Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Dakar Dakar

Incar Juara Dakar 2023, Honda Kirim Empat Pembalap

Honda mengirim empat rider, yakni Ricky Brabec, Pablo Quintanilla, Jose Ignacio "Nacho" Cornejo dan Adrien van Beveren ke Reli Dakar 2023. Sasaran mereka tentu saja kemenangan.

(Ki-ka) Ignacio Cornejo, Ricky Brabec, Adrien van Beveren dan Pablo Quintanilla dalam presentasi tim Honda untuk Dakar 2023

Honda telah memenangi dua dari tiga edisi Dakar di Arab Saudi. Ricky Brabec berjaya pada 2020 dan edisi berikutnya milik Kevin Benavides.

Sayangnya, kemenangan itu malah membuat pabrikan sayap tunggal dan Benavides berpisah. Rider Argentina menerima tawaran KTM.

Pada 2022, peringkat terbaik didapat Quintanilla yang finis P2, di belakang Sam Sunderland (GasGas).

Ekspektasi mereka kembali meningkat untuk Dakar 2023. Tanggung jawab itu dipikul kuartet Brabec, Quintanilla, van Beveren dan Cornejo. Joan Barreda mengendarai Honda di luar tim pabrikan tetapi mendapat dukungan teknis yang sama.

Dalam kejuaraan dunia, Honda memenangi gelar pabrikan di depan KTM pada 2022. Pendatang baru, Van Beveren, memenangi Reli Andalusia di musim gugur. Rider Prancis, yang telah membalap untuk Yamaha dalam beberapa tahun terakhir, menyeberang ke Honda.

Tidak ada team order di Honda, seperti yang ditegaskan manajer tim Ruben Faria.

"Tidak, karena kami memiliki empat pembalap kuat yang bisa memenangkan Dakar. Tidak ada strategi. Tentu saja kami akan mengevaluasi strategi kami di paruh waktu,” ujarnya.

"Jika ada pembalap yang bisa menang, maka kami akan melihat bagaimana pembalap lain bisa membantunya."

Tim Honda telah menggunakan taktik ini selama beberapa tahun terakhir. Tidak ada ujung tombak yang jelas.

"Kami bekerja sangat keras untuk mempersiapkan Dakar," kata Brabec. "Kami fokus pada navigasi dan kecepatan, dan memastikan untuk tetap sehat. Kami sangat percaya diri. Kami ingin menjadi nomor 1 lagi.

"Sepertinya rutenya akan mirip dengan tahun 2020. Rutenya di sepanjang pantai. Area ini membantu saya pada 2020 dengan bebatuan dan medan yang keras. Saya menantikan balapan di wilayah yang sama. Semoga kami bisa mendapatkan waktu yang baik.

Baca Juga:

"Sebagai pemenang Dakar, tekanannya tidak terlalu tinggi karena saya tahu bagaimana melakukannya. Tapi, reli selalu rumit. Ada begitu banyak variabel sehingga segala sesuatu mungkin terjadi sampai mil terakhir. Kami harus tetap fokus dan melakukan yang terbaik."

Quintanilla mengincar kemenangan pertamanya secara keseluruhan. Pembalap asal Cile ini sudah 2 kali berada di urutan keempat, ketiga 1 kali dan kedua 2 kali. Namun, persiapannya tidak maksimal, karena cedera akibat terjatuh saat Reli Maroko.

"Itu sebabnya saya tidak bisa berkendara di Reli Andalusia, tapi sekarang saya merasa fisik saya baik lagi. Saya butuh istirahat dan harus melakukan banyak fisioterapi. Saat ini, saya merasa bugar untuk Dakar,” ia mengungkapkan.

Presentasi tim Honda untuk Dakar 2023

Presentasi tim Honda untuk Dakar 2023

Foto oleh: Honda

"Kepercayaan diri saya juga datang dari pengalaman saya. Saya telah belajar banyak dalam 10 edisi. Saya finis kedua terakhir kali. Saya tahu saya bisa melakukannya dan saya tahu ini bukan mimpi."

"Nacho" Cornejo mengejar tujuan yang sama. Pada 2021, pembalap Cile itu memimpin klasifikasi umum untuk waktu yang lama, tetapi kemudian dia jatuh di etape 10 dan harus berhenti. "Kami bekerja keras untuk memenangi balapan di depan. Saya pikir kami bisa melakukannya," tutur Cornejo optimistis.

Van Beveren juga pernah beberapa kali berpeluang menjuarai Dakar. Pada 2022, ia memimpin klasemen keseluruhan tiga hari menjelang finis, tetapi pada akhirnya hanya mendarat di urutan keempat. Setelah Dakar, Yamaha mengakhiri programnya.

Van Beveren beralih ke Honda. Di Reli Maroko dan Andalusia, ia memenangi setengah dari kompetisi. Pembalap tersebut membuat kesan yang kuat.

"Itu adalah pergantian tim pertama dalam karier saya," ia merujuk pada waktu yang lama bersama Yamaha.

"Saya ingin menunjukkan kepada Honda bahwa mereka membuat pilihan tepat. Saya beradaptasi dengan mudah dengan Honda. Ini adalah motor yang efisien dan aman, terutama di atas bebatuan. Untuk mendeskripsikan motor ini dalam tiga kata, saya akan mengatakan nyaman, stabil dan cepat.

"Tapi, saya tidak dalam mode sekarang atau tidak sama sekali. Saya ingin melakukannya selangkah demi selangkah. Podium akan sangat bagus karena saya tidak pernah melakukannya. Saya telah memenangi etape di Maroko dan Andalusia, tetapi Dakar adalah langkah di atas. Apa pun bisa terjadi."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Deretan Mobil yang Dikemudikan Carlos Sainz dalam Dakar
Artikel berikutnya Regulasi Dakar Diubah, Pereli Mobil Tak Bisa Gali Info Lawan

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia