Sainz dibebaskan dari penalti atas insiden Stage 7

Pemimpin klasemen kategori mobil, Carlos Sainz, dibebaskan dari penalti 10 menit yang didapatnya setelah Peugeot menghadirkan bukti baru terkait insiden dengan pereli quad, Kees Koolen.

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz
#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz

Foto oleh: Peugeot Sport

Koolen melayangkan komplain pada penyelenggara reli Dakar setelah stage La Paz - Uyuni, ia mengaku bahwa ia telah ditabrak oleh Peugeot yang dikendarai Sainz, dan tidak turun untuk membantunya setelah kontak.

Dua kalo juara WRC itu akhirnya diganjar penalti 10 detik atas tindakan yang berpotensi membahayakan, namun sanksi tersebut tidak memuaskan kedua belah pihak. Sainz mengungkapkan penalti tersebut membuatnya muak, sementara Koolen merasa penalti tersebut terlalu ringan, dan mengancam mengangkat insiden tersebut ke meja hijau.

Pada Selasa [16/1] malam, Peugeot mengatakan keputusan tersebut tidak masuk akal, dan berniat mengajukan banding. Mereka memberi stewards Dakar dengan telemetri dari 3008DKR Maxi yang dikemudikan Sainz, dan informasi lainnya yang relevan.

Hal ini mendorong pembatalan penalti dan penerbitan surat peringatan kepada mobil #303 [Sainz/Lucas Cruz] untuk lebih berhati-hati saat menyalip kompetitor lain."

"The telemetry does not show any crashes," said Peugeot Sport boss Bruno Famin. "Maybe a brush, but nothing like an impact. The accelerometer didn't register it, just as Carlos hadn't.

"Telemetri tidak menunjukkan kecelakaan apapaun," terang bos Peugeot Sport, Bruno Famin. "Mungkin sedikit sentuhan, namun tidak seperti benturan. 

"Dalam telemetri Anda dapat melihat Carlos membututi quad selama 12 detik dalam kecepatan 50 km/h, lalu saat quad kehilangan kendali ia mengerem hingga 37 km/j.

"Jelas bahwa Carlos mengerem dengan keras dan memutar setir kemudinya dengan tajam untuk menghindari quad.

"Saya telah membaca pernyataan dari pereli quad tersebut. Saya pikir tindakan Carlos dalam insiden ini sempurna, dan saya pikir pereli quad itu harus berterima kasih kepada Carlos karena telah menghindarinya. Itu faktanya.

"Ini masalah akal sehat. Kami sangat senang pengawas reli menganalisa fakta dan melihat berkasnya lagi untuk kembali mempertimbangkan keputusan mereka.

"Kami senang bahwa mereka membatalkan penalti, sejak dua hari lalu mereka tidak memiliki semua data untuk membuat keputusan. Mereka melakukan analisa yang bagus."

Dengan dibatalkannya penalti tersebut, Sainz saat ini unggul 1 menit 45 detik dari rekan satu timnya, Stephane Peterhansel, pada klasemen umum mobil.

Dengan tiga hari tersisa, dan 1012 kilometer tersisa, Sainz menjadi unggulan untuk memenangi Dakar keduanya.

Carlos Sainz, Peugeot Sport with the media

Carlos Sainz, Peugeot Sport with the media
1/8

Foto oleh: Peugeot Sport

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz
2/8

Foto oleh: Peugeot Sport

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz
3/8

Foto oleh: Peugeot Sport

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz
4/8

Foto oleh: Peugeot Sport

5/8

Foto oleh: Peugeot Sport

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz
7/8

Foto oleh: Peugeot Sport

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz

#303 Peugeot Sport Peugeot 3008 DKR: Carlos Sainz, Lucas Cruz
8/8

Foto oleh: Peugeot Sport
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Dakar
Event Dakar
Pembalap Carlos Sainz , Kees Koolen
Tim Peugeot Sport
Tipe artikel Breaking news