Kamaz Siap Pertahankan Hegemoni Kategori Truk Reli Dakar

Dari 22 gelaran terakhir Reli Dakar sejak 1996, Kamaz menang 18 kali. Tahun ini, pabrikan asal Rusia tersebut bertekad kembali menguasai kategori truk.

Kamaz Siap Pertahankan Hegemoni Kategori Truk Reli Dakar

Sebagai bos tim Kamaz Master, Vladimir Chagin tahu benar bagaimana menjaga kontinuitas untuk mempertahankan gelar kategori truk di reli paling ganas di dunia, Dakar.

Maklum, Chagin memegang rekor tujuh kali (2000, 2002, 2003, 2004, 2006, 2010, 2011) kampiun kategori truk Reli Dakar. Torehan itu membuat Chagin menjadi pereli tersukses di satu kategori pada Reli Dakar.

Selain performa dan daya tahan truk, keberhasilan Kamaz menjadi penguasa grup T4 (truk) di Reli Dakar tidak lepas dari disiplin kolektif.

Untuk mempertahankan hegemoni, pada Reli Dakar edisi ke-44 yang masih akan berlangsung di Arab Saudi, 2-14 Januari 2022 nanti, Kamaz Master akan menurunkan empat pereli. Hebatnya, tiga dari empat pereli itu pernah merasakan juara mobil grup T4.

#507 Kamaz - Master: Dmitry Sotnikov, Ruslan Akhmadeev, Ilgiz Akhmetzianov, berhasil memenangi kategori truk pada Reli Dakar 2021.

#507 Kamaz - Master: Dmitry Sotnikov, Ruslan Akhmadeev, Ilgiz Akhmetzianov, berhasil memenangi kategori truk pada Reli Dakar 2021.

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Dengan usia baru 36 tahun, juara bertahan Dmitry Sotnikov menjadi yang termuda di tim. Pereli veteran Andrey Karginov, juara 2014 dan 2020, kembali turun. Demikian pula Eduard “Tsarevich” Nikolaev yang kembali usai merebut gelar keempatnya pada 2019.

Ada Kamaz 43509 keempat akan dikemudikan oleh Anton Shibalov, runner-up dua edisi terakhir Reli Dakar setelah selalu naik podium di Reli Jalur Sutera (Silk Way Rally).

Koposisi tim Kamaz Master ini sepertinya memenuhi ekspektasi Chagin. Rencananya, Sotnikov dan Nikolaev akan diberi kehormatan untuk mengendarai versi teranyar Kamaz 43509 dengan mesin yang sudah diperbarui dan dinamai “K5”.

Para pereli Kamaz berhasil menguasai seluruh podium kategori truk pada klasemen akhir Reli Dakar 2021 lalu. Tetapi, para rival percaya mereka memiliki kesempatan bagus untuk menghancurkan ambisi Kamaz pada Reli Dakar tahun depan.

Martin Macik contohnya. Januari tahun lalu, ia finis di luar podium. Tetapi performa pereli 32 tahun itu termotivasi tradisi kuat Rep. Ceko di kategori truk Reli Dakar. Tahun depan, Macik untuk kali pertama bertandem dengan Martin Soltys (peringkat ke-10 pada 2021) di Tim Big Shock Racing.

Ales Loprais juga akan turun dengan nama besar Rep. Ceko di kategori truk Reli Dakar. Kemenakan enam kali pemenang grup T4 Reli Dakar, Karel Loprais, tersebut masih memburu gelar pertamanya menjelang keikutsertaan ke-15 di Reli Dakar.

Satu lagi truk buatan Rep. Ceko juga berpeluang merebut podium pada Reli Dakar nanti. Namun, truk yang satu ini akan dikemudikan pereli Cile, Ignacio Casale.

#507 Kamaz - Master: Dmitry Sotnikov, Ruslan Akhmadeev, Ilgiz Akhmetzianov, saat turun di Reli Dakar 2021.

#507 Kamaz - Master: Dmitry Sotnikov, Ruslan Akhmadeev, Ilgiz Akhmetzianov, saat turun di Reli Dakar 2021.

Foto oleh: A.S.O.

Usai finis P9 pada debutnya di kategori truk, tahun lalu, juara dua kali kategori quad itu siap menggebrak Reli Dakar 2022 bersama Tatra Buggyra Racing.

Duel antara para pereli Rusia dan Rep. Ceko diyakini bakal kian sengit karena masih ada armada Belanda yang berniat membayar hasil buruk pada 2021 lalu.

Jagoan Belanda, Martin van den Brink (P8 tahun lalu), bergabung ke Team De Rooy yang memutuskan kembali turun. Ia akan satu tim dengan Janus van Kasteren dan pemenang 2007-2008, Hans Stacey.

Pemenang kategori truk Reli Dakar 2012 dan 2016, Gerard de Rooy, juga kembali. Ia akan menjaja Iveco bertenaga listrik yang rencananya baru akan turun penuh pada 2023.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana “Masa Depan Dakar”, banyak pereli Belanda yang akan berlomba dengan truk-truk berbahan bakar ramah lingkungan.

Gert Huzing akan turun bersama Riwald Dakar Team dengan truk hibrida untuk kali ketiga beruntun di Reli Dakar.

Hino yang secara reguler ikut meramaikan kategori truk Reli Dakar sejak awal 1990-an, juga akan mengandalkan truk masa depan. Pemimpin tim Hino, Teruhito Sugawara, juga akan turun dengan truk Ranger hybrid.

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Danilo Petrucci: Saya Mungkin Lebih Beruntung di Reli Dakar
Artikel sebelumnya

Danilo Petrucci: Saya Mungkin Lebih Beruntung di Reli Dakar

Artikel berikutnya

Toby Price Yakin Masih Mampu Rebut Gelar Ketiga

Toby Price Yakin Masih Mampu Rebut Gelar Ketiga
Muat komentar