Prodrive Bakal Gunakan Biofuel di Reli Dakar 2022

Prodrive, tim balap yang dikelola Bahrain Raid Xtreme, akan memakai bahan bakar baru dengan elemen berkelanjutan pada mobil BRX T1+ di Reli Dakar 2022.

Prodrive Bakal Gunakan Biofuel di Reli Dakar 2022

Seusai melakoni debut pada 2021, dengan finis kelima yang dicetak Nani Roma dan Alex Winocq serta mundurnya Sebastien Loeb, Prodrive melakukan perombakan secara drastis dalam proyek Reli Dakar.

Selain mengembangkan kendaraan yang dimodifikasi untuk memenuhi tuntutan kategori T1+, Prodrive juga bakal menggunakan bahan bakar yang mengandung material berkelanjutan dalam prototipe 4x4.

Rabu (13/10/2021), BRX mengumumkan telah mengembangkan bahan bakar berkelanjutan baru selama delapan bulan terakhir, lewat kemitraan bersama Coryton Advanced Fuels, yang dinamai Prodrive ECOpower.

Tak hanya itu saja, Prodrive juga menguji bahan bakar baru pada sejumlah tes dalam beberapa pekan terakhir di Wales.

Prodrive ECOpower menampilkan biofuel generasi kedua yang dibuat dari limbah pertanian dan efuel yang dibuat dari penangkapan karbon. “Menawarkan pengurangan 80 persen dalam emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan bahan bakar tradisional,” demikian pernyataan resmi.

Nantinya, Prodrive akan mengembangkan program tesnya di gurun di Abu Dhabi dan Hai'il sebelum berkompetisi di Reli Dakar, terutama setelah beberapa masalah yang menunda performa mereka saat melintasi gurun.

Bahrain Raid Xtreme BRX T1+

Bahrain Raid Xtreme BRX T1+

Photo by: Bahrain Raid Xtreme team

Prodrive ECOpower juga dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar tanpa timbal, sembari berencana untuk memakaikannya di beberapa mobil jalan raya guna menunjukkan kegunaan teknologi tersebut.

FIA telah memodifikasi regulasi kategori Cross Country, menciptakan dua kelas baru (T1+ dan T1-U, yang terakhir untuk kendaraan hibrida atau listrik), dengan tujuan membuka pintu ke teknologi baru dan mesin yang lebih berkelanjutan.

Meski dokumen resmi kategori untuk prototipe hibrida, listrik atau hidrogen belum dipublikasikan, diharapkan akan dilakukan setelah pertemuan World Motor Sport Council akhir pekan ini.

T1+ akan memiliki travel suspensi 350 mm (naik dari 280 mm saat ini), velg 37 inci (naik dari velg 35 inci sebelumnya yang menyebabkan pecah ban di dua edisi pertama Dakar di Arab Saudi).

Sedangkan sasis 2,30 meter (bukan dua meter dari versi 2021). Selain itu, berat minimum BRX T1+ akan meningkat dari 1850 kg menjadi 1950 kg.

Nani Roma akan ditemani Alex Haro sebagai navigator anyarnya, yang bakal menandai debut Prodrive ECOpower di Abu Dhabi Desert Challenge (5-11 November ) dan Hail International Rally (6-11 Desember).

Baca Juga:

“Saya adalah pendukung besar motorsport yang memimpin dalam mengembangkan, membuktikan, dan mempromosikan teknologi baru yang dapat membantu mengatasi perubahan iklim,” ucap Team Principal Prodrive, David Richards.

"Dakar dan FIA World Cup for Cross Country Rallies adalah lingkungan yang sempurna untuk menunjukkan manfaat dari bahan bakar berkelanjutan generasi berikutnya dan menunjukkan dapat digunakan di kendaraan jalanan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, sambil tetap menawarkan performa dan jangkauan.”

CEO Coryton, Andrew Wilson, menambahkan pihaknya memiliki sejarah panjang dalam memadukan bahan bakar khusus untuk industri motorsport.

“Dan untuk lebih mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, kami baru saja meluncurkan Sustain, penawaran bahan bakar berkelanjutan baru kami,” ujarnya.

“Kami tahu bahwa bermitra dengan Prodrive akan menjadi cara yang ideal untuk menguji kemampuan kami di beberapa lingkungan balap paling menantang di dunia, di samping beberapa keahlian teknik terbaik di industri ini.”

dibagikan
komentar
Laia Sanz Ingin Pindah Kategori di Reli Dakar 2022

Artikel sebelumnya

Laia Sanz Ingin Pindah Kategori di Reli Dakar 2022

Artikel berikutnya

Stephane Peterhansel Tak Yakin Pertahankan Gelar di Dakar 2022

Stephane Peterhansel Tak Yakin Pertahankan Gelar di Dakar 2022
Muat komentar