Inovasi Baru di Reli Dakar 2021

Seperti tahun lalu, Reli Dakar 2021 akan kembai digelar di Arab Saudi. Namun, kali ini dengan rute dan sejumlah inovasi baru untuk meningkatkan standar keselamatan.

Pada edisi ke-43 Reli Dakar, Amaury Sport Organisation (ASO) sejatinya ingin mencari negara baru untuk menjadi pendamping Arab Saudi dalam gelaran tahun depan. Namun, pandemi Covid-19 dan berbagai masalah membuat lomba tahu depan tetap digelar di Arab Saudi dengan start dan finis di Jeddah pada 3-15 Januari 2021.

Kendati begitu, Direktur Sport ASO David Castera dan timnya sudah melakukan banyak perubahan dan mempersiapkan rute baru hingga 80-90 persen. Tujuannya untuk meningkatkan aspek keselamatan pereli setelah kematian tragis dua peserta kategori motor, Paulo Goncalves dan Edwin Straver, pada Reli Dakar 2020 lalu.

Jalur Bertanda Dibagikan Pagi

Tahun lalu, peta jalur dengan warna diberikan sebelum start di enam dari total 12 etape. Kini, buku berisi informasi soal jarak lomba, area berbahaya, dan trek spesial yang ditunjukan lewat anak panah, simbol, atau angka itu diberikan hanya beberapa menit sebelum start di tiap etape.

Rinciannya, 10 menit sebelum start bagi pereli mobil dan truk serta 20 menit untuk kelas motor dan quad. Tujuannya adalah agar peserta tidak tahu dengan detail rute lomba untuk memberikan tantangan tentang navigasi. 

Baca Juga:

Peta Jalur Peserta Elite Kelas Mobil, SSV, dan Truk

Pada Reli Dakar 2021 nanti, peserta mobil akan mendapatkan peta jalur elektronik dengan format tablet. Teknologi ini sudah diuji pada Andalusia Rally 2020 lalu.   

File akan diunggah penyelenggara langsung di area start agar peserta tidak bisa lebih dulu mempelajarinya. Sekitar 35 peserta elite kategori mobil, 10 SSV (mobil mini), dan 15 pereli truk akan menggunakan peta elektronik ini.

Pereli motor belum sempat diuji karena adanya pandemi Covid-19. Mungkin, sistem elektronik ini baru pada 2022 bisa mereka gunakan. Karenanya, untuk pereli motor nanti masih menggunakan peta kertas.

Rompi Udara ala MotoGP

Setelah kematian Concalves dan Straver, pabrikan-pabrikan yang turun di Kejuaraan Dunia Reli Lintas Alam serta FIM berdiskusi pada Maret lalu untuk membicarakan soal keselamatan pereli.

Salah satu solusinya tak lain menyediakan rompi yang dilengkapi kantung udara (airbag). Perlengkapan ini serupa dengan yang sudah digunakan para pembalap MotoGP bertahun-tahun. Digerakan secara elektronik, airbag akan otomatis mengembang jika mendeteksi adanya pengereman mendadak.

Ada dua airbag yang wajib digunakan peserta kategori sepeda motor di Reli Dakar 2021 nanti. Menariknya, udara di dalam airbag ini bisa diisi ulang sehingga bisa digunakan lagi meskipun sudah pernah mengembang. 

Memperlambat Sepeda Motor

Dalam pertemuan dengan FIM pada Maret lalu, selain airbag kesepakatan lainnya adalah mengurangi kecepatan sepeda motor. Namun, sejumlah pabrikan menolak rencana pemakaian sistem intake baru karena itu akan mengubah spesifikasi mesin dan butuh bujet besar. Padahal, mereka sudah dihantam krisis ekonomi karena Covid-19.

Karena itulah FIM akhirnya meminta rencana penggunaan komponen tersebut pada Reli Dakar 2021 ditunda sampai 2022. Penyelenggara Reli Dakar 2021 pun akhirnya menggunakan regulasi untuk membatasi kecepatan motor.

Baca Juga:

Tahun depan, peserta kelas motor hanya boleh sekali mengganti piston. Penalti 10 menit akan dikenakan jika dua kali melakukannya. Lalu, setiap motor hanya boleh memakai enam ban belakang untuk 12 etape dan prolog. Penalti 30 menit sudah menanti jika pemakaian ban belakang lebih dari itu.

Dengan begitu, para peserta motor tidak bisa mengutak-atik mesin selama pengisian bahan bakar. Mereka praktis menggunakan waktu 15 menit itu hanya untuk refueling dan istirahat sejenak.

“Kami harus menemukan cara agar pereli motor agak lambat tahun depan. Mereka bisa terus kencang karena selama ini selalu mengganti piston hampir setiap hari (setelah finis etape),” kata David Castera. 

Kamera Pengawas untuk Mobil, SSV dan Truk

Tahun lalu, peserta kelas mobil sudah memiliki kamera. Kini, kamea juga akan dipasang di SSV dan truk. Jadi, nantinya di kabin mobil, SSV, dan truk akan dipasangi dua kamera.

Tujuannya untuk merekam seluruh kegiatan dalam kabin selama lomba, mencegah penggunaan peranti ilegal, dan mendapatkan informasi lain. 

Mobil Pereli Elite Tak Bisa Ganti Ban saat Maraton

Untuk Reli Dakar 2021, pereli elite kelas mobil tidak boleh mengganti ban selama etape maraton pada hari terakhir lomba. Ini akan menjadi tantangan berat karena mereka harus mampu mengatur kecepatan agar mobil sekaligus menjaga agar mobil tidak bermasalah.

Pasalnya, dalam dua etape terakhir yang digelar beruntun itu mereka tidak akan mendapatkan bantuan dari kru tim.

Tanda Peringatan Bahaya Ditambah

Pada edisi Reli Dakar kali ini, sinyal bunyi akan aktif mendeteksi area berbahaya untuk mengingatkan peserta. Sebelumnya, mereka hanya melihat di peta zona 2 dan 3 sebagai area berbahaya yang harus dilibas pereli dengan kecepatan maksimal hanya 90 km/jam. 

Kategori Baru, Dakar Klasik

Untuk kali pertama, ASO menyediakan kategori klasik di Reli Dakar. Hanya melombakan mobil, pesertanya wajib menggunakan kendaraan buatan di bawah tahun 2000. Munculnya kategori ini merupakan aspirasi dari para pereli legendaris yang masih ingin merasakan sensasi Reli Dakar.

Lomba untuk peserta klasik ini bukanlah kecepatan tetapi konsistensi dalam rute khusus. Peserta akan meninggalkan bivak dengan kecepatan sedang dengan 1 mobil modern dan 2 kuno.

Mereka akan mendapatkan catatan waktu sesuai jumlah kilometer yang dilibas tergantung medannya. Jadi, mereka tidak bisa melesat lebih dari batasan kecepatan yang sudah ditetapkan.

Para peserta juga akan dikenalkan dengan teknologi baru. Mereka akan memakai GPS dengan sebuah anak panah yang akan mengarahkan.     

dibagikan
komentar
Dakar Rilis Detail Rute Arab Saudi 2021

Artikel sebelumnya

Dakar Rilis Detail Rute Arab Saudi 2021

Artikel berikutnya

Bos Honda Prediksi Reli Dakar 2021 Lebih Sulit

Bos Honda Prediksi Reli Dakar 2021 Lebih Sulit
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Dakar
Tag aso , arab saudi , Reli Dakar 2021
Penulis Sergio Lillo