Sebastien Loeb Buang Peluang Kuasai Reli Dakar 2021

Sebastien Loeb kehilangan banyak waktu di Reli Dakar 2021 setelah mengalami kerusakan lengan ayun mobilnya di etape 6 yang berlangsung Jumat (8/1/2021).

Sebastien Loeb Buang Peluang Kuasai Reli Dakar 2021

Sebastien Loeb harus mundur dari Reli Dakar edisi ke-43 saat berlangsungnya etape 6 dari Al Qaisumah menuju Ha’il, Arab Saudi, yang jaraknya dipangkas menjadi 348 km.

Reli Dakar yang untuk kali kedua digelar di Arab Saudi ini memang kurang menguntungkan bagi juara dunia reli sembilan kali (2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012) asal Prancis tersebut.

Di etape 5 yang berlangsung sehari sebelumnya, Loeb tertinggal hingga 50:18 menit saat masuk finis. Itu terjadi setelah dirinya mengalami tiga kali bocor ban serta sempat tersesat di awal lomba bersama pereli top lainnya, Carlos Sainz.   

Seusai etape 5, Loeb berada di P10 klasemen kategori mobil dengan total waktu 20:08:09 jam dan sempat dipenalti 5 menit. Pereli Tim Bahrain Raid Xtreme itu terpaut 01:40:07 jam dari Stephane Peterhansel (X-Raid Mini JCW Team) yang memimpin klasemen.

Baca Juga:

Pukulan telak bagi Loeb terjadi pada Jumat (8/1/2021) saat melibas etape 6. Setelah kilometer 97, Loeb berada di P5 setelah hanya tertinggal 37 detik dari Sainz.

Namun bencana datang di 48 km awal etape 6 tersebut. Lengan ayun suspensi BRX Hunter T1 milik Loeb mengalami kerusakan berat.

Akibatnya, Loeb dan navigatornya, Daniel Elena, harus menunggu bantuan dari tim untuk memperbaiki lengan ayun mobilnya agar mampu finis di etape 6. Mobil Loeb untuk Reli Dakar 2021 ini ditangani tuner terkemuka asal Inggris, Prodrive.

Dengan kondisi ini, peluang Sebastien Loeb untuk memenangi Reli Dakar kali pertama, hampir pasti habis. Tertinggal lebih dari satu jam usai etape 5 saja sudah menjadi pukulan berat bagi Loeb. Apalagi ditambah dengan kehilangan waktu di etape 6 akibat kerusakan suspensi.

Usai etape 5, Sebastien Loeb mengatakan, Reli Dakar tahun ini memang sangat tergantung pada kemampuan navigasi. Loeb lalu membandingkan saat ia debut di Reli Dakar pada 2016.

“Saat itu, kemampuan mengendarai mobil menjadi faktor pembeda di Dakar. Kini, pereli tidak perlu harus selalu kencang asalkan mampu membaca navigasi dengan benar,” ucap pereli 46 tahun asal Prancis tersebut.  

 

dibagikan
komentar
Sam Sunderland Tunjukkan Strategi Andalan

Artikel sebelumnya

Sam Sunderland Tunjukkan Strategi Andalan

Artikel berikutnya

Etape 6 Dakar: Barreda Samai Rekor Kemenangan Jordi Arcarons

Etape 6 Dakar: Barreda Samai Rekor Kemenangan Jordi Arcarons
Muat komentar