Perang Komentar Audi dan Bos Dakar soal Kontroversi Roadbook Etape 1

Kontroversi tentang roadbook etape 1 Reli Dakar 2022, yang digelar di Arab Saudi, memanas setelah pihak Audi dan direktur Dakar terlibat perang komentar di media.

Banyak pembalap tersesat di km 257,6 ketika mencoba menaklukkan special stage 1, . Meski bisa menemukan jalan yang benar, mereka sudah kehilangan banyak waktu.

Nada-nada kesal terdengar di bivak Al Qaisumah, yang terletak 100 km dari perbatasan dengan Kuwait. Bos Q Motorsport, mitra senior Audi Sport, Sven Quandt, yang paling kencang mengritik road book.

Meski ASO, promotor Dakar 2022, memberi penjelasan tapi sepertinya tak berpengaruh. Kendati demikian, Audi tak bisa mengklaim hak mereka dan memilih mempelajarinya.

Langkah tersebut beralasan jika melihat regulasi FIA World Rally-Raid, pasal 14.2.1, yang berbunyi, “Roadbook diciptakan dan ditinjau oleh para profesional. Tidak ada keluhan yang bisa didaftarkan terhadap indikasi roadbook”.

Quandt mengungkapkan, “Kami telah banyak berdiskusi selama 24 jam dan kami masih mempertimbangkan bahwa roadbook tidak tepat. Jika itu menunjukkan bahwa rata-rata kami menuju ke arah 10 derajat dan kemudian kami harus pergi ke arah 280 derajat.

Baca Juga:

“Saya kira penyimpangannya besar. Banyak kompetitor yang tersesat dan ini sungguh mengejutkan. Saat ini, penyelenggara tidak menerima apa pun dan mengatakan sudah melakukan yang terbaik, yang mana sungguh disayangkan, karena seharusnya tidak dijalankan seperti ini.”

“Beberapa tim menemukan itu, tapi mereka malah lurus ke kiri dan luar biasa bagaimana mereka menemukan jalan benar. Jelas bahwa roadbook salah, semua tahu.

“Tapi, regulasi mengatakan bahwa Anda tidak dapat mengakukan protes terkait roadbook, tapi jika mereka melakukan kesalahan seperti ini, mereka membuat hidup kami sangat sulit. Roadbook mestinya lebih presisi.”

Keberhasilan pereli Toyota Gazoo Racing, Nasser Al-Attiyah dan navigatornya Mathieu Baumel, memimpin etape tersebut, menyulut emosi Quandt. Ia pun menyindir keduanya dalam wawancara dengan Teledeporte.

“Sungguh lucu kalau satu mobil dapat menemukan jalan yang tepat…Kami pikir mereka mungkin punya informasi lain karena kalau tidak, mustahil menemukan jalan tersebut,” ucapnya.

Beberapa hari kemudian, manajer Jerman itu menglarifikasi maksudnya, “Saya tidak berkata seperti itu (bahwa Al-Attiyah punya informasi ekstra). Satu-satunya yang saya katakan adalah jelas sekali kalau ada dua mobil tidak salah dan berada di jalur tepat, sama seperti beberapa motor. Mungkin mereka sangat pintar sehingga berhasil.”

Dikutip dari AFP, direktur Dakar, David Castera, tidak terima dengan tudingan Quandt. Ia menegaskan aturan lebih ketat dari sisi navigasi.

“Saya menemukan sungguh mengejutkan mendapat tuduhan tanpa bukti. Kerahasiaan trek sudah sangat diperkuat,” tuturnya.

“Mathieu tidak punya peta dan tak bisa mempelajari sebelumnya. Menurut Sven Quandt, penyelenggara telah memberikan petunjuk-petunjuk di GPS. Tapi untuk mengikuti petunjuk, Anda butuh telepon dan GPS, yang mana itu dilarang sekarang.

“Untuk dua tahun, kami punya kamera pengawas untuk mobil. Ada yang menyorot bagian depan kru dan pandangan belakang. Kami lihat apa yang mereka lakukan dengan tangan selama etape. Sejak (Minggu) malam, tim-tim saya melihat bagian di mana para pembalap salah. Tidak ada keanehan.”

dibagikan
komentar
Dakar 2022: Al-Attiyah Prediksi Loeb Rival Terberat
Artikel sebelumnya

Dakar 2022: Al-Attiyah Prediksi Loeb Rival Terberat

Artikel berikutnya

Menangi Etape 2, Sebastien Loeb Merasa seperti Balapan di WRC

Menangi Etape 2, Sebastien Loeb Merasa seperti Balapan di WRC
Muat komentar