Prodrive Berbenah demi Kuasai Dakar 2022

Melebarkan sayap ke ajang reli paling berbahaya, Prodrive tak mau main-main. Mereka melakukan persiapan agar Dakar 2022 tidak berakhir dengan kekecewaan.

Prodrive Berbenah demi Kuasai Dakar 2022

Proyek pertaruhan bernama Bahrain Raid Xtreme (BRX) digulirkan sejak Januari silam di Arab Saudi. Setelah debut tanpa target muluk, tahun depan mereka menaikkan tantangan dan membidik posisi penguasa Dakar.

Prodrive bukan pemain baru di dunia reli. Selama 19 tahun, mereka bergandengan dengan Subaru. Kolaborasi itu menghasilkan kemenangan dalam 47 reli, mempersembahkan mahkota juara kepada tiga pembalap dan merebut tiga titel konstruktor.

Untuk Dakar, mereka bekerja sama dengan Kerajaan Bahrain. Perusahaan Inggris mendesain dan membangun mobil T1 dengan mesin turbo 3,5 liter dari nol. Mobil tersebut diberi nama BRX Hunter.

Dua pasangan, Nani Roma-Alex Haro dan Sebastien Loeb-Fabian Lurquin ditunjuk mengemudikan mobil T1 untuk musim 2022. Kedua pereli sama-sama menggandeng navigator anyar.

“Saya menunggu bekerja dengan Nani kembali. Dua tahun sejak kami bersama di Dakar, tapi pastinya ketika kami naik mobil bersama, sensasinya seperti waktu tak pernah berlalu. Saya melihat betapa cepat mobil mereka dan profesionalisme tim Prodrive, ingin jadi yang terkuat di Dakar dan Cross-Country,” ujar Haro, yang meninggalkan Toyota serta Giniel De Villiers.

Sementara itu, Roma yang sebelumnya berpartner dengan Dani Oliveras dan Alex Winocq, sangat antusias terlibat dalam proyek rintisan itu.

“Reli Dakar adalah lomba paling berat di dunia sekarang, jadi itu artinya ketika ada tim baru tiba, maka sangat sulit. Kami beruntung menemukan tim yang punya minat besar pada motorsport, mereka terdiri dari orang-orang pintar dan ini penting,” Roma yang menjuarai Dakar dua edisi itu menandaskan.

“Saya kira dalam sejarah Dakar, tidak ada tim yang membuat hasil seperti ini dan menciptakan mobil baru dalam waktu singkat. Itu sungguh luar biasa.”

Baca Juga:

Di Kejuaraan Dunia Reli (WRC), Loeb boleh dibilang sebagai raja. Sebaliknya, peruntungan pereli Prancis itu di Dakar justru buruk. Bersama BRX, dalam Dakar 2021, ban pecah sudah biasa. Pada etape kelima, ia bahkan tersesat di gurun yang membuatnya tertinggal hampir satu jam dari pemenang.

Loeb juga mendapat penalti lima menit karena mengebut di zona pengontrolan pada etape 4. Drama paling epik terjadi pada stage enam. Ia mesti menunggu delapan jam akibat suspensinya rusak. Truk pembawa suku cadang malah membawakan dua suspensi kanan, alih-alih suspensi kanan dan kiri. Proses perbaikan hanya membutuhkan 20 menit saja.

Penderitaan belum berakhir di sana. Etape 7, giliran bearing yang rusak sehingga pria 47 tahun itu butuh dua jam untuk sampai garis finis. Perjuangannya berakhir pada stage kedelapan saat mengalami pecah ban dua kali. Sementara ban serep hanya ada satu dan tiga kaliper rem bekerja.

Kiprah Roma lebih baik sebab ia bisa sampai ke peringkat lima, kalah 3 jam dan 21 menit dari Stephane Peterhansel. Prestasi itu tidak disangka bisa diraih pada tahun perdananya mengemudi BRX Hunter.

Merombak BRX Hunter

Masalah ban dan navigasi menjadi bahan evaluasi internal selama sebulan. Setelah menemukan berbagai alternatif solusi, Prodrive pun merombak desain BRX Hunter agar lebih tahan banting.

“Ini adalan proses analitis. Kami memeriksa setiap detail dan setiap orang memerhatikan area di mana mereka bertanggung jawab dalam hal teknis mobil dari atas ke bawah, hingga individu di mana kami tampil dalam peran berbeda,” Direktur Bahrain Raid Xtreme, David Richards.

Perubahan meliputi suspensi, bodi mobil dan roda. Lebar sasis akan disesuaikan dengan regulasi Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan promotor Dakar, ASO, menjadi 2,4 meter dari 2 meter. Suspensi 350mm, lebih panjang 70mm dari sebelumnya dan diameter roda menjadi 37 inci (93,98 cm) dari 32 inci.

“Salah satu problem fundamental adalah ban bocor dan itu di luar kendali kami, tapi itu ada hubungannya dengan ukuran roda dan ban. FIA dan ASO setuju ban musim depan lebih besar yang membuat kami punya pijakan sama dengan buggie, yang menguntungkan kami,” Richards menambahkan.

“Kami telah mendesain ulang mobil seputar itu sekarang, suspense, roda, ban dan bodywork di sekitar area ini. Akan ada perubahan transmisi dan bermacam hal, Kami akan mulai pada Juli dan ada program tes sangat intens dan kemudian, kami akan tampil di beberapa kompetisi akhir tahun ini untuk menguji kondisi yang sebenarnya.

Dua pereli juga melakukan perbaikan di sana sini, termasuk isu navigasi yang membuat Loeb bersitegang dengan co-driver sebelumnya, Daniel Elena. Padahal, kerja sama mereka sudah terjalin 23 tahun dan berbuah sembilan gelar juara.

Tapi masalahnya, road boak elektronik diberikan kepada para kompetitor sebelum start etape. Dalam hal ini, tandem tersebut mesti berkomunikasi secara khusus agar tidak ada kesalahpahaman terutama saat membaca tanda-tanda.

“Saya mengambil keputusan penting mengganti navigator. Bukan pilihan mudah karena saya bersamanya 23 tahun dan kami punya momen luar biasa dan indah bersama-sama. Tapi saya kira tim mencoba menyelesaikan semua masalah kecil yang kami hadapi agar bisa tampil tahun depan,” ia mengungkapkan.

“Dengan regulasi baru, perubahan pada permukaan dan road book dengan sistem elektronik hanya didapat pada pagi hari sebelum start. Rumit bagi kru yang datang dari WRC seperti kami kalau tidak punya pandangan luas dari reli cross-country.

David Richards, Chairman, Prodrive / Chairman, Motorsport UK

David Richards, Chairman, Prodrive / Chairman, Motorsport UK

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Audi Panaskan Persaingan

Keputusan Audi untuk meramaikan persaingan membuat tantangan Dakar 2022 meningkat. Pabrikan Jerman tersebut ingin menurunkan mobil listrik, di mana baterainya bisa diisi ulang lewat pengapian mesin.

Mereka juga tak segan merekrut para pereli bertabur gelar dari Dakar, seperti pemegang rekor juara (14 kali) Stephane Peterhansel, Carlos Sainz (3 kali) dan Mattias Ekstrom.

Mengenai hadirnya Audi, Richards tak gentar. “Kami bersemangat dan tertarik Audi akan datang tahun depan dengan cara sangat hebat. Mereka akan datang dengan sistem hibrid listrik pada mobil,” tuturnya.

“Faktanya, Audi, telah mendominasi Le Mans dan sering menang di WRC, sekarang mereka memutuskan datang ke Dakar.”

Prodrive tak mau jemawa karena sadar bahwa musim kedua justru lebih sulit. Tidak ada pemakluman seperti saat berdebut.

“Yang kedua, lebih berat daripada yang pertama. Yang pertama, ini baru, tim baru dan mungkin Anda dapat melakukan lebih banyak kesalahan dan punya masalah,” Roma mengungkapkan.

“Pada tahun kedua, kami harap akan bekerja lebih keras setelah tim tahu lebih banyak soal balapan. Saya yakin kalau kami punya mobil lebih kompetitif dan kami mesti lanjut.

“Saya katakan kepada David pada awalnya, bahwa target kami memenangi balapan. Saya yakin kami akan bisa lebih kompetitif dan saya yakin kami akan bertarung di podium dan mencoba menang.”

#305 Bahrain Raid Xtreme Hunter: Sebastien Loeb, Daniel Elena

#305 Bahrain Raid Xtreme Hunter: Sebastien Loeb, Daniel Elena

Foto oleh: A.S.O.

dibagikan
komentar
Price Kendarai Motor untuk Kali Pertama Usai Insiden Dakar

Artikel sebelumnya

Price Kendarai Motor untuk Kali Pertama Usai Insiden Dakar

Artikel berikutnya

Price Raih Kemenangan Bersejarah Finke Desert Race

Price Raih Kemenangan Bersejarah Finke Desert Race
Muat komentar