Sensasi setir Fanatec ClubSport Wheel V2

Kontributor khusus Motorsport.com Indonesia, Wisnu Setioko, akan mengajak Anda mencoba setir rilisan dari Fanatec, ClubSport Wheel V2.

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu rekan yang memiliki perlengkapan simulator balap.

Saya sangat bersemangat mendatangi rumah beliau, terutama setelah mendengar spesifikasi kontroler setir yang digunakan sungguh di luar dugaan, yaitu Fanatec ClubSport Wheel V2.

Konfigurasi istimewa lainnya adalah penggunaan triple screen yang akan menambah kesan nyata selama bermain berbagai simulasi balap.

Seat yang digunakan pun bukanlah kursi biasa, namun berbentuk mirip jok kursi mobil balap. Sungguh sensasi arena balapan akan langsung terasa begitu masuk ke dalam kokpit ini.

Saya tidak terlalu sempat memperhatikan detail lainnya karena sudah tidak sabar untuk menaklukkan Renault Clio. Ah, mobil touring. Awalnya saya berpikir mobil balap spek touring car pasti tidaklah terlalu susah untuk menaklukkannya. Namun semuanya berubah ketika masuk di tikungan pertama Sirkuit Sepang.

Kesan awal

Begitu banyaknya tombol yang ada di dekat setir jujur membuat saya sedikit kikuk ketika memainkan game atau simulasi balap rFactor 2 dengan setir Fanatec. Saya biasa memainkan simulasi balap dengan Logitech DFGT, setir kelas entry yang hanya memiliki gas dan rem di bagian pedal, serta beberapa tombol dasar di bagian setir.

Seperti yang terlihat di video, konfigurasi rFactor 2 ini bisa dibuat semirip mungkin seperti ketika Anda mengendarai mobil di dunia nyata. Anda harus menyalakan mesin ketika mati, serta menginjak kopling saat menyalakan mesin. 

Setelah mencoba beberapa putaran, saya akhirnya terbiasa dengan mekanisme setir ini. Tetap saja, butuh latihan lebih untuk bisa mendapatkan clean lap.

Konfigurasi F1

Saya lalu mencoba mobil F1 di dalam game yang sama. Setelah melewati beberapa tikungan di Monza, saya merasa ada yang aneh dengan response timenya. Lalu saya mencoba konfigurasi setir Formula 1. Benar saja, setir F1 Fanatec jauh lebih responsif ketika kita mengontrol berbagai mobil balap, terutama F1. Anda bisa lihat aksi saya yang tidak terlalu mengagumkan di video di atas.

Laporan oleh Wisnu Setioko

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan eSports
Tipe artikel Special feature