Suzuka 10 Jam siap hadirkan deretan pembalap top

Balap ketahanan bergengsi di Jepang, Suzuka 10 Jam, akan kembali digelar pada Agustus mendatang. Menampilkan nama-nama terkenal seperti Mika Hakkinen, Kamui Kobayashi, dan Romain Dumas.

Suzuka 10 Jam siap hadirkan deretan pembalap top

Bagi mayoritas fans motorsport, Suzuka mungkin lebih identik sebagai tuan rumah balap Formula 1 GP Jepang.

Tapi jangan salah, sirkuit dengan fitur unik berbentuk ‘8’ ini juga rutin menyajikan aksi dan tantangan balap ketahanan, atau yang tiap tahunnya biasa dikenal sebagai event Summer Endurance Classic.

Sejarah balap ketahanan di Suzuka bisa ditelusuri dari edisi perdana pada 1966, menjadikan Suzuka 1.000 sebagai event balap ketahanan tertua di Jepang. Kala itu, duet Sachio Fukuzawa dan Tomohiko Tsutsumi, mengendari Toyota 2000GT, keluar sebagai pemenang.

Gaung Suzuka 1.000 km mulai mengundang  nama-nama besar pembalap Eropa, seperti Henri Pescarolo, yang berhasil menyabet kemenangan sekaligus pemenang pertama yang berasal dari luar Jepang pada 1981 bersama tandemnya, Bob Wollek, dengan mobil Porsche 935.

Sejak 2018, balap ketahanan di Suzuka, sekarang dengan format 10 jam, berada di bawah payung SRO, bagian dari Intercontinental GT Challenge, dengan trio Maro Engel, eks pembalap akademi Ferrari, Rafaelle Marciello, dan Tristan Vaurier, mengantarkan mobil Mercedes AMG GT3 dari tim GruppeM, sebagai juara pada edisi perdana tahun lalu.

#018 KCMG Nissan GT-R Nismo GT3: Tsugio Matsuda, Alexandre Imperatori, Katsumasa Chiyo

#018 KCMG Nissan GT-R Nismo GT3: Tsugio Matsuda, Alexandre Imperatori, Katsumasa Chiyo

Foto oleh: Jun Goto

Apa yang membuat Suzuka istimewa?

Sirkuit sepanjang 5,8 kilometer ini merupakan hasil kreasi desainer asal Belanda, John Hugenholtz, yang juga merancang Zolder di Belgia. Seperti yang telah disebutkan, fitur paling menonjol dan unik dari Suzuka adalah layout berbentuk ‘8’.

Tapi tentu bukan itu saja yang menjadikan Suzuka sebagai salah satu trek yang paling disukai oleh banyak pembalap dan fans motorsport dari seluruh penjuru dunia.

Suzuka menyimpan keistimewaan tersendiri lewat tikungan-tikungan ikonis seperti Esses, yang menuntut konsentrasi tinggi pembalap saat melewati kombinasi tikungan kiri-kanan-kiri di sektor pertama.

Pembalap kemudian memacu mobil mereka naik ke bukit dan melewati dua tikungan Degner sebelum melintas di bawah jembatan yang menjadi titik perpotongan sirkuit. Berikutnya, tikungan hairpin yang akan menjadi titik menyalip utama.

Setelah keluar dari tikungan Spoon, nyali dan keberanian pembalap seperti diuji ketika mereka berjumpa dengan 130R, tikungan berkecepatan tinggi yang mengambil nama dari radius tikungan itu sendiri.

Usai melibas tikungan 130R, pembalap harus bersiap dengan titik pengereman berat di chicane terakhir sebelum akhirnya bisa mengambil napas dan mengulanginya lagi.

Mika Hakkinen merayakan gelar juara dunia F1 di GP Jepang 1998

Mika Hakkinen merayakan gelar juara dunia F1 di GP Jepang 1998

Foto oleh: Steve Etherington / LAT Images

Siapa yang menjadi favorit juara?

Tim-tim GT3 ternama dari Eropa, Asia, Australia, dan Amerika, akan bertarung bersama di Suzuka, dan berhadapan dengan tim-tim tuan rumah yang beberapa di antaranya juga berkompetisi di kelas GT300 dari ajang balap Super GT.

Pabrikan mobil yang akan bertarung terlihat beragam dengan Mercedes, Nissan, Ferrari, Honda, Audi, Porsche, Corvette, BMW, McLaren, Lamborghini, dan Bentley, memiliki setidaknya satu wakil. Mobil Mother Chassis juga bakal ikut meramaikan persaingan dengan Lotus Evora yang diturunkan tim Cars Tokai Dream28.

Dalam daftar pembalap yang sudah dikonfirmasi sejauh ini, nama yang paling mencuat dan tentunya tidak asing di telinga fans adalah Mika Hakkinen yang akan melakukan 'comeback' balap kompetitif dengan mobil McLaren 720S #11.

Dua kali juara dunia F1 itu akan ditemani duo pembalap asal Jepang, Hiroaki Ishiura dan Katsuaki Kubota.

Juara tahun lalu, GruppeM, kembali diperkuat Marciello dan Engel di mobil Mercedes AMG GT3 #999, kini dengan Maximilian Bukh sebagai pembalap ketiga. Perlawanan terberat diyakini akan berasal dari skuat Audi WRT dengan trio pembalap  Kelvin van der Linde, Dries Vanthoor, dan Frederich Vervisch.

Tidak ketinggalan, dua kali juara Le Mans, Romain Dumas, yang akan memimpin kontingen EBM Porsche #911 bersama Mathieu Jaminet dan Sven Muller.

Selaku pemilik sirkuit, Honda akan menaruh harapan kepada empat mobil NSX untuk bisa merebut kemenangan di kandang.

Sementara pembalap-pembalap tuan rumah juga pastinya berambisi mengangkat trofi di depan pendukung mereka sendiri. Khususnya Kamui Kobayashi, akan membela tim GoodSmile, yang punya kenangan manis di Suzuka ketika merebut podium ketiga pada balapan F1 GP Jepang 2012.

Jadi jangan ketinggalan, pekan balapan Suzuka 10 Jam 2019 akan dimulai dari tanggal 23 hingga 25 Agustus. Klik di sini untuk melihat daftar peserta selengkapnya.

#888 Mercedes-AMG Team GruppeM Racing Mercedes-AMG GT3: Raffaele Marciello, Maro Engel, dan Tristan Vautier

#888 Mercedes-AMG Team GruppeM Racing Mercedes-AMG GT3: Raffaele Marciello, Maro Engel, dan Tristan Vautier

Foto oleh: Jun Goto

dibagikan
komentar
Rossi-Marini akan balapan Gulf 12 Jam

Artikel sebelumnya

Rossi-Marini akan balapan Gulf 12 Jam

Artikel berikutnya

Rossi Kembali Ramaikan Gulf 12 Hours bersama Marini

Rossi Kembali Ramaikan Gulf 12 Hours bersama Marini
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Endurance
Event Suzuka 10 Jam
Penulis Aditya Gagat