Review: RaceRoom Racing Experience

dibagikan
komentar
Review: RaceRoom Racing Experience
Cep Goldia
Oleh: Cep Goldia
21 Agt 2018 15.17

Apakah RaceRoom Racing Experience (R3E) akan membuat Anda ketagihan berbelanja mobil dan sirkuit virtual?

Di antara nama video game atau simulator balap yang beredar sekarang ini, mungkin R3E masih jarang terdengar di telinga Anda.

Ada beberapa alasan mengapa R3E kurang populer dibanding yang lainnya. Mulai dari sistem free-to-play dengan konten terbatas dan pay-as-you-go untuk downloadable content (DLC) hingga basis pemain yang memang belum terlalu banyak jika dibandingkan dengan komunitas lain.

Baca Juga:

Sang pengembang, Sector3 Studios yang dulunya dikenal dengan nama SimBin Studios, bukanlah pemain baru. Mereka memiliki pengalaman mengembangkan game/simulator balap yang diakui kualitasnya seperti GTR2 dan GT Legends.

Konten dan fitur

R3E tidak memiliki career mode tapi Anda tetap bisa menghabiskan waktu berjam-jam sehari untuk mengeksplorasi berbagai kombinasi mobil dan sirkuit yang ditawarkan - tentunya jika Anda telah membeli mereka.

Kompetisi adalah bagian yang besar dari R3E dan berbagai hadiah bisa Anda dapatkan dari sana. Baik itu dari kontes mencari lap tercepat ataupun sesi balapan lengkap melawan pembalap lain di lintasan yang sama.

Sejak 2012 saat masih berupa teaser di Steam, R3E tidak suka berdiam diri. Mereka rajin menjaring sejumlah komunitas seperti mengadakan event. Salah satunya seperti di Malaysia di mana mereka bekerja sama dengan Petronas, bersamaan dengan dirilisnya sirkuit Sepang di R3E.

 

Kompetisi eSports kini semakin marak dan juga merambah ke dunia balap lewat partisipasi kejuaraan nyata seperti F1 dan MotoGP. SimBin pertama kali merilis game resmi WTCC pada 2006 (dan sekuel pada 2007). Maka adalah pilihan yang logis jika WTCR (suksesor WTCC) memilih R3E sebagai platform resmi untuk kompetisi eSports mereka.

Selain WTCR, R3E juga mendapat pengakuan dari DTM. Sejumlah pembalap bahkan menggunakannya sebagai salah satu metode latihan mereka sebelum menaklukkan sirkuit di dunia nyata dan Anda memiliki kesempatan untuk beradu cepat melawan mereka.

Koleksi R3E berfokus pada mobil balap. Dari touring car, grand touring, hillclimb, hingga single seater. Klik di sini untuk daftar mobil selengkapnya.

Daftar sirkuit DLC

Anderstorp
Bathurst Circuit
Brands Hatch
Chang International Circuit
Circuit Zandvoort
Circuit Zolder
EuroSpeedway Lausitz
Falkenberg Motorbana
Hockenheimring
Hungaroring
Imola
Indianapolis
Karlskoga Motorstadion
Knutstorp Ring
Laguna Seca
Macau (Guia)
Mantorp Park
Mid-Ohio
Monza
Moscow Raceway
Motorsport Arena Oschersleben
Norisring
Nürburgring + Nordschleife
Paul Ricard
RaceRoom Hillclimb
Red Bull Ring
Road America
Sachsenring
Salzburgring
Sepang
Shanghai
Silverstone
Slovakia Ring
Sonoma Raceway
Spa-Francorchamps
Suzuka Circuit
Twin Ring Motegi
Zhuhai Circuit

Daftar sirkuit gratis

Lakeview Hillclimb
Portimao Circuit
RaceRoom Raceway
Stowe Circuit

Grafis dan suara

Untuk zaman sekarang, grafis memang R3E tidak spektakuler lagi tapi Anda dapat tercengang mendengar kualitas suaranya. Dari musik latar belakang menu, suara mesin, perpindahan gigi, hingga gesekan lantai mobil dengan aspal.

Physics dan force feedback

Setiap mobil dari berbagai kategori tentunya memiliki nuansa masing-masing.

Hillclimb Icons memiliki banyak downforce dan tenaga. GTR 3 (kategori GT3 di dunia nyata) ada yang oversteery maupun understeery. DTM masih bisa membuat Anda spin. Formula Raceroom X-17 sangat grippy.

DLC terbaru, WTCR 2018, menghadirkan barisan mobil balap FWD yang memiliki kecenderungan understeer. Dengan demikian, Anda harus mengerem di lintasan lurus, memanfaatkan lift-off oversteer, dan tancap gas di exit ketika sudah yakin mobil tidak akan melebar keluar lintasan.

Dengan pedal Thrustmaster T3PA dan shifter TH8A, pengalaman heel and toe di R3E sangat menyenangkan, khususnya dengan dengan mobil-mobil RWD liar seperti dari GTO Classics.

Detail, kekuatan, dan kustomisasi force feedback (FFB) R3E adalah salah satu yang terbaik di pasaran jika Anda tahu bagaimana mengatur semuanya.

Pengaturannya tidak rumit seperti di Project CARS, terlalu sederhana seperti di Gran Turismo Sport, atau membingungkan seperti di Project CARS 2.

Semua pengaturan esensial FFB dan juga fitur-fitur tambahan yang tidak bisa Anda temukan di produk lain dapat Anda atur dengan cukup mudah, dilengkapi oleh sejumlah penjelasan singkat untuk masing-masing fitur.

Fitur "Understeer" misalnya mengatur seberapa cepat kekuatan FFB berkurang saat roda depan kehilangan grip. Selain "Slip Effect", itu adalah fitur tambahan untuk membantu pengemudi lebih merasakan momen mobil kehilangan grip.

Selain itu, Anda bisa mengatur FFB dari beban vertikal dan lateral secara terpisah. Getaran mesin dan hentakan saat mengoper gigi pun bisa Anda sesuaikan - tak banyak yang memiliki kedua fitur tersebut.

Ada dua aliran pemikiran utama terkait FFB yang lazim diperdebatkan di komunitas simulator.

Sejumlah pengemudi menginginkan FFB berasal dari steering rack saja sedangkan yang lain menyukai lebih banyak respon dari ban. Kedua belah pihak merasa preferensi masing-masing adalah yang paling realistis atau yang paling nyaman.

Selain faktor subjektivitas, keduanya tidak dapat sepenuhnya disalahkan atau dibenarkan karena setiap mobil juga bisa berbeda-beda termasuk pada setelannya sehingga akhirnya menghasilkan preferensi FFB yang berbeda-beda pula.

Pengaturan persentase "Steering Rack" di R3E memberi solusi bagi dua spektrum filosofi yang bersebrangan itu - harusnya fitur krusial ini ada di semua simulator.

Kelebihan

+Suara yang sangat realistis dan ini sejak lama menjadi kekuatan RaceRoom. Dengan speaker yang bagus, suara mesin dan goncangan mobil, membuat Anda benar-benar sedang mengemudikan seekor monster!
+Dengan engine ISImotor (yang juga dipakai di rFactor2) kualitas physics sudah tidak diragukan lagi. Pembalap-pembalap profesional pun mengakuinya
+Grafis yang realistis. Tidak perlu ada warna atau efek mencolok untuk membuat game bagus, hanya dengan warna yang kalem, Anda bisa lupa mana yang nyata dan mana yang virtual
+Force Feedback yang kuat dan detail
+Pengaturan setir dan FFB yang komprehensif
+Koleksi mobil yang luas, mulai dari kategori legendaris seperti GTO dan Grup 5 hingga barisan mobil LMP1 dan GT3 komtemporer. Tidak ketinggalan juga kelas single-seater dari level junior hingga mobil sekelas F1 dengan mesin V10 yang nyaring di telinga
+Didukung sejumlah ajang balap resmi seperti DTM dan WTCC
+Fitur 'Spectator Mode' dengan tampilan grafis yang menyerupai siaran TV
+Sirkuit Makau yang paling realistis di antara game lain. Juga kehadiran sirkuit-sirkuit Asia Tenggara seperti Buriram di Thailand, dan Sepang di Malaysia
+Sistem bendera (kuning, hijau, biru) membuat balapan terasa lebih profesional
+AI atau lawan komputer masih bisa memberikan tantangan meski tidak terlalu istimewa
+Fitur 'test drive' sebelum Anda membeli mobil.
+Opsi format kualifikasi dan balapan yang cukup lengkap (satu/tiga babak kualifikasi, penambahan Race 2, reverse-grid, standing/rolling start, jumlah lap/menit).

Kekurangan

-Tidak ada career mode tapi bisa dimengerti untuk sebuah simulator
-Sistem pembelian kurang ramah, dengan paket-paket yang terpisah dan relatif mahal. Direkomendasikan membeli saat periode diskon agar mendapat harga yang lebih murah
-Beberapa sirkuit bukan hasil dari pemindaian laser sehingga kontur lintasan terasa agak datar
-Populasi online rendah untuk kategori balap yang kurang umum
-Tidak semua mobil berlisensi
-Tidak ada hujan atau kondisi malam hari
-Tidak bisa membuat atau memasang corak mobil buatan sendiri
-Meski tersedia kategori P1, P2, dan GT, fitur multi-class belum tersedia dalam mode offline atau single-player
-Tidak ada sistem driver rating untuk menyaring pembalap-pembalap yang senang mengacau saat bermain online di lintasan

Kesimpulan

Grafis R3E jelas sudah agak tertinggal tapi Anda tidak bisa melewatkan koleksi mobil dan trek serta kualitas suara dan FFB R3E.

Jika Anda tertarik tapi belum ingin merogoh kocek dalam untuk membeli semua konten, Anda bisa mencoba gratis semua mobil dengan fitur 'test drive'.

Meski masih kalah populer jika dibandingkan dengan franchise Gran Turismo atau Forza Motorsport, R3E kini sudah memiliki komunitas yang solid, khususnya karena semakin banyaknya kompetisi berhadiah yang mereka gelar.

Anda bisa mengunduh game RaceRoom lewat Steam di sini.

Slider
List

RaceRoom, Mercedes AMG GT3

RaceRoom, Mercedes AMG GT3
1/10

RaceRoom, Mercedes AMG GT3

Silverstone, RaceRoom Racing Experience

Silverstone, RaceRoom Racing Experience
2/10

Silverstone, RaceRoom Racing Experience

RaceRoom, Bentley Continental GT3

RaceRoom, Bentley Continental GT3
3/10

RaceRoom, Bentley Continental GT3

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
4/10

Nurburgring, RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
5/10

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
6/10

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
7/10

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
8/10

RaceRoom Racing Experience

RaceRoom Racing Experience
9/10

RaceRoom Racing Experience

Tatuus Formula 4, Buriram, RaceRoom Racing Experience

Tatuus Formula 4, Buriram, RaceRoom Racing Experience
10/10

RaceRoom Racing Experience, Tatuus Formula 4, Buriram

Artikel eSports berikutnya
Priaulx: Kesuksesan Formula E bisa menular ke esport

Artikel sebelumnya

Priaulx: Kesuksesan Formula E bisa menular ke esport

Next article

Sensasi balap online RaceRoom Racing Experience

Sensasi balap online RaceRoom Racing Experience
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan eSports
Event RaceRoom Racing Experience
Penulis Cep Goldia
Tipe artikel Special feature