Mobil 2022 Tuntut Pereli Dakar Ubah Gaya Mengemudi

Nani Roma mengatakan, bahwa para pereli harus menyeimbangkan kembali gaya mengemudi untuk beradaptasi dengan mobil T1+ di Reli Dakar 2022.

Mobil 2022 Tuntut Pereli Dakar Ubah Gaya Mengemudi

Dalam rangka menyuguhkan level pertarungan setara di antara berbagai macam mobil, termasuk RS Q e-tron bertenaga listrik milik Audi, penyelenggara ASO telah memodifikasi regulasi Reli Dakar edisi ke-44 di Arab Saudi.

Yang terutama adalah lebar semua mobil 4x4 telah dinaikkan dari 2 meter menjadi 2,3 meter. Jarak suspensi ditingkatkan dari 280 milimeter menjadi 350 milimeter, sedangkan ukuran ban meningkat dari 32 inci menjadi 37 inci.

Setelah mengamankan finis lima besar pada debutnya di Dakar 2021, Bahrain Raid Xtreme yang dioperasikan Prodrive telah sepenuhnya mengubah Hunter T1+ ECOpower, menampilkan peningkatan bodywork, drivetrain, dan suspensi.

Tim juga beralih ke biofuel hijau yang menawarkan pengurangan 80 persen emisi rumah kaca dibandingkan dengan bahan bakar tradisional.

Sementara untuk line-up pereli, Bahrain Raid Xtreme menurunkan tiga mobil. Masing-masing dikemudikan Roma, bertandem dengan legenda WRC, Sebastien Loeb, dan pendatang baru, Orlando Terranova.

Ditanya bagaimana mobil baru memengaruhi gaya mengemudinya, Roma menjawab kepada Motorsport.com: “Ini adalah masalah penting. Hal ini memaksa saya untuk belajar banyak hal baru, karena pembalap yang sudah lebih dulu berkompetisi dengan roda besar terbiasa menyerang bumpy, rumput unta dan menghadapi trek dengan cara yang berbeda.

“Saya masih perlu sedikit lagi untuk memastikan bahwa roda dan suspensi bisa melewati tempat-tempat tertentu. Saya harus menyeimbangkan kembali gaya mengemudi saya, karena sekarang kami dapat melewati rintangan tertentu dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mobil 4x4.

“Tapi, di sisi lain, berat kami 150 kg lebih. Kami memiliki roda yang lebih besar, grip lebih, dan dengan mesin yang sama, itu membuat kami kehilangan sedikit kelincahan, terutama dalam akselerasi. Ini memaksa kami untuk mengerem lebih sedikit dan mempertahankan lebih banyak kecepatan.”

Nani Roma, Bahrain Raid Xtreme BRX T1+

Nani Roma, Bahrain Raid Xtreme BRX T1+

Photo by: Bahrain Raid Xtreme team

Reli Dakar 2022 akan berlangsung di Arab Saudi, seperti dua edisi sebelumnya, dengan total 12 Special Stage (SS) mulai 1 hingga 14 Januari.

Namun, dalam perubahan besar dari tahun-tahun sebelumnya, leg maraton dari reli-raid akan mencakup etape 2 dan 3, yang berpotensi menyebabkan kegagalan finis bagi sejumlah pereli.

Roma mengakui, durasi waktu maraton mengkhawatirkannya lantaran para pereli cenderung menggunakan hari-hari pertama untuk membiasakan diri dengan kondisi yang ada.

“Tidak diragukan lagi, inilah yang paling mengkhawatirkan saya,” kata pria asal Spanyol itu.

“Sudah dari hari kedua, tapi di bivak pertama, Anda berangkat maraton. Ini mengkhawatirkan karena pembalap masih memposisikan diri untuk balapan.

“Bagi saya sangat penting untuk melewati hari ketiga tanpa masalah dan kemudian kami bisa lebih santai. Maraton biasanya setelah hari istirahat, tetapi hal baik dan buruknya adalah sama untuk semua orang.”

Baca Juga:
dibagikan
komentar
Transformasi KTM demi Juarai Reli Dakar 2022
Artikel sebelumnya

Transformasi KTM demi Juarai Reli Dakar 2022

Artikel berikutnya

Hasil Tes PCR Positif, Partisipasi Danilo Petrucci di Dakar Terancam

Hasil Tes PCR Positif, Partisipasi Danilo Petrucci di Dakar Terancam
Muat komentar