Sainz Yakin Audi Bisa Menang Jika Dakar Dimulai pada Pekan Kedua

Carlos Sainz menyesali baru bisa mengatasi masalah pada pekan kedua Reli Dakar 2022. Pereli Audi itu harus melupakan pertarungan menuju takhta juara.

Pria Spanyol tersebut mengemudikan Audi RS Q e-tron yang baru diluncurkan jelang reli prestisius tersebut. Pada etape ke-10, ia berada di belakang rekannya Stephane Peterhansel, yang keluar sebagai pemenang.

Sainz, dipandu Lucas Cruz, menjadi yang tercepat sejauh 41 kilometer. Namun, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan selepas km 212 karena Peterhansel mampu menambah pace.

Kecewa tentu ada, tapi pereli 59 tahun tersebut memilih fokus pada sisi positif. Ia senang tidak mengalami kebocoran ban di etape tersebut.

“Mengisi peringkat pertama dan kedua dalam satu stage tentu sangat bagus dan saya gembira. Hari ini, setidaknya ban kami tidak bocor, semua berjalan lebih baik kecuali satu tempat di mana Sebastien Loeb dan Matthias Ekstrom kembali,” ia menjelaskan.

“Ada banyak debu dengan tiga mobil melaju. Itu membuat kami melakukan kesalahan dan kehilangan satu menit, tapi meski begitu, saya gembira dengan performa mobil, tanpa masalah apa pun. Itu adalah etape bersih.”

Baca Juga:

Harapan Sainz menambah titel jadi empat kandas bahkan sejak hari pertama. Tersesat karena roadbook membingungkan diperparah dengan masalah pada shock absorber dengan range extender.

Butuh waktu untuk memperbaiki problem tersebut yang mesti dibayar dengan kehilangan waktu. Belajar dari berbagai kendala yang mengadang, ia ingin tim mengembangkan mobil listrik lebih mumpuni untuk Dakar 2023.

“Sejak hari pertama, sudah sangat sulit karena sangat mengejutkan. Pada akhirnya, hal penting adalah melanjutkan reli, terus menarik kesimpulan dan melahap berkilo-kilometer dengan mobil,” katanya.

“Perlu diingat kalau ini balapan pertama dengan mobil itu dan masing-masing kilometer punya nilai luar biasa. Masalah sudah diselesaikan dan tidak ada lagi. Namun, pekan pertama hingga kami menuntaskannya, saya kira ada kerugian yang membuat kami kalah dalam balapan.

“Seandainya reli dimulai pada pekan kedua, dengan permasalahan shock absorber diselesaikan, saya kira kami akan mampu berduel. Nasser Al-Attiyah reli untuk menuntaskannya. Dia mampu mengatur kecepatan dan kami tak tahu potensi sebenarnya dari Toyota.”

Audi RS Q e-tron mengantarkan perelinya, yakni Sainz, Peterhansel dan Matthias Ekstrom, ke podium tertinggi tiga etape. Prestasi ini dibaca sebagai sinyal kebangkitan.

“Ini artinya pekerjaan yang dilakukan sangat baik. Mobil dituntaskan dan kami melanjutkan pekerjaan,” ucap Sainz.

Etape 11, mengelilingi Bisha sejauh 346 km, harus dihadapi para peserta. Ia yakin akan menemui kesulitan.

#202 Team Audi Sport Audi: Carlos Sainz, Lucas Cruz

#202 Team Audi Sport Audi: Carlos Sainz, Lucas Cruz

Foto oleh: Red Bull Content Pool

dibagikan
komentar
Dakar 2022: Etape 11 Akan Sangat Krusial di Kategori Motor
Artikel sebelumnya

Dakar 2022: Etape 11 Akan Sangat Krusial di Kategori Motor

Artikel berikutnya

Dakar 2022: Sam Sunderland Dekati Mahkota Juara

Dakar 2022: Sam Sunderland Dekati Mahkota Juara
Muat komentar