Cyril Despres Turun di Dakar Didampingi Navigator Cantik

Cyril Despres akan kembali turun di Reli Dakar, tahun depan, di balik kemudi Peugeot DKR 3008. Namun, tahun ini ia berganti co-driver.

Cyril Despres Turun di Dakar Didampingi Navigator Cantik

Pada keikutsertaan untuk kali ke-21 di Reli Dakar, Despres masih akan turun bersama PH Sport. Kendati begitu, di Arab Saudi pada awal Januari 2022 nanti, ia tidak akan didampingi Mike Horn sebagai navigator.

Pada lomba berjarak lebih dari 8.000 km selama 13 hari nanti, untuk kali pertama pereli asal Prancis tersebut akan didampingi co-driver cantik asal Afrika Selatan, Taye Perry.

“Saya senang bisa turun untuk kali ke-21 di Reli Dakar. Saya masih akan menggeber DKR 3008 yang dioperasikan PH Sport dan co-driver saya nanti adalah Taye Perry. Kali ini, Mike Horn akan mendukung saya dari balik layar,” tutur Despres, 47 tahun.

“Saya masih seorang atlet dan masih ikut membantu pengembangan proyek Gen Z dan mobil murni bertenaga hidrogen. Ini sangat penting untuk tetap menghidupkan balapan.”

Despres mengawali karier di Reli Dakar dengan turun di kategori sepeda motor pada 2000 dan langsung finis di P16. Ia baru mampu menembus finis lima besar di klasemen akhir mulai 2003.

Cyril Despres, Taye Perry, berlatih di atas Peugeot 3008 DKR untuk persiapan Reli Dakar 2022.

Cyril Despres, Taye Perry, berlatih di atas Peugeot 3008 DKR untuk persiapan Reli Dakar 2022.

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Setelah itu sejarah mencatat, Despres mampu lima kali menjuarai Reli Dakar kategori sepeda motor hingga lima kali (2005, 2007, 2010, 2012, 2013). Hebatnya, antara 2003 sampai terakhir berlomba dengan sepeda motor pada 2014, Despres tidak pernah finis di luar empat besar.

Pada 2015, Despres mulai turun dengan mobil. Hasil finis terbaiknya adalah P3 pada Reli Dakar 2017 bersama Peugeot. Pada 2020, Despres turun dengan SSV, kendaraan kategori mobil namun masuk kelas T3 (mobil kelas T1 dan T2). Sayang, ia tidak mampu finis.

Sedangkan tahun lalu, Despres mampu finis di P10 juga dengan Peugeot 3008 DKR. Kendati hanya turun bersama tim privat, Despres mengaku akan mengambil banyak data untuk pengembangan mobil Gen Z nanti.

Di sisi lain, Taye Perry tidak menyebut target di Reli Dakar 2022 bersama Despres. Maklum, tahun depan baru kali ketiga ia turun di reli paling ganas di dunia tersebut.

Pada 2020, Perry bersama Kirsten Landman menjadi pereli wanita pertama asal Afrika yang turun dengan sepeda motor di Reli Dakar. Saat itu, Perry mampu finis di P77.

Taye Perry, KTM 450 Rally Replica, saat turun di kategori sepeda motor pada Reli Dakar 2020.

Taye Perry, KTM 450 Rally Replica, saat turun di kategori sepeda motor pada Reli Dakar 2020.

Foto oleh: A.S.O.

Di Reli Dakar 2021, Perry turun di kategori mobil dengan menjadi navigator Bryan Baragwanath untuk Century Racing Team.

Bersama Baragwanath, Perry berhasil finis di P7 kategori Mobil T1.3 berbahan bakar bensin berpenggerak roda 2-wheel drive.

“Saya senang bisa mendampingi salah satu legenda Dakar, Cyril Despres, pada lomba tahun depan yang juga menjadi keikutsertaan ketiga saya di ajang ini,” kata Perry.

“Lomba-lomba saya sebelumnya sungguh gila, selalu dibayangi ketidakpastian. Meskipun begitu, saya mampu berkembang. Saya selalu belajar untuk menjadi lebih baik atas apa yang sudah saya kerjakan dan siapa saya.

“Saya tahu bila navigasi di Dakar menjadi lebih menantang dan rumit setiap tahunnya. Jadi, saya sudah tidak sabar untuk melibas medan-medan lomba Reli Dakar tahun depan.”

Baca Juga:

 

dibagikan
komentar
Prodrive Turunkan Tiga Pereli di Reli Dakar 2022
Artikel sebelumnya

Prodrive Turunkan Tiga Pereli di Reli Dakar 2022

Artikel berikutnya

Masuki Persiapan Akhir, Red Bull KTM Siap Tempur di Dakar

Masuki Persiapan Akhir, Red Bull KTM Siap Tempur di Dakar
Muat komentar