Promotor Dakar 2022 Tolak Hentikan Kompetisi

Penyelenggara Reli Dakar 2022 bertekad terus melanjutkan ajang tersebut hingga 14 Januari. Keputusan diambil menyusul ucapan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, ingin menyetop reli itu.

Promotor Dakar 2022 Tolak Hentikan Kompetisi

Pada 30 Desember 2021, di luar Hotel Donatello, Jeddah, terjadi ledakan yang menimpa mobil Sodicars Racing.

Peserta Dakar, Philippe Boutron, mengalami cedera kaki parah. Sedangkan, lima orang di dalam mobil itu tidak mengalami luka apa pun.

Kejaksaan Anti-Teror Prancis pun membuka penyelidikan atas kasus tersebut bekerja sama dengan otoritas Arab Saudi. Promotor Dakar, ASO, pun meningkatkan level keamanan.

Namun sepertinya langkah itu tak membuat Pemerintah Prancis puas. Le Drian mengultimatum ingin menghentikan Dakar karena potensi serangan terorisme.

“Kami kira lebih baik ajang olahraga ini dihentikan, tapi penyelenggara tidak mau, tapi kami harus ekstra waspada,” ujarnya dalam BFM TV.

Baca Juga:

“Setidaknya, mereka harus meningkatkan keamanan, yang mana sudah mereka lakukan. Pertanyaan masih di atas meja.”

Sementara itu, Direktur Reli Dakar, David Castera, menegaskan tidak ada rencana menghentikan reli edisi ke-44 di tengah jalan.

“Tidak pada etape ini, karena investigasi masih berlangsung. Menteri sudah tepat mengatakan, pertanyaannya untuk mengetahui apa yang terjadi pada 30 Desember lalu,” ia mengungkapkan kepada French TV.

“Itu pertanyaan yang ingin kami jawab sekarang untuk Philippe dan keluarga. Kami telah menempatkan banyak langkah keamanan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi. Anda dapat melihatnya di bivak, sekitar bivak, awal dan akhir special stage…Semua untuk menjaga level keamanan optimal.

“Kami menanyakan kepada diri sendiri berbagai pertanyaan, tapi hingga dapat jawaban, kami tidak akan menarik kesimpulan apa pun. Saat ini, kami akan menyelesaikan reli ini dan selebihnya kita lihat saja.”

Castera mengungkapkan rasa simpati atas musibah yang menimpa pemilik klub Ligue 2 Prancis tersebut. Ia juga menjelaskan kalau pekerjaan manajemen ASO sangat terimbas oleh situasi itu.

“Saya sangat sedih. Saya bicara dengan Philippe dua hari lalu. Hal pertama yang harus saya katakan adalah dia pria luar biasa, saya terkesan setelah bicara dengannya. Saya merasa sangat sedih,” ia mengungkapkan.

“Kami menyelenggarakan event olahraga yang bertujuan untuk menikmati diri sendiri, menghidupkan semangat dan tidak menjadi korban serangan, jika hipotesis terkonfirmasi. Saya sangat sedih dan pikiran saya tertuju pada Philippe sepanjang waktu.

“Kami akan berusaha tetap baik dan bertarung memastikan bahwa olahraga lebih diutamakan dari lainnya.”

Dakar mencapai separuh perjalanan pada Etape 6, Jumat (7/1/2022). Sabtu ini menjadi waktu istirahat di Riyadh dan kompetisi dilanjutkan Minggu.

dibagikan
komentar

Video terkait

Dakar 2022: Etape 6 Selesai Prematur, Sanders Menang
Artikel sebelumnya

Dakar 2022: Etape 6 Selesai Prematur, Sanders Menang

Artikel berikutnya

Dakar 2022: Benavides Bersaudara Kecam Jalur Berbahaya untuk Motor

Dakar 2022: Benavides Bersaudara Kecam Jalur Berbahaya untuk Motor
Muat komentar