GALERI: Sejarah evolusi mobil DTM

Ditengah-tengah ketidakpastian format masa depan, berikut sejarah singkat evolusi mobil balap terpopuler di Jerman.

GALERI: Sejarah evolusi mobil DTM

1990 meets 2017 Mercedes DTM

Menjelang akhir tahun 2017, muncul harapan terwujudnya Class One dengan mergernya regulasi DTM dan Super GT. Ditandai penampilan Lexus dan Nissan GT500 di ronde final DTM, serta kunjungan balasan Audi, Mercedes dan BMW ke ronde pamungkas Super GT.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, harapan ini mendadak pupus karena dikabarkan trio Jepang peserta GT500 tidak tertarik mengikuti DTM. Dengan hilangnya Mercedes, salah satu solusi muncul adalah mengikuti regulasi Grand Touring Endurance dipakai di WEC, Le Mans dan IMSA.

Jika itu terjadi, maka keunikan konsep siluet diadopsi sejak 1993 pada era DTM lama (1984-1996) dan DTM saat ini akan hilang. Sebelumnya, DTM mengadopsi regulasi Grup A antara 1984-1993. Berbasis mobil jalan raya dengan ketentuan homologasi minimum produksi 2.500 unit.

Pada awal era ini, DTM diikuti oleh BMW, Volvo, Rover Audi dan Ford, dengan Mercedes baru bergabung pada 1988.

Konsep siluet seperti kita kenal mulai dipakai pada 1993 dengan pemberlakuan Class 1 Touring Car. Pada kelas ini, mobil bukan lagi berbasis jalan raya. Hanya bentuknya saja menyerupai model kita kenal. Penggunaan sasis karbon, hingga peranti yang diharamkan di F1 membuat mobil DTM menjadi salah satu tercanggih di planet. Mesin menggunakan 2,5 liter V6.

Pada era ini, BMW tidak lagi ikut dengan DTM menyisakan Mercedes, Opel dan Alfa Romeo sebagai pabrikan peserta. Muncul perang biaya gila-gilaan yang tidak diimbangi pengembalian investasi dari sisi publikasi. Alfa Romeo dan Opel mundur akhir 1996, DTM pun bubar jalan.

Tahun 2000 atas konsensus Mercedes-Benz dengan Opel, DTM pun lahir kembali. Pada prinsipnya, DTM era baru masih mengadopsi prinsip mobil balap siluet. Tetapi, kali ini terdapat kontrol biaya lebih ketat dengan banyak komponen balap dipakai bersama. Untuk mesin menggunakan unit 4.000cc V8.

Formula ini terus dipakai hingga kini, tetapi dengan sedikit perubahan konsep bodi. Pada awalnya, seri ditujukan untuk mobil-mobil coupé. Lantas beralih ke sedan 4-pintu antara 2004 – 2012. Untuk kemudian kembali beralih ke coupé, hingga saat ini.

Start Race

Start Race
1/16

Foto oleh: ITR eV

Opel Kadett GTE

Opel Kadett GTE
2/16

Foto oleh: ITR eV

Manuel Reuter, Ford

Manuel Reuter, Ford
3/16

Foto oleh: ITR eV

Klaus Ludwig, AMG-Mercedes

Klaus Ludwig, AMG-Mercedes
4/16

Klaus Ludwig, AMG-Mercedes C-Klasse

Klaus Ludwig, AMG-Mercedes C-Klasse
5/16

Foto oleh: HOCH ZWEI

Giancarlo Fisichella, Alfa Romeo 155 V6 Ti

Giancarlo Fisichella, Alfa Romeo 155 V6 Ti
6/16

Foto oleh: Sutton Images

Alex Wurz, Opel Calibra

Alex Wurz, Opel Calibra
7/16

Foto oleh: Sutton Images

Mercedes AMG CLK DTM, HWA AG and Opel Astra DTM

Mercedes AMG CLK DTM, HWA AG and Opel Astra DTM
8/16

Foto oleh: LAT Images

Start action

Start action
9/16

Foto oleh: Sutton Images

The 2003 DTM Abt-Audi drivers: Laurent Aiello, Christian Abt, Mattias Ekström, Karl Wendlinger, Martin Tomczyk and Peter Terting

The 2003 DTM Abt-Audi drivers: Laurent Aiello, Christian Abt, Mattias Ekström, Karl Wendlinger, Martin Tomczyk and Peter Terting
10/16

Foto oleh: ITR eV

Bernd Schneider and Emanuele Pirro

Bernd Schneider and Emanuele Pirro
11/16

Foto oleh: DaimlerChrysler

Manuel Reuter, Jarek Janis and Frank Biela

Manuel Reuter, Jarek Janis and Frank Biela
12/16

Foto oleh: ITR eV

Start: Timo Scheider, Audi Sport Team Abt, Audi A4 DTM and Paul di Resta, Team HWA AMG Mercedes, AMG Mercedes C-Klasse battle for the lead

Start: Timo Scheider, Audi Sport Team Abt, Audi A4 DTM and Paul di Resta, Team HWA AMG Mercedes, AMG Mercedes C-Klasse battle for the lead
13/16

Foto oleh: ITR eV

Martin Tomczyk, BMW Team RMG, BMW M3 DTM

Martin Tomczyk, BMW Team RMG, BMW M3 DTM
14/16

Foto oleh: BMW AG

Start action

Start action
15/16

Foto oleh: Alexander Trienitz

DTM and Super GT cars in the starting grid

DTM and Super GT cars in the starting grid
16/16

Foto oleh: Alexander Trienitz

dibagikan
komentar
Wehrlein resmi kembali ke DTM di 2018

Artikel sebelumnya

Wehrlein resmi kembali ke DTM di 2018

Artikel berikutnya

Regulasi baru DTM akan kurangi jumlah downforce

Regulasi baru DTM akan kurangi jumlah downforce
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan DTM
Penulis Aditya Siregar