Kembangkan Powertrain, Audi Incar Juara Dakar 2024

Audi Sport mengembangkan powertrain yang akan ditanamkan ke mobil untuk Dakar 2022. Mereka menargetkan gelar dari reli paling berbahaya itu dalam tiga tahun setelah terjun.

Kembangkan Powertrain, Audi Incar Juara Dakar 2024

Produsen otomotif Jerman tersebut menggabungkan teknologi yang biasa dipakai dalam Formula E dan DTM. Mereka mengambil Motor Generator Unit (MGU) dari proyek Formula E (FE), berbuah sukses dan gelar juara Lucas di Grasi musim 2016-2017.

Audi menggunakan MGU05 untuk FE 2020-2021 menawarkan daya 250kW (setara dengan 335bhp. Tapi ini tidak bisa jadi patokan karena tenaga di Dakar tergantung pada regulasi Federasi Otomotif Internasional (FIA). Pada powertrain juga disertakan girboks dan gir diferensial.

Mesin Class One Audi yang membuat mereka unggul atas BMW selama dua musim DTM, akan digunakan untuk mengisi baterai. Dari sana, akan dikembangkan baterai bertegangan tinggi.

Rencananya pengujian pertama mobil Dakar, Juli mendatang, Jadwal dapat diundur kalau ada kendala dalam pengembangan.

“Mesin TFSI tidak akan menggerakkan mobil, tapi kami memerlukannya, mesin dengan pembakaran sangat efisien, karena stage sangat panjang di Dakar untuk mengisi ulang baterai dan berhasil melewati etape demi etape,” ujar pemimpin proyek di Audi Sport, Andreas Roos, dalam wawancara dengan media terbatas termasuk Motorsport.com.

“Mobil memiliki penampakan mirip dengan mobil yang biasa kalian lihat di Dakar. Drivetrain kami akan sepenuhnya bertenaga listrik, jadi MGU yang kami kembangkan untuk Formula E tahun ini, yang sangat kami banggakan, akan digunakan untuk proyek Dakar.

“Tentu, kami perlu melakukan modifikasi karena gurun sedikit berbeda dengan kota –kota di mana kami balapan di Formula E, dan itu menambah tantangan khusus. Kami mencoba mentransfer segala yang telah dipelajari di Formula E dan Le Mans, saat kami balapan di sana dengan e-tron Quattro.”

Ross menekankan bahwa mobil mirip dengan e-tron Quattro hanya saja formatnya berbeda.

Baca Juga:

“Kami akan menggunakan MGU di setiap poros untuk penggerak listrik Quatro, jadi mobil sepenuhnya dijalankan dengan listrik,” tuturnya.

“MGU ketiga akan dipakai sebagai generator pengisi baterai bertegangan tinggi, yang diperlukan karena jarak jauh. Komponen terakhir adalah Konverter Energi, mesin pembakaran konvensional.

“Anda tahu mesin ini dari keberhasilan kami di DTM, terutama musim terakhir, yang jadi basis mesin Dakar kami. Ini adalah mesin yang efisien dari bobot serta konsumsi bahan bakar. Ini yang paling canggih.”

Dalam tiga bulan ke depan, mereka mesti membuat kendaraan sembari menunggu regulasi FIA. Mobil listrik harus seimbang untuk menantang mobil konvensional (Toyota Hilux, Mini buggy, 4x4, centrury buggy, dan lain-lain).

“FIA belum menentukan keseimbangan performa jadi terlalu dini mengatakan sesuatu tentang output dan kinerja sekarang. Kami akan harus beradaptasi dengan keputusan FIA nantinya,” pemilik Q Motorsport, Sven Quandt, mengungkapkan.

Q Motorsport jadi mitra Audi untuk proyek Dakar. Roos menetapkan target kemenangan di Reli Dakar dalam tiga tahun. Musim perdana menjadi periode belajar karena terakhir kali ambil bagian di ajang tersebut pada 1987.

“Tekanan pasti ada, ini adalah konsep unik. Ini tantangan besar bagi kami. Pastinya, kami ingin bisa bertarung untuk kemenangan karena kami sangat sukses di masa lalu dan ingin mengulangnya sekarang. Ini tantangan sangat besar dengan kerangka penggerak (mobil) listrik yang bakal dibawa ke Dakar,” katanya.

“Tapi saya yakin, 2022 akan jadi tahun pembelajaran bagi kami. Itu tantangan besar tapi kami akan melangkah lebih pada 2023, itu adalah kurva belajar tajam. Semoga kami dapat berebut kemenangan di Dakar 2024.”

Ross mengungkapkan akan menurunkan kurang dari lima mobil di Dakar. Hanya saja, ia enggan memberi angka pasti termasuk line-up pembalap.

Namun, menurut rumor, Audi ingin merekrut juara Dakar tiga kali, Carlos Sainz. Bukan tak mungkin Stephane Peterhansel, kampiun 14 edisi, bergabung.

 

dibagikan
komentar
Lebih Fleksibel, Alasan Audi Pindah ke Dakar

Artikel sebelumnya

Lebih Fleksibel, Alasan Audi Pindah ke Dakar

Artikel berikutnya

Juara Reli Dakar Benavides Tinggalkan Honda ke KTM

Juara Reli Dakar Benavides Tinggalkan Honda ke KTM
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Dakar
Tag dtm , formula e , audi sport , reli dakar
Penulis Sergio Lillo