Variasi Rute Etape 1 Dakar 2021 Bakal Menyulitkan

Etape pertama Reli Dakar 2021 akan menyajikan jarak 622 kilometer, 277 di antaranya special stage (SS). Para peserta start dari Jedah menuju Bisha, Arab Saudi.

Variasi Rute Etape 1 Dakar 2021 Bakal Menyulitkan

Seluruh pereli telah menjalani sesi prolog pada Sabtu (2/1/2021). Hari ini, Minggu (3/1/2021), mereka bakal melakoni tes yang sebenarnya pada edisi ke-43 Dakar.

Total 499 peserta dan 286 kendaraan dari seluruh kategori siap menghadapi tantangan tersebut. Pada kelas motor, juara bertahan Ricky Brabec akan start pertama.

Sementara dalam kategori mobil, pereli andalan Tim Toyota Gazoo Racing, Nasser Al-Attiyah, berhak memulai duluan setelah menjadi yang tercepat pada sesi prolog.

Baca Juga:

Dari awal stage 1 hingga kilometer 70, jalur berpasir yang cepat dan berkelok-kelok di antara ngarai pegunungan dan sungai akan menjadi menu utama para peserta.

Lalu pada 20 km berikutnya, rute menyempit di antara pegunungan dan beberapa area berbatu. Dari km 90 hingga 120, jalur bebatuan menjadi rintangan terbesar.

Promotor Dakar 2021, Amaury Sports Organization (ASO), telah memperingatkan pereli untuk waspada karena potensi kerusakan ban sangat besar pada sektor tersebut.

Perlintasan jalur dengan banyak lompatan berbahaya dan sektor navigasi yang rumit di dataran tinggi akan menanti para peserta mulai km 120 sampai 170.

Setelah itu, hingga akhir etape, mereka harus menghadapi jalur cepat dan berkelok-kelok yang dikelilingi sunga kering dan lembah berpasir secara konstan.

Direktur Pelaksana Reli Dakar 2021, David Castera, menjelaskan kepada Motorsport.com bagaimana pihaknya menetapkan rute, total 12 etape, untuk event tahun ini.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Nasser Al-Attiyah dan navigatornya, Matthieu Baumel, akan start pertama pada etape 1 Reli Dakar 2021 setelah jadi yang tercepat pada sesi prolog.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Nasser Al-Attiyah dan navigatornya, Matthieu Baumel, akan start pertama pada etape 1 Reli Dakar 2021 setelah jadi yang tercepat pada sesi prolog.

Foto oleh: A.S.O.

"Filosofinya masih sama seperti edisi tahun lalu, namun tidak mudah untuk mengukur atau menebak tingkat kesulitan yang akan dihadapi peserta," ujar Castera.

"Selalu sulit di sini (Arab Saudi) karena ada banyak jalur yang memiliki potongan. Dan kami tidak memasukkan semuanya dalam buku petunjuk (rute)."

"Ini membuat kompetisi jadi lebih sulit karena Anda sangat mungkin tersasar apabila tidak memahaminya dengan baik. Tentu saja lebih menantang bagi pereli."

"Jika harus menggambarkan Dakar 2021, saya bilang ini keseimbangan, antara ketahanan dan pemahaman. Semua ada di sini, dari berpasir hingga berbatu, zona cepat dan lambat."

dibagikan
komentar
Start Carlos Sainz dalam Dakar 2021 Tidak Ideal

Artikel sebelumnya

Start Carlos Sainz dalam Dakar 2021 Tidak Ideal

Artikel berikutnya

Joan Barreda Prediksi Etape 1 Tak Akan Sesulit Stage 2

Joan Barreda Prediksi Etape 1 Tak Akan Sesulit Stage 2
Muat komentar