Wujudkan Impian, Julian Johan Siap Taklukkan Reli Dakar 2026
Setelah 14 tahun, akhirnya ada lagi wakil Indonesia yang tampil di Reli Dakar. Julian Johan siap tampil di Arab Saudi, 3-17 Januari.
Julian Johan, Mathieu Monplaisi
Pereli yang akrab disapa Jeje ini bertolak ke Arab Saudi pada 28 Desember lalu. Ia akan didampingi navigator dari Prancis, Mathieu Monplaisi. Merujuk pada kejamnya medan Reli Dakar, ia telah menggembleng fisik dan mentalnya.
Selain itu, Jeje juga membekali dirinya dengan informasi tentang seluk-beluk reli dengan jarak 7.994 km itu. Ia melatih teknik mengemudi di pasir di Maroko beberapa waktu lalu, serta belajar rescue dan recovery kendaraan.
“Dengan medan panjang dan berat, modal finansial saja tidak cukup. Kami harus berani ambil risiko meski belum tahu hasil akhirnya,” ungkapnya, dikutip dari Antara. “Semua terasa baru, mulai dari mobil, cuaca, hingga teknik mengemudi di pasir. Fokus utama persiapan saya adalah memahami teknik berkendara di medan pasir.
“Saya latihan di Afrika Utara untuk mendapat gambaran besar tentang karakter medan Dakar. Ini sangat membantu sebagai bekal saat lomba.”
Putra Ismail Johan tersebut akan mengemudi Toyota Land Cruiser 100, yang pernah mengantar tim Toyota Jepang menjuarai Reli Dakar awal 2000-an. Mobil tersebut akan dihiasi livery merah putih.
“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam berkaitan dengan sponsor. Memang mirip dengan livery saat pertama kali mengikuti AXCR (Asia Cross Country Rally) 2023. Saya sengaja ingin melanjutkan napas merah putih atau napas Indonesia di livery pertama ini, sekaligus menjadi pernyataan Indonesia kembali lagi ke Reli Dakar ini,” urainya.
Jeje tidak memasang target tinggi dalam partisipasi perdananya di Dakar. “Target saya adalah finis setiap hari dengan kendaraan utuh, minim kerusakan, dan seluruh tim dalam kondisi baik,” pereli 39 tahun itu menambahkan.
Hanya segelintir pembalap Indonesia yang bisa menembus Reli Dakar. Sebelumnya pada 2010 dan 2011, ada Kasih Anggoro yang berkompetisi. Jauh sebelum itu, Tinton Soeprapto mencicipi ganasnya reli tersebut, tepatnya di 1988.
“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Reli Dakar. Tapi satu hal yang menarik, Dakar tidak hanya butuh biaya besar, tapi juga keberanian besar dan kenekatan,” tandasnya.
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments