Komentar Audi tentang DTM, Super GT, dan Formula E

dibagikan
komentar
Komentar Audi tentang DTM, Super GT, dan Formula E
Oleh: Wisnu Setioko
12 Agt 2018 15.52

Salah satu pabrikan peserta DTM, Audi, berbicara sejumlah hal terkait musim balap 2019, termasuk di ajang balap lain seperti Super GT dan Formula E.

Motorsport.com mewawancarai Dieter Gass, Direktur Motorsport Audi, di sela-sela balapan akhir pekan DTM Brands Hatch, 11 dan 12 Agustus. Sejauh ini, pabrikan berlogo empat cincin tersebut telah menyiapkan berbagai aspek, seperti mesin dan mempersiapkan tim pelanggan tambahan untuk melengkapi grid.

Dengan hengkangnya Mercedes dari DTM pada akhir musim, praktis Audi dan BMW menjadi dua penantang tersisa. Gerhard Berger selaku bos utama balap mobil siluet Jerman memutuskan supaya lebih banyak tim privateer berlaga, dengan target awal grid diisi minimal 16 mobil.

Saat ditanya apakah tertarik merekrut para pembalap Mercedes, Gass menyerahkan seluruh keputusannya kepada masing-masing tim pelanggan.

“Kalau bisa memenuhi target [membawa tim pelanggan], saya tidak ada urusan dengan siapa saja pembalapnya, terserah masing-masing tim,” terang Gass. “Artinya, saya tidak tertarik menampung pembalap Mercedes.”

Gass mengakui bahwa huruf D pada DTM yang merupakan singkatan dari Deutsche (Jerman) merupakan salah satu penghalang bagi kejuaraan tersebut untuk memperluas pasar, baik dengan menggelar balap di belahan dunia lain maupun menarik pabrikan non-Jerman.

“Ada dilema mengenai penggunaan nama DTM. Banyak orang tahu balapan DTM, tapi, huruf D di kejuaraan tersebut sekaligus menjadi pembatas bagi kami untuk memperluas pasar ke luar Jerman.”

Dengan disahkannya aturan Class One antara dengan Super GT, ada secercah harapan bagi DTM untuk menarik pabrikan pengganti Mercedes, terlebih dengan rencana pabrikan Inggris, Aston Martin, untuk bergabung.

Saat ditanya mengenai rencana balap di Super GT, Gass mengaku belum memiliki rencana lebih lanjut. Menurutnya, mitra Audi di Jepang sekaligus peserta kelas GT300, Hitotsuyama Audi, telah tampil apik di balap GT Jepang tersebut.

“Dua tahun lalu, saya berkunjung ke Sugo dan bertemu dengan tim pengguna Audi di GT300, Hitotsuyama,” kenang Gass. “Tidak ada yang tidak mungkin, mengingat mereka juga sangat tertarik untuk mengembangkan diri.”

Robin Frijns, salah satu pembalap Audi di DTM, pernah berlaga di Formula E pada musim ketiga. Gass menampik dugaan bahwa Frijns akan kembali berlaga di balap mobil elektrik musim 2018/19.

“Itu hanya spekulasi, saya tidak berani komentar apa-apa,” pungkasnya.

Wawancara oleh Jamie Klein

Slider
List

Dieter Gass, Head of DTM Audi Sport

Dieter Gass, Head of DTM Audi Sport
1/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Dieter Gass, Head of DTM Audi Sport dengan Mattias Ekström, Audi Sport Team Abt Sportsline

Dieter Gass, Head of DTM Audi Sport dengan Mattias Ekström, Audi Sport Team Abt Sportsline
2/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM
3/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM

Jamie Green, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM
4/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

René Rast, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM

René Rast, Audi Sport Team Rosberg, Audi RS 5 DTM
5/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Mike Rockenfeller, Audi Sport Team Phoenix, Audi RS 5 DTM

Mike Rockenfeller, Audi Sport Team Phoenix, Audi RS 5 DTM
6/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Robin Frijns, Audi Sport Team Abt Sportsline, Audi RS5 DTM

Robin Frijns, Audi Sport Team Abt Sportsline, Audi RS5 DTM
7/10

Foto oleh: Alexander Trienitz

Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team

Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team
8/10

Foto oleh: Olivier Delorme

#21 Hitotsuyama Audi R8 LMS

#21 Hitotsuyama Audi R8 LMS
9/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#21 Hitotsuyama Audi R8 LMS

#21 Hitotsuyama Audi R8 LMS
10/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Artikel DTM berikutnya
DTM Brands Hatch: Di Resta bawa Mercedes finis 1-2

Artikel sebelumnya

DTM Brands Hatch: Di Resta bawa Mercedes finis 1-2

Next article

Farfus: BMW tidak cukup kencang musim ini

Farfus: BMW tidak cukup kencang musim ini
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan DTM
Event Brands Hatch
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature