Mobil Bertenaga Hidrogen Turun di Reli Dakar 2024

Mantan tim di Reli Lintas Alam Dunia (World Rallycross), GCK Motorsport, telah melansir program off-road mereka untuk empat tahun ke depan. Dimulai dengan mobil listrik dan puncaknya mesin hidrogen untuk Reli Dakar 2024.

Mobil Bertenaga Hidrogen Turun di Reli Dakar 2024

Tim yang dipimpin mantan atlet ski dan pereli spesialis lintas alam, Guerlain Chicherit, itu sudah mulai menguji GCK e-BLAST 1. Mobil tersebut memang tidak akan diturunkan ada Reli Dakar 2021 pada awal Januari mendatang di Arab Saudi.

Nemun begitu, mobil tersebut akan diuji di medan yang sama sebelum diproyeksikan turun di beberapa lomba reli lintas alam, beberapa tahun ke depan.

Mengambil sasis Peugeot 3008 DKR yang memenangi Reli Dakar 2017 (Stephane Peterhansel) dan 2018 (Carlos Sainz) menggunakan sebuah powertrain elektrik plus baterai 150 kW. GCK e-BLAST 1 diklaim mampu mengeluarkan tenaga 340 dk dengan torsi 1.000 Nm.

Saat e-BLAST 1 diuji nanti, GCK Motorsport dan dua perusahaan seafiliasi mereka, GCK Technology dan GCK Energy, akan mengerjakan program mesin hidrogen.

Mobil berbahan bakar hidrogen akan melakukan debut di Reli Dakar 2022. Setelah setahun dites, mobil tersebut akan coba diturunkan di beberapa lomba reli lintas alam pada 2023.

Tujuan GCK adalah menurunkan dua mobil hidrogen sekaligus pada Reli Dakar 2024. GCK juga berniat memasok teknologinya untuk tim-tim lain.

“Saya tengah bekerja menyandingkan olahraga otomotif dengan teknologi sesuai visi saya tentang energi terbarukan,” ujar Guerlain Chicherit, kampiun Kejuaraan Reli Lintas Alam FIA 2009 yang juga pemenang satu etape di Reli Dakar.

“Tinggal di dekat Pegunungan Alpen membuat saya selalu ingat bila program-program motorsport di masa depan harus mengubah platform tentang alam. Saya sudah tidak sabar ingin menghidupkan proyek pertama kami di Dakar.”

Baca Juga:

Eric Boudot selaku CEO Green Corp Konnection, perusahaan di bawah GCK Motorsport menambahkan, pihaknya sangat bangga bisa membantu proyek GCK e-BLAST 1.

Proyek ini menjadi tahap pertama yang ia yakini bisa menjadi masa depan ajang reli dengan jarak jauh sekaligus sesuai dengan cita-cita penyelenggara Reli Lintas Alam FIA, kendaraan berbahan bakar hidrogen.

“Tujuan kami adalah menciptakan mobil ramah lingkungan yang mampu melibas jarak jauh,” tutur Boudot.

“Investasi kami terhadap teknologi hidrogen dan GCK e-BLAST 1, yang menjadi kunci program pengembangan menyelaraskan teknologi dengan lingkungan, membuat kami mampu menurunkan mobil bertenaga hidrogen pertama di Reli Dakar 2024 nanti.”

GCK e-BLAST 1

GCK e-BLAST 1

Photo by: GCK RX Team

dibagikan
komentar

Video terkait

Bos Honda Prediksi Reli Dakar 2021 Lebih Sulit

Artikel sebelumnya

Bos Honda Prediksi Reli Dakar 2021 Lebih Sulit

Artikel berikutnya

Al-Attiyah Yakin Bisa Kembali Juara dengan Toyota

Al-Attiyah Yakin Bisa Kembali Juara dengan Toyota
Muat komentar