Ramadhipa Catat Kemajuan Penting di ETC, Veda Kecewa dalam JuniorGP
Pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama, mendapat pelajaran berharga dari partisipasi masing - masing di European Talent Cup (ETC) dan FIM Junior GP di Sirkuit Jerez, 31 Mei-1 Juni.
Start ETC Jerez
Foto oleh: JuniorGP
Kedua pembalap memulai akhir pekan dengan kondisi berbeda. Ramadhipa, yang turun dalam keadaan prima, berusaha memperbaiki kesalahan sebelumnya.
Memulai dari bagian belakang, remaja asal Sleman itu mampu tampil spektakuler. Perlahan tapi pasti, ia menyingkirkan 14 lawan ditambah mendapat keuntunga dari rivalnya yang crash, sehingga menuntaskan lomba di urutan ketujuh pada Race 1 ETC.
Hasil tersebut menumbuhkan motivasi pada balapan berikutnya. Ia melompat empat posisi pada putaran pertama, butuh beberapa lap untuk tembus 15 besar. Setelah insiden dialami beberapa lawan, Ramadhipa maju ke urutan ketujuh, tertinggal dari grup terdepan.
Remaja 15 tahun itu menjangkau posisi keempat, tapi gagal mempertahankan tempatnya dan mundur ke P6. Kedua rapor tersebut membawanya ke peringkat kelima klasemen dengan 35 poin.
“Saya merasa sangat nyaman hari ini.. Pada balapan pertama, saya start dengan baik dan mencoba melewati lawan satu per satu, serta tetap menjaga kecepatan. Hal yang tidak mudah, namun pada lap pamungkas, saya melakukan slipstream dan finis posisi ketujuh,” ungkapnya, dikutip dari lama Astra Honda.
“Pada balapan kedua, saya start lebih baik. Tapi, ada insiden di depan lalu harus menghindar, yang membuka jarak dengan pembalap di depan. Sayangnya, di akhir, saya kehilangan dua posisi karena melakukan kesalahan. Kami menutup akhir pekan dengan bagus dan mencatat kemajuan penting di sini. Saya merasa percaya diri, terima kasih dukungannya.”
Veda Kehilangan Kepercayaan Diri
Veda Ega Pratama melangkah dalam FIM Junior GP dengan kondisi belum fit sepenuhnya dari operasi cedera kaki kanan. Ia seolah kembali ke periode adaptasi.
Memulai dari grid ke-17, Veda sempat melewati dua pembalap lain. Mempertimbangkan fisiknya, ia tidak ngoyo saat diserang bertubi-tubi dan finis urutan ke-21 pada Race 1.
Saat Race 2, pembalap #9 itu bertekad menuliskan rapor lebih baik dari sebelumnya. Dalam putaran awal, ia melampaui enam posisi dan berebut masuk ke grup kedua. Veda sempat menyentuh P14, tapi kembali tercecer dan mundur lagi tujuh tangga.
Ia merasa kecewa dengan hasil akhirnya. Namun, pembalap asal Gunung Kidul tersebut tak mau berlarut-larut.
“Hasil balapan hari ini bukan yang saya inginkan. Namun, saya tetap senang karena bisa tampil di sini, yang sebenarnya tidak mudah, karena saya baru cedera. Sempat terjatuh pada hari pertama membuat saya kehilangan kepercayaan diri dan setelah itu, sulit mendapatkan feeling kembali,” ungkapnya.
“Hari ini, kami melakukan dua kali start bagus, tapi saya mengalami kesulitan saat keluar dari tikungan cepat. Kami harus tetap fokus, dan membuat kemajuan pada putaran berikutnya di Magny-Cours, Prancis.”
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi kerja keras dua pembalap muda tersebut.
“Kegigihan pembalap kami dalam berjuang di FIM JuniorGP World Championship tidak terlepas dari mentalitas kuat yang mereka miliki. Melalui semangat Satu Hati, kami terus mendukung mereka untuk terus tumbuh dan percaya diri dalam mencetak prestasi untuk bangsa di pentas balap Internasional,” jelasnya.
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments