster Energy Honda tersebut makin bertaring seiring dengan berjalannya waktu. Benavides jadi yang tercepat pada rute memutari Neom, 579 km (special stage 456 km).

Hari itu, 12 Januari, tepat setahun peringatan kematian Paulo Goncalves setelah mengalami insiden di etape ketujuh Dakar 2020.

Ia memiliki kedekatan khusus dengan pembalap Portugal, bukan saja karena mereka rekan setim di Hero. Namun, Goncalves juga menjadi mentor yang baik di awal kiprah rider Argentina itu di Reli Dakar.

Ada rasa sedih yang diolah jadi motivasi untuk mempersembahkan kesuksesan bagi sahabatnya.

“Hari yang sangat berat dan spesial bagi saya karena hari ini, setahun lalu, teman saya, Paulo meninggal. Saya turun untuk menjalani etape sebaik mungkin dan kemenangan ini untuknya,” ucap Benavides.

Baca Juga:

Sesaat setelah merayakan kemenangan, ia mendengar kabar buruk bahwa adiknya, Luciano, jatuh di km 242 dan mengalami dislokasi bahu. Insiden terjadi ketika mereka terpaut 3 menit 30 detik.

“Saya gembira dengan pekerjaan yang bisa saya lakukan tapi saya juga menghadapi kombinasi emosi, karena saya baru mengetahui di akhir etape bahwa adik saya, Luciano jatuh dan cedera. Rasanya aneh. Anda tidak bisa bahagia sepenuhnya. Saya tahu kondisinya baik-baik saja dan membuat saya tenang,” ia menjelaskan.

Benavides berada di peringkat kedua klasemen sementara, selisih 11 menit 24 detik, dari Jose Ignacio Conejo. Ia tinggal memelihara konsistensi finis di urutan depan.

“Sekarang saya harus fokus, ada tiga hari lagi untuk melanjutkan pertarungan-pertarungan, satu momen ke momen lain. Berkonsentrasi hari demi hari,” katanya.

Honda menempatkan empat pembalapnya di lima besar Dakar 2021. Cornejo secara mengejutkan berkuasa di puncak klasemen.

Jalannya menuju tampuk juara lebih lebar karena Toby Price, salah satu penantang, mengalami kecelakaan sehingga terpaksa diterbangkan ke rumah sakit.

“Hari ini, stage sangat berat, banyak batu dan sangat jauh. Saya keluar pertama dan idenya membuka secepat mungkin sehingga siapa pun yang ada di belakang tidak mampu mendahului, dalam jangka waktu panjang,” ujar Nacho.

“Sungguh disayangkan, Toby jatuh dan semoga tak ada yang serius. Itu yang tidak mau kami dengar, bahwa salah satu dari kami jatuh atau terbentur. Saya harap ia cepat pulih dan kondisinya bagus.

“Untuk etape, saya dapat membuka sepanjang hari, 456 km, menekan, itu sangat panjang dan melelahkan, tapi saya kira saya berhasil dan saya tidak mau membuang waktu dengan pembalap yang menang hari ini. Saya gembira untuknya. Tugas selesai hari ini, makin sedikit pada akhirnya dan sekarang istirahat dan fokus pada stage 10.”

dibagikan
komentar
Sainz: Kami Menyelesaikan Etape 9 Tanpa Rem
Artikel sebelumnya

Sainz: Kami Menyelesaikan Etape 9 Tanpa Rem

Artikel berikutnya

Al-Attiyah: Segalanya Masih Memungkinkan

Al-Attiyah: Segalanya Masih Memungkinkan
Muat komentar