Peterhansel Merasa Beruntung Finis Kedua di Etape 7 Dakar 2021

Pembalap X-raid Mini JCW, Stephane Peterhansel, mengatakan dirinya sangat beruntung bisa finis kedua pada Etape 7 Reli Dakar 2021 setelah mengalami dua masalah teknis berbeda.

Peterhansel sebenarnya bertarung dengan pembalap Toyota, Yazeed Al-Rajhi, untuk memperebutkan kemenangan sebelum velg mobilnya, Mini John Cooper Works Buggy, menunjukkan problem pada 40 km dari garis finis.

Setelah membenahi masalah tersebut dan melanjutkan balapan, 20 km setelahnya pembalap asal Prancis itu merasa ada sesuatu yang aneh pada mobilnya. Usai melakukan pengecekan pada mobilnya, ia baru mengetahui suspensinya rusak.

Meski mengalami dua masalah berbeda, pemenang 13 Reli Dakar itu finis 48 detik di belakang Al-Rajhi sebagai yang tercepat di Etape 7. Ia pun tetap memimpin secara keseluruhan, yang mana membuat rivalnya, Carlos Sainz dan Nasser Al-Attiyah harus berjuang lebih keras.

Menanggapi masalah yang dialaminya pada Etape 7, Peterhansel mengatakan seharusnya ia kesulitan untuk mencapai garis finis dan ia merasa sangat beruntung masih bisa finis kedua.

“Kami sangat beruntung,” kata Peterhansel Motorsport.com. “Kami memiliki dua masalah yang bisa saja merugikan kami. Pertama, kami mengalami benturan keras pada ban dan merusak velg. Sulit untuk mengganti ban dengan cepat, jadi kami kehilangan waktu lima menit.

“Setelah kami selesai memperbaiki ban, 20 km sebelum garis finis mobil terasa sangat aneh. Kami selalu tergelincir, jadi kami menyelesaikan etape ini dengan melaju seperti pengemudi taksi.

#302 tim X-Raid Mini JCW: Stéphane Peterhansel, Edouard Boulanger

#302 tim X-Raid Mini JCW: Stéphane Peterhansel, Edouard Boulanger

Foto oleh: X-raid

“Saat tiba di bivak di Sakaka, kami baru tahu suspensi belakang rusak dan kami harus menggantinya. Kami melakukan pengecekan seperti biasa, kami mulai memperbaiki mobil sambil menunggu truk asisten, T4, datang dengan membawa komponen cadangan. Saat truk datang, setidaknya membutuhkan maksimal 30 menit untuk membenahi masalah itu.

“Kami beruntung karena itu terjadi terjadi 100 km sebelum garis finis. Saya pikir kami seharusnya kesulitan untuk menyelesaikan balapan. Dengan 20 km tersisa, yang terjadi sebaliknya, kami malah berhasil finis.”

Finis kedua membuat Stephane Peterhansel saat ini unggul 7 menit 53 detik dari Al-Attiyah di posisi kedua secara keseluruhan. Sedangkan Sainz tertinggal jauh dengan jarak 41 menit 6 detik.

Peterhansel juga mengatakan dirinya berntung karena masih bisa unggul atas Al-Attiyah karena masalah yang dialaminya tak terlalu besar.

“Kami berangkat dari Ha'il dan memiliki keunggulan enam menit atas Nasser. Setelah Etape 7, kami tetap berada di depannya dengan catatan waktu lebih cepat delapan menit,” Peterhansel mengungkapkan.

“Kami sangat percaya diri karena jaraknya tidak terlalu besar, tapi tetap saja kami unggul. Kami sedikit frustrasi pada apa yang terjadi. Tapi jujur, jika masalah yang kami alami lebih besar, maka hasilnya bisa sangat berbeda.”

Baca Juga:

Peterhansel, Al-Attiyah dan Sainz telah mendominasi Dakar selama lebih dari satu dekade, dan mereka hampir memenangi semua edisi.

Ketika ditanya mengapa mereka berada di depan peserta lainnya selama bertahun-tahun, Peterhansel menjawab karena mereka bertiga memiliki mentalitas dan determinasi yang sama.

“Di satu sisi tidak baik karena tak ada pembalap baru yang mampu memberi kami tantangan. Mungkin ini soal disiplin, tapi jujur, saya tidak merasa ini hal biasa. Semakin kami bertambah usia, kondisi fisik akan merespons dengan berbeda, tapi kami masih berada di sini, berusaha meraih kemenanga,” kata Peterhansel.

dibagikan
komentar

Video terkait

Pekan Kedua Dakar, Toyota Cemaskan Ban Bocor

Artikel sebelumnya

Pekan Kedua Dakar, Toyota Cemaskan Ban Bocor

Artikel berikutnya

Jatuh di Etape 7 Dakar, Pierre Cherpin Koma

Jatuh di Etape 7 Dakar, Pierre Cherpin Koma
Muat komentar