Generasi Z Lebih Menyukai Esports daripada Olahraga Tradisional

Studi yang dilakukan Formula 1 bersama The Insights Family menunjukkan bila generasi Z lebih menyukai esports ketimbang olahraga-olahraga tradisional.

Generasi Z Lebih Menyukai Esports daripada Olahraga Tradisional

Belum lama ini, Formula 1 menggandeng The Insights Family melakukan riset kepada Generasi Z (Gen Z), sebutan untuk orang-orang yang lahir pada akhir tahun 1990-an sampai pertengahan 2010-an, tentang ketertarikan anak-anak muda ini terhadap olahraga.

Kolaborasi Formula 1 dengan lembaga pemasok data bisnis untuk iklan dan media itu cukup mengejutkan. Sejatinya, riset dengan metode multiple kualitatif dan kuantitatif itu mengambil sampel 162.774 anak-anak berusia antara 12 sampai 18 tahun dengan berbagai hasil.

Salah satunya, anak-anak dan remaja yang lahir antara akhir 1990-an sampai pertengahan 2010-an mengatakan lebih menyukai esports daripada olahraga-olahraga tradisional.   

Dalam beberapa tahun terakhir, Formula 1 memang mencoba menarik minat lebih banyak dari para penggemar berusia belia. Itulah mengapa mereka melakukan beberapa inovasi di F1 seperti menggelar Sprint Race yang sudah dicoba pada F1 GP Inggris pada 18 Juli lalu.

Pasalnya, dari hasil riset dan survei yang dilakukan F1, para anak muda ini tidak terlalu tertarik dengan balap Formula 1 yang rata-rata berlangsung selama 1,5 jam.

Sebelumnya, Formula 1 juga sudah aktif di kompetisi virtual dengan menggelar berbagai kejuaraan esports. Tahun lalu, karena pandemi Covid-19, F1 juga menggelar Virtual Grands Prix yang bisa diikuti pembalap asli dan terbukti menarik minat 30 juta orang dari seluruh dunia.

Baca Juga:

Salah satu hasil riset F1 itu menunjukkan, anak-anak dan remaja saat ini lebih menyukai esports karena ajang ini memberikan kesempatan mereka untuk berada di dalam kokpit seperti pembalap sesungguhnya.

Secara global, 41 persen anak-anak hingga remaja dalam rentang usia 13 sampai 18 tahun, terbukti aktif memainkan esports. Angka tersebut menunjukkan kenaikan hingga 22 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Salah satu indikator data di atas adalah peningkatan 98 persen pengguna F1 Esports Pro Series 2020. Angka tersebut jelas fantastis.

Sebagai tambahan, saat ini Gen Z mencari konten F1 dari berbagai platform. Jika sebelumnya Twitter dan Facebook menjadi incaran, kini Instagram dan TikTok juga populer di antara Gen Z ini.

Para remaja ini juga menikmati tayangan seri dokumenter seperti Drive to Survive yang ditayangkan di Netflix. Seri ini memang memberikan sisi lain yang lebih dalam dari balap Formula 1.

Terakhir, Gen Z secara umum memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah F1. Sebut saja awal penciptaan dan pengembangan mobil sampai kisah-kisah tentang para ikon olahraga balap jet darat ini.

dibagikan
komentar
Mercedes Tunda Penentuan Pendamping Lewis Hamilton hingga September

Artikel sebelumnya

Mercedes Tunda Penentuan Pendamping Lewis Hamilton hingga September

Artikel berikutnya

Max Verstappen Punya Mental Baja Hadapi Tekanan Persaingan Gelar

Max Verstappen Punya Mental Baja Hadapi Tekanan Persaingan Gelar
Muat komentar