Review: F1 2018
Cep Goldia
Oleh: Cep Goldia
23 Agt 2018 16.49

Motorsport.com Indonesia berkesempatan mengeksplorasi F1 2018 sebelum dirilis pada 24 Agustus 2018 untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC. Apakah video game terbaru dari Codemasters ini melebihi ekspektasi?

Review F1 2018

Konten dan fitur

Sesuai dengan namanya, game ini menghadirkan semua tim, pembalap, dan sirkuit dari F1 musim 2018.

Hockenheim kembali hadir dan sekarang Anda bisa mencoba Paul Ricard. Beberapa sirkuit seperti Silverstone dan Suzuka pun memiliki layout alternatif.

Selain itu, Anda juga dapat mengemudikan sejumlah mobil klasik - 12 dari F1 2017 dan delapan yang baru hadir di F1 2018. Dua dari delapan mobil tersebut hanya tersedia di Headline Edition.

Dengan demikian, sekarang ada 3 kelas mobil klasik dan semua kelas dapat beradu cepat di satu lintasan yang sama tapi mobil F1 2018 tidak bisa bersaing langsung dengan mobil klasik.

Single player adalah komponen besar dari F1 2018 jadi tidak masalah jika Anda tidak suka bermain online sama sekali.

Selain Career Mode, Anda dapat mengikuti beberapa championship dengan peraturan-peraturan khusus, seperti balapan hanya dengan mobil klasik di sirkuit jalan raya.

Dengan semakin ramainya Formula 1 Esports Series, Anda juga bisa menghabiskan banyak waktu untuk melawan manusia lain di seluruh penjuru dunia - baik lewat ranked lobby atau event khusus yang selalu diperbarui.

Slider
List

Trek basah Monako

Trek basah Monako
1/19

Foto oleh: Motorsport.com / ASP Inc.

Balapan malam hari di Bahrain

Balapan malam hari di Bahrain
2/19

Foto oleh: Motorsport.com / ASP Inc.

Balapan malam hari di Bahrain

Balapan malam hari di Bahrain
3/19

Foto oleh: Motorsport.com / ASP Inc.

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
4/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
5/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
6/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
7/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
8/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
9/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
10/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
11/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
12/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
13/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
14/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
15/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
16/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
17/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
18/19

Foto oleh: Codemasters

Screenshot F1 2018

Screenshot F1 2018
19/19

Foto oleh: Codemasters

Grafis dan suara

Sejak F1 2015, kualitas grafis game F1 Codemasters selalu meningkat secara bertahap tapi masih saja ada yang tidak berubah banyak, seperti animasi dan tekstur manusia.

Fatamorgana dapat terlihat di beberapa titik sirkuit. Debu di luar racing line dan intensitasnya semakin berkurang seiring waktu. Sayap depan cukup lentur seperti aslinya. Ini baru sebagian dari detail-detail kecil yang tak luput dari perhatian Codemasters.

Presentasi dan HUD game kini juga mengikuti siaran televisi FOM, meski belum semua elemen demikian. Pada saat perkenalan layout sirkuit misalnya, Action Zone tidak ditampilkan.

Pemandangan F1 2018 saat lintasan basah adalah salah satu yang terbaik jika bukan yang terbaik. Mengemudi saat hujan lebat benar-benar terasa menyeramkan dan realistis. Visibilitas Anda sangat terbatas karena cipratan air dari mobil-mobil lain.

Bagusnya, F1 2018 tidak memiliki masalah dengan asap atau cipratan air seperti Gran Turismo 5 dan Project CARS 2.

Saat cuaca cerah, Anda bisa melihat lebih banyak detail dan efek cuaca yang lebih mencolok dari kamera helikopter. Level Of Detail (LOD) objek-objek penting seperti mobil pun sudah cukup bagus.

Sayangnya, dengan memakai PS4 Slim masih bisa ditemui banyak stuttering pada replay saat menampilkan banyak mobil. Tampaknya Codemasters terus berusaha mempertahankan 60 frame per detik meski hasilnya gambar seperti melambat untuk beberapa saat karena frame rate drop.

Baik versi PS4, XB1, atau PC, F1 2018 adalah game yang indah sebelum Anda melihat cutscene yang melibatkan manusia di luar kokpit mobil balap. Anda masih tidak akan terkesima melihat selebrasi podium sejak F1 2015.

Sempat muncul kekhawatiran terhadap dampak halo bagi para pengemudi di balik layar televisi atau monitor. Tiang di tengah halo dikhawatirkan akan benar-benar menghalangi pandangan dari kokpit.

Codemasters akhirnya memberi solusi dengan menawarkan opsi menghilangkan tiang halo.

Slider
List

Pandangan kokpit tanpa tiang halo

Pandangan kokpit tanpa tiang halo
1/2

Foto oleh: Motorsport.com / ASP Inc.

Pandangan kokpit dengan tiang halo

Pandangan kokpit dengan tiang halo
2/2

Foto oleh: Motorsport.com / ASP Inc.

Musik latar belakang menu rasanya sekarang sudah terlalu senyap dan kurang memberi semangat. Codemasters pun masih belum kembali mengisi daftar soundtrack F1 2018 seperti saat mereka melakukannya dengan F1 2010.

Setiap mesin memiliki suara khas masing-masing dan mirip dengan aslinya tapi masih belum sebrutal RaceRoom Racing Experience ataupun Assetto Corsa, baik suara eksternal maupun internal.

Sejumlah mobil klasik seperti Ferrari F2004 memiliki kontrol traksi tapi sayangnya tidak ada suara geledek muncul dari alat bantu mengemudi yang telah dilarang sejak musim 2008 tersebut.

Suara para komentator (David Croft dan Anthony Davidson untuk Bahasa Inggris) juga tidak banyak berubah dan masih sangat kaku. Masalah lama pun masih muncul, seperti pilihan Driver of The Day dari Davidson yang terdengar tidak masuk akal.

Bicara tentang detail, suara ketika lantai menggesek aspal saat melaju dalam kecepatan tinggi sambil menghasilkan percikan api bisa Anda dengar cukup realistis dari kokpit.

Career Mode

Anda tidak bisa membuat tim sendiri tapi dapat membuat personalisasi profil seperti kebangsaan, nomor balap (sangat terbatas karena sebagian sudah dipakai para pembalap F1 sungguhan), corak helm dan warnanya, hingga nama panggilan.

Career Mode berdurasi 10 musim mirip F1 2017 dengan beberapa revisi di Research & Development (R&D), kemungkinan perubahan regulasi untuk musim berikutnya (yang dapat mengubah urutan kekuatan tim-tim), dan wawancara media - fitur yang sempat muncul di F1 2010.

Setiap jawaban yang diberikan kepada media dapat mempengaruhi penilaian tim sendiri ataupun tim-tim lain terhadap diri Anda.

Beberapa tim menginginkan karakter pembalap sportif sedangkan yang lain menginginkan kepribadian yang suka pamer.

Jika mengawali karier di tim Ferrari dan terus mengacau di lintasan, maka Anda akan dipecat setelah empat balapan pertama. Lucunya, setelah ditendang Maurizio Arrivabene, Anda dapat langsung negosiasi kontrak dengan tim-tim lain termasuk Mercedes yang menjadi rival utama tim Kuda Jingkrak.

Meski performa Anda masih jauh dari ekspektasi atau lebih tepatnya memalukan, Toto Wolff masih bersedia menendang Valtteri Bottas demi merekrut badut seperti Anda. Padahal, Bottas misalnya sedang berada di papan atas klasemen sementara.

Anehnya lagi, pembalap yang Anda gantikan di suatu tim akan tercatat sebagai DNF di tabel hasil lomba seakan-akan ia juga mengikuti balapan.

Sebenarnya, badutnya bukan Anda tapi mereka yang masih saja tertarik dengan cara mengemudi Anda.

Setelah menghancurkan mobil F1 di setiap sesi Kejuaraan Dunia, Anda masih bisa diundang untuk menjajal mobil-mobil klasik dengan harga selangit. Kali ini tidak jelas apakah Jonathan atau bukan yang mengundang Anda.

Setelah kembali membuat lelucon bersama Mercedes dalam empat balapan berikutnya, Anda dipecat lagi tapi justru dapat kembali bergabung ke Ferrari yang dengan senang hati kembali mendiskusikan negosiasi kontrak.

Empat balapan buruk, dipecat, pindah tim - begitulah polanya.

Setiap negosiasi kontrak dapat mencakup target finis, kualifikasi, status pembalap utama atau kacung, hingga berbagai bonus yang Anda ajukan.

Memang ada indikator performa dan penilaian tim lain terhadap diri Anda tapi terlepas dari kemampuan Anda mencapai target, tampaknya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan kontrak baru.

R&D tree kembali hadir di F1 2018 di mana Anda dapat meminta tim untuk mengembangkan komponen-komponen baru untuk meningkatkan performa mobil.

Tidak semua upgrade bisa berhasil dan ketika Anda pindah tim, progres R&D tidak akan ikut berpindah.

Selain itu, perubahan regulasi untuk musim berikutnya (fitur baru untuk F1 2018) akan memaksa Anda untuk menjadi lebih pintar dalam mengatur strategi R&D.

Di masa depan, mungkin Codemasters dapat memberi tantangan lebih dengan opsi memulai karier sebagai pembalap tes yang bisa turun di beberapa sesi Free Practice, tes ban Pirelli, atau Young Driver Test yang sebelumnya pernah muncul sebentar di game F1 2012.

Artificial Intelligence

Secara keseluruhan, jika Anda tidak suka bermain online multiplayer, maka Anda akan senang menghabiskan banyak waktu melawan mobil yang dikendalikan oleh Artificial Intelligence (AI).

Meski masih belum sempurna, Codemasters kembali menghadirkan salah satu AI terbaik sejak F1 2015.

Kecepatan AI bisa dinaikan hingga 110% tapi agresivitasnya tidak bisa diatur.

Selama Anda tidak membuat kekacauan di trek, AI dapat memberi tantangan yang fair.

AI selalu memberi ruang yang cukup jika Anda mencoba menyerang atau memblok.

AI tidak selalu bertahan di racing line. Mereka merespons situasi yang berbeda-beda dan menyadari posisi mobil-mobil lain termasuk mobil pemain dan AI lainnya.

Saat Anda mencoba manuver divebomb sedangkan di sisi dalam Anda ada mobil AI, maka mobil AI tersebut juga dapat mencoba manuver divebomb bersama Anda.

Duel side-by-side menuju titik pengereman keras selalu menegangkan karena AI pun dapat membuat kesalahan seperti mengunci roda atau kehilangan kendali hingga keluar lintasan.

AI selalu mencari celah dan jika Anda mencoba menutup jalur, mereka tidak takut untuk terus tancap gas dan sedikit keluar lintasan - khususnya di lurusan belakang Paul Ricard.

AI melaju 3-wide sudah bukan pemandangan asing lagi dan di beberapa sirkuit, 4-wide pun bisa Anda saksikan.

Selain itu, AI juga dapat menyadari ketika dirinya sedang diserang. AI dapat bergeser dari racing line untuk menangkis serangan Anda.

Tentu saja, AI masih memiliki beberapa kekurangan.

Manuver start mobil-mobil AI kurang variatif dan kadang terlihat seperti berbaris setelah meluncur dari grid.

Mereka juga dapat kebingungan hingga didiskualifikasi jika lintasan terblokir seperti pada saat Anda membuat kemacetan di hairpin Monte Carlo.

Ketika keluar lintasan, kadang AI harus menunggu lama untuk rejoin padahal lintasan sudah lama bersih.

AI juga sedikit terlalu agresif dan selalu menyerang ketika ada ruang tanpa memikirkan strategi lebih jauh.

Akan ada momen-momen di mana Anda benar-benar terkejut karena tertabrak AI tapi di sisi lain itu membuat AI menyerupai gaya mengemudi manusia, bukan robot yang kaku.

Energy Recovery System

Pengaturan manual Energy Recovery System (ERS) saat mengemudi adalah salah satu fitur baru yang paling menarik dari F1 2018 dan sudah ditunggu-tunggu sejak kehadiran mesin V6 turbo hybrid pada tahun 2014.

Selain fuel mix, brake bias, dan differential, sekarang Anda juga dapat mengatur strategi di lintasan dengan mengontrol penyaluran daya dari ERS.

Ada 5 deployment mode ERS yang bisa Anda pilih: Low, Medium, High, Overtake, dan Hotlap. Jika tidak ingin menggunakan daya tambahan dari ERS, Anda bisa memilih mode None.

Setiap mode menawarkan daya tambahan untuk kondisi-kondisi tertentu dengan tingkat penggunaan dan/atau pengisian baterai masing-masing.

Overtake misalnya memberikan tenaga tambahan pada gigi-gigi tertinggi untuk kecepatan puncak - cocok untuk menyalip atau menahan serangan lawan - sedangkan Hotlap menambah dorongan ekstra yang cukup merata di semua gigi dan biasa dipakai pada saat kualifikasi.

Salah strategi, maka mobil Anda akan terlalu lambat karena kehabisan daya ERS sebelum lap atau balapan selesai. Sebaliknya, kurang memaksimalkan penggunaan ERS juga akan membuat Anda kehilangan potensi kecepatan ekstra.

Jika ERS terlalu rumit untuk Anda, jangan khawatir. Anda bisa mengatur penyaluran mode ERS secara otomatis tapi tentunya kemudian akan kehilangan keuntungan strategis di lintasan.

Online multiplayer

Bosan atau jengkel menghadapi pengacau saat bermain online? Kini ada sistem Skill and Safety Rating yang dinamai Super License untuk menyaring pembalap-pembalap yang kurang bertanggung jawab. Hanya waktu yang bisa menunjukkan keberhasilan fitur baru ini.

Pada hari pertama online, tampaknya Super License masih belum cukup untuk mengurangi kekacauan secara signifikan. Anda masih lebih baik mencari teman atau kompetisi kejuaraan di forum-forum internet untuk mendapatkan balapan yang bersih.

Sistem penalti di game manapun masih jauh dari sempurna, termasuk di F1 2018. Anda masih dapat dihukum atas kesalahan orang lain seperti dianggap mengabaikan bendera kuning padahal tidak ada jalan lain bagi Anda di lintasan.

Physics dan force feedback

Trailer F1 2018 menjelaskan bahwa game ini memiliki simulasi mobil F1 paling otentik dengan revisi physics suspensi dan sasis serta simulasi temperatur kerangka ban yang baru.

Secara garis besar, perilaku mobil memang sudah terlihat seperti kenyataan. Menyaksikan replay sudah seperti halnya menonton televisi, apalagi ketika melihat sayap depan mobil bergetar-getar setelah melindas kerb dalam tayangan lambat.

Di awal lurusan utama Monza setelah tikungan Parabolica, Anda dapat merasakan mobil sedikit melompat-lompat.

Namun, setelah diteliti sebenarnya physics F1 2018 masih jauh dari level beberapa simulator seperti rFactor 2 ataupun RaceRoom Racing Experience. Kalau memang otentik, mengapa simulasi ERS masih tidak selengkap Assetto Corsa?

Assetto Corsa dapat mengatur MGU-K dan MGU-H secara terpisah dan lebih spesifik.

Mobil di F1 2018 juga tidak terbang saat melindas kerb sosis meski sudah tidak memiliki sayap depan. Jalanan Monte Carlo yang bergelombang dan naik turun pun kurang terasa.

Dalam keterbatasannya, dampak kerusakan mobil sudah sejalan dengan efeknya di dunia nyata. Tidak ada steering alignment damage yang membuat mobil oleng ke salah satu sisi. Sidepod mobil juga tidak mungkin hancur.

Ban bisa mengalami kebocoran dan kerusakan terkecil dimulai dari terlepasnya endplate atau cascade sayap depan.

Pada akhirnya, elemen simulasi F1 2018 tidaklah terlalu buruk. Anda masih bisa merasakan kapan roda terkunci atau kehilangan daya cengkeramnya.

Untuk mobil-mobil era 1970an (termasuk yang memanfaatkan ground effect), kecenderungan oversteer sangat tinggi di semua kondisi tak terkecuali ketika Anda tidak menyentuh pedal gas sama sekali - ini berbeda dengan beberapa mobil serupa di Assetto Corsa dan Project CARS 2 yang justru cenderung understeer saat melaju kencang.

Bergulat dengan mobil klasik yang aslinya memerlukan injakan pedal kopling untuk berpindah gigi terasa sangat hambar di F1 2018 karena Anda bisa langsung mengoper gigi tanpa kopling. Jadi, lupakan saja teknik heel and toe.

Beberapa mobil pun harusnya kehilangan kendali atau mesinnya berteriak jika Anda tidak bisa menyesuaikan putaran mesin dengan posisi gigi.

Pengaturan kontrol dan Force Feedback (FFB) F1 2018 setidaknya sudah lebih lengkap dari semua rilis Gran Turismo yang selalu memakai slogan "The Real Driving Simulator" padahal gigi netral saja mereka tidak punya.

Jika di simulator lain nuansa FFB tergantung oleh rasio respons dari steering rack atau ban, di F1 2018 kuncinya ada pada pengaturan Wheel Damper yang setahun sebelumnya bernama Wheel Weight.

Semakin Anda kurangi nilai Wheel Damper, setir semakin ringan dan semakin banyak detail yang bisa Anda rasakan.

Pengguna joystick atau kontrolir tradisional tidak usah khawatir. Tanpa kontrolir setir dan pedal, Anda masih bisa membukukan waktu yang kompetitif dan relatif lebih mudah mencapainya daripada misalnya di Project CARS 2 atau Assetto Corsa.

Salah satu faktor yang membantu (atau justru mengganggu) pengguna analog stick adalah adanya speed sensitivity khusus. Input setir Anda akan sangat dipengaruhi oleh kecepatan mobil.

Semakin kencang mobil, semakin kecil pengaruh input setir dari analog stick, dan semakin kecil rotasi setir di game.

Ini membantu Anda untuk tidak masuk tikungan terlalu awal, overkoreksi, atau oleng saat melaju kencang karena input setir berlebih.

Salah satu efek negatif dari speed sensitivity ini adalah jika ingin membuat aksi donat berasap atau berputar di tempat sambil tancap gas, setir tidak bisa dalam keadaan full lock karena mobil selalu sedikit bergerak dan itu secara otomatis mengurangi input setir Anda.

Kelebihan

+Lisensi resmi F1 untuk musim 2018
+Memiliki semua fitur terbaik dari F1 2017
+Super License untuk menyaring pengacau di online lobby
+Pengaturan ERS manual meski belum sedetail simulator lain
+Berbagai macam driving aids
+Force feedback lebih responsif
+Flashback
+Manual formation lap
+TV monitor dari garasi
+Pro Career mode untuk tantangan ekstra
+Manual start
+Kontrol tanpa setir dan pedal cukup bersahabat
+Pengaturan sudut pandang mengemudi lengkap
+Pengaturan kaca spion
+Variasi Championship Mode
+Countersteer spektakuler tapi masih terhitung realistis
+Pilihan tingkat detail kerusakan, dari bersahabat atau tanpa ampun
+Loading ke trek bisa sambil mengubah banyak opsi
+Kustomisasi warna helm
+Program practice baru
+Photo mode
+Posisi kamera pada replay mirip dengan kamera TV dunia nyata
+Grafis secara keseluruhan menawan tapi tekstur dan animasi manusia masih perlu diperbaiki 
+Suara mesin yang mirip walau masih sedikit kurang "menendang'
+Revisi development tree
+Perubahan regulasi
+Variasi layout untuk beberapa sirkuit
+Skala persentase tingkat kesulitan AI hingga 110 (Ultimate)
+AI yang berperilaku cukup realistis dan berani menyalip dari sisi luar walau selalu memberi ruang
+Dukungan grafis tambahan untuk PS4 Pro dan XBOX One X

+Grafis menawan khas Codemasters
+Rooster tail saat hujan realistis
+Presentasi dan HUD dibuat mengikuti siaran televisi FOM
+12 mobil klasik dari F1 2017 kembali hadir
+8 mobil klasik baru
+Balapan multiclass hingga 3 kelas
+Balapan satu kelas
+Balapan spec
+Career mode semakin luas
+Championship tambahan

Kekurangan

-Animasi manusia banyak yang tidak berubah sejak F1 2015
-Tampilan menu tidak banyak berubah sejak F1 2015
-Suara komentator tidak banyak berubah sejak F1 2015
-Frame rate drop dan stuttering pada tayangan replay untuk konsol PS4 non-slim
-Masih belum mendukung VR
-Safety Car atau Virtual Safety Car sering tidak dipanggil meski lintasan sudah berantakan
-SC atau VSC malah dipanggil untuk kecelakaan minor
-Untuk beberapa mobil klasik, tidak ada suara kontrol traksi
-Untuk beberapa mobil klasik, Anda bisa mengoper gigi tanpa menginjak pedal kopling
-Di Career Mode, terlalu mudah untuk berpindah tim meski Anda menjadi badut di lintasan

Artikel eSports berikutnya
704Games umumkan pendanaan baru dari Motorsport Network

Artikel sebelumnya

704Games umumkan pendanaan baru dari Motorsport Network

Next article

McLaren Shadow buka kualifikasi lewat Real Racing 3

McLaren Shadow buka kualifikasi lewat Real Racing 3
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1 , eSports
Event F1 2018
Tim Force India
Penulis Cep Goldia
Tipe artikel Special feature