DTM adopsi sistem menyalip IndyCar

dibagikan
komentar
DTM adopsi sistem menyalip IndyCar
Oleh:
17 Jan 2019 10.51

Kejuaraan DTM akan memakai sistem push-to-pass ala IndyCar serta DRS baru.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, DTM akan memperkenalkan sistem push-to-pass untuk tambahan tenaga sebanyak 30 daya kuda, dengan cara menyalurkan lebih banyak bensin ke mesin. Para pembalap diberi kuota 12 buah per balapan.

Selain itu, aturan pemakaian DRS akan direvisi, mengingat pada 2018 mereka mendapat izin untuk mengaktifkannya selama 12 lap, sebanyak total 36 kali.

Dengan diberlakukannya regulasi Class One bersama Super GT, mekanisme DRS akan disesuaikan dengan bentuk sayap baru yang lebih lebar, mirip seperti kejuaraan balap siluet Jepang.

Bila sebelumnya DRS baru boleh dipakai dengan gap minimal 1 detik dari pembalap di depannya, kini mereka bisa mulai mengejar sejak awal, yakni 3 detik.

Slider
List

Bruno Spengler, BMW M4 DTM

Bruno Spengler, BMW M4 DTM
1/10

Foto oleh: Andreas Beil

Bruno Spengler, BMW M4 DTM

Bruno Spengler, BMW M4 DTM
2/10

Foto oleh: Andreas Beil

Bruno Spengler, BMW M4 DTM

Bruno Spengler, BMW M4 DTM
3/10

Foto oleh: Andreas Beil

Bruno Spengler, BMW M4 DTM

Bruno Spengler, BMW M4 DTM
4/10

Foto oleh: Andreas Beil

Bruno Spengler, BMW M4 DTM

Bruno Spengler, BMW M4 DTM
5/10

Foto oleh: Andreas Beil

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM
6/10

Foto oleh: Audi

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM
7/10

Foto oleh: Audi

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM
8/10

Foto oleh: Audi

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM
9/10

Foto oleh: Audi

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM

Nico Müller, René Rast, Mike Rockenfeller, Audi RS 5 DTM
10/10

Foto oleh: Audi

Untuk lima lap terakhir, DRS bebas digunakan tanpa memedulikan gap di depan, dengan harapan untuk memaksimalkan aksi saling menyusul.

Pihak penyelenggara juga telah mengonfirmasi perubahan regulasi untuk membuat mobil lebih kencang, termasuk beban minimum di bawah 1.000 kg. Langkah tersebut diklaim akan meningkatkan kecepatan hingga 299 kilometer per jam di sektor tercepat sirkuit, seperti Parabolika di Hockenheimring.

“Penambahan ini merupakan bahan sempurna untuk aksi menyalip spektakuler. Itulah yang membuat balapan mendebarkan,” ujar Achim Kostron, Managing Director ITR, induk perusahaan DTM. “Berkat dikuranginya bobot performa besar-besaran, ditambah paket aerodinamika terbaru, kemampuan dan keberanian para pembalap akan benar-benar berada di dalam pengawasan kami, di trek balap,” pungkas Kostron.

Telah lama menyematkan nama di bagian grill depan mobil DTM, sponsor Deutsche Post akan memindahkan logonya di dua posisi lain.

Baca Juga:

Next article
BMW melirik peluang kelas GT500

Artikel sebelumnya

BMW melirik peluang kelas GT500

Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan DTM
Penulis Tom Errington