KTM Andalkan Pendekatan Motocross demi Gulingkan Honda

KTM 450 Rally versi teranyar dibangun dengan pemikiran panjang sebagai upaya pabrikan Austria untuk menggulingkan rival terberatnya, Honda, di Reli Dakar 2022.

KTM Andalkan Pendekatan Motocross demi Gulingkan Honda

Honda berhasil mematahkan kemenangan beruntun KTM di kategori motor Reli Dakar yang dilakukan pada 2001 hingga 2019, ketika event digelar di Afrika dan Amerika Selatan.

Sedangkan dalam dua edisi terakhir, di Arab Saudi, Honda sangat mendominasi gelaran tersebut, hingga KTM sangat sulit mengalahkan pabrikan Jepang itu.

Kekalahan ini membuat KTM memutuskan untuk melakukan perubahan besar pada motor yang akan digunakan Toby Price, Matthias Walkner dan Kevin Benavides di Dakar 2022, demi mengalahkan Honda.

“Idenya adalah kami membuat motor yang lebih mudah dikendalikan,” kata Walkner, juara Dakar 2018, kepada Motorsport.com.

“Motornya juga harus lebih mudah dikendarai di atas bebatuan, trek berkerikil yang kasar, dan di atas bukit pasir. Namun, tidak boleh ada yang hilang dalam hal stabilitas.

“Ada kondisi baru di Arab Saudi dan kami mengalami masa yang lebih sulit daripada yang kami alami di Amerika Selatan. Honda tampaknya bisa mengatasinya dengan lebih baik.”

Baca Juga:

Salah satu perubahan terbesar adalah sasis baja baru yang mengambil desain dari motocross KTM, ini juga menandai pergantian filosofi.

Perubahan juga dilakukan pada lengan ayun, linkage, suspensi WP dan banyak detail teknis lainnya, dengan berbagai konfigurasi dan set-up yang dicoba selama pengujian.

“Gagasan itu datang dari saya untuk mendorong ke arah sasis motocross. Ide dasar saya adalah departemen motocross di KTM sangat besar. Ada begitu banyak pengetahuan di sana,” ujar Walkner.

“Kami sebagai departemen reli ‘kecil’ harus mencari tahu dan menguji semuanya sendiri. Seringkali tidak cukup waktu dan juga kapasitas personel yang tidak cukup.

“Tetapi dengan motocross, Anda dapat mengandalkan begitu banyak pengalaman karena mereka telah melakukan pengujian dan percobaan. Setidaknya, 99 persen dari semua itu minimal melakukan satu kali pengujian.

“Pertama kali saya menggunakan sasis ini dalam pengujian pada Maret 2020. Kemudian kami terus menambahkan komponen baru dan mengubah banyak hal. Sayangnya, semuanya tertunda dan terseret karena virus corona.

“Perubahan terbesar ada pada rangka baja. Tangki bahan bakar juga sangat berbeda. Anda selalu mencoba memposisikan massa sehingga pusat gravitasi berada di tengah dan sejauh mungkin ke bawah. Tangki depan menjadi jauh lebih besar dan bagian belakang sedikit lebih kecil.”

 

Mathias Walkner menjadi juara dunia FIM Cross-Country untuk kedua kalinya pada 2021, tetapi kesuksesan itu tidak dicapai dengan motor baru yang akan melakoni debutnya di Dakar 2022.

“KTM memberi saya pilihan untuk mengendarai motor lama atau baru. Tes terakhir pada awal Desember. Tapi, keputusan harus dibuat sebelum itu, karena motor sudah akan dikirim ke Arab Saudi pada November,” kata pembalap asal Austria itu.

“Sulit untuk memutuskan, tetapi saya senang sekarang dalam retrospeksi. Kami melakukan 10 hari pengujian yang panjang dan ekstrem dengan semua kemungkinan set-up dan konfigurasi. Sekarang saya senang itu bekerja dengan sangat baik.

“Kami kembali pada beberapa hal karena kami kekurangan sedikit waktu pengujian. Tetapi pada 2022 kami akan menebus beberapa kesalahan, di antaranya menempatkan motor baru di Cross-Country yang akan digunakan untuk Dakar 2023.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Skuad 2022 Buat KTM Optimistis Menangi Reli Dakar
Artikel sebelumnya

Skuad 2022 Buat KTM Optimistis Menangi Reli Dakar

Artikel berikutnya

Dumas Relakan Mobilnya untuk Bos Rebellion di Reli Dakar 2022

Dumas Relakan Mobilnya untuk Bos Rebellion di Reli Dakar 2022
Muat komentar