Dakar 2021 Terapkan Protokol Anti-Covid-19 Secara Ketat

Amaury Sport Organization (ASO), selaku promotor, telah menyiapkan protokol anti-Covid-19 yang unik agar Reli Dakar 2021 dapat diselenggarakan tanpa kendala.

Dakar 2021 Terapkan Protokol Anti-Covid-19 Secara Ketat

Edisi ke-43 ajang reli cross-country legendaris tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3-15 Januari di Jedah, Arab Saudi.

Sepanjang kompetisi, para peserta akan menyelesaikan total 12 etape ditambah dua prolog, Sabtu (2/1/2021), untuk menentukan urutan start.

Berdasar pengalaman ASO menggelar ajang balap sepeda Tour de France dan Vuelta a Espana, mereka berhasil menetapkan protokol anti-Covid-19.

Terhitung sejak 27 Desember lalu, saat peserta pertama tiba di Jedah, ASO sudah menerapkan langkah pencegahan, yang terdiri dari tiga prinsip dasar.

Protokol yang telah dapat persetujuan otoritas kesehatan Arab Saudi meliputi: tes PCR rutin, penerapan bubble dan pembatasan sosialisasi.

ASO pun telah merinci secara detail seperti apa tindakan kongkret regulasi anti-Covid-19 yang akan diberlakukan dalam Dakar 2021.

Baca Juga:

Mereka merekomendasikan agar semua pereli membatasi interaksi selama liburan Natal dan melakukan tes PCR satu minggu sebelum keberangkatan.

Selain tu, ASO juga meminta seluruh peserta mengantisipasi kemungkinan pergantian personel jika anggota timnya dinyatakan positif Covid-19.

Setiap partisipan juga diwajibkan menunjukkan bukti hasil tes negatif PCR dua hari sebelum menuju Jedah dan melakukan vaksinasi flu.

Begitu tiba di Jedah, setiap peserta harus menjalani isolasi mandiri selama 48 jam dan kembali tes PCR pada tanggal 1 dan 2 Januari di Stadion King Abdullah.

Hasil tes sangat menentukan bagi seluruh tim karena menjadi syarat untuk bisa masuk ke kamp Dakar 2021, yang akan berfungsi sebagai bubble raksasa.

Setelah berada di dalam kamp, berkapasitas sekitar 2.400 orang, penggunaan masker dan penerapan jaga jarak diwajibkan tanpa terkecuali.

Penyelenggara juga nanti membagikan perlengkapan sanitasi untuk peserta (masker dan gel hidroalkohol). Kepatuhan mereka akan dipantau secara ketat.

Jika ada pereli atau anggota tim melanggar protokol, pengawas akan memperingatkan. Bila dilakukan berulang kali, mereka bisa didiskualifikasi.

Kamp Dakar juga memiliki laboratorium keliling yang selalu siap melakukan tes PCR seandainya ditemukan kasus atau gejala Covid-19.

Pereli Tim MINI X-Raid, Carlos Sainz, berambisi mempertahankan titelnya dalam Reli Dakar 2021 yang akan digelar di tengah pandemi Covid-19.

Pereli Tim MINI X-Raid, Carlos Sainz, berambisi mempertahankan titelnya dalam Reli Dakar 2021 yang akan digelar di tengah pandemi Covid-19.

Foto oleh: Press Image

Area umum seperti toilet hingga ruang makan akan dibersihkan secara teratur dan juga disesuaikan agar penerapan jarak sosial tetap terjaga.

Selain pereli dan anggota tim, yang telah dibatasi, ASO tidak mengizinkan siapa pun memasuki bubble. Mereka akan berkegiatan di sana hingga Dakar berakhir.

Penerapan sub-bubble juga akan diberlakukan selama Dakar 2021. Masing-masing tim tak diizinkan berinteraksi dengan anggota tim lainnya.

Jika ditemukan kasus positif Covid-19 saat Dakar berlangsung, ASO akan menugaskan laboratorium kelilingnya untuk melakukan tindakan yang diperlukan.

Pereli maupun anggota tim yang mengalami gejala, jika terbukti positif, maka wajib mengungkapkan kontak-kontak yang mereka lakukan agar bisa dilacak.

Setelah itu, mereka otomatis akan keluar dari bubble untuk menjalani isolasi di tempat aman (safe house) yang telah disiapkan penyelenggara.

Mereka harus mematuhi kebijakan karantina 14 hari yang telah ditetapkan otoritas kesehatan Arab Saudi sebelum diizinkan kembali ke negara asalnya.

 

dibagikan
komentar
Ambisi Honda Pertahankan Gelar Juara Reli Dakar

Artikel sebelumnya

Ambisi Honda Pertahankan Gelar Juara Reli Dakar

Artikel berikutnya

Al-Attiyah Tantang Sainz Pertahankan Gelar Dakar

Al-Attiyah Tantang Sainz Pertahankan Gelar Dakar
Muat komentar