Reli Dakar 2017 sajikan tantangan lebih besar

Pereli asal Afrika Selatan, Giniel de Villiers, menilai gelaran Reli Dakar 2017 akan menyajikan tantangan yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya.

Reli Dakar 2016 menuai kritikan dari para pembalap, terutama rute yang dianggap menyuguhkan beberapa gaya stage World Ralli Championship (WRC) pada stage awal.

Pihak penyelenggara Dakar lalu menjanjikan rute yang lebih sulit dengan meningkatkan titik berat navigasi untuk 2017. Direktur Olahraga, Marc Coma, mengatakan rute musim ini akan menjadi yang terberat sejak Reli Dakar dipindahkan ke Amerika Selatan pada 2009.

“Saya pikir ini akan menjadi reli yang cukup menarik. Akan berbeda dari tahun lalu. Stage tidak akan seperti WRC, serta banyak navigasi dan stage teknikal yang sulit,” ucap De Villiers told Motorsport.com

“Saya juga berpikir kecepatan rata-rata akan lebih rendah dan tantangan akan lebih besar. Ketinggian akan menjadi sulit. Menurut saya, inilah reli yang sebenarnya, kembali ke akar Dakar,” paparnya.

De Villiers, juara Reli Dakar 2009, meyakini rute yang lebih sulit akan menjadi keuntungan bagi dirinya dan Toyota.

“Tahun ini akan berbeda dan mungkin akan sesuai dengan kami. Walaupun sulit, tapi kami menyukainya. Ketika ada tantangan besar dan Anda harus mencari posisi, kami menyukainya,” tukasnya.

“Mungkin sedikit terlalu mudah beberapa tahun lalu, dengan stage gaya WRC. Terlalu banyak jarak pendek, dan olahraga ini tidak seperti itu,” pungkas De Villiers.

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Dakar
Event Dakar 2017
Pembalap Giniel de Villiers
Tim Gazoo Racing
Tipe artikel Breaking news