Thought leadership series
Topik

Thought leadership series

Agag Sebut Dunia Sekarang Siap untuk Mendengarkan Pesan Extreme E

Dalam edisi terbaru #ThinkingForward, Motorsport.com berbincang-bincang dengan Alejandro Agag mengenai evolusi Extreme E, serta keyakinan dirinya akan kemampuan olahraga balap mengalahkan krisis pandemi.

Alejandro Agag mengambil keputusan yang cukup berisiko saat meluncurkan Extreme E. Ada sikap skeptis yang muncul terhadap ide mengenai balapan mobil elektrik yang digelar di lokasi-lokasi terpencil dunia, yang terdampak oleh perubahan iklim.

Walaupun kerap mendapatkan masalah seperti debu, kecelakaan, serta format balapan, lomba pertama di Arab Saudi sukses dilangsungkan dengan lancar, serta dihadiri oleh nama-nama besar dalam dunia balap.

Sekarang, Extreme E sedang bersiap-siap untuk menggelar balapan keduanya di Dakar, Senegal. Mereka pun menatap seri kedua mereka dengan penuh percaya diri.

Baca Juga:

"Saya merasa lega, karena ada banyak tantangan dan risiko. Banyak hal yang bisa saja bergerak ke arah yang salah. Tapi kami berhasil mengontrol itu, melewati sebagian besar tantangan tersebut," ujar Agag.

"Tentu ada ekspektasi besar mengenai penyelenggaraan balapan ini, tapi reaksi yang kami dapatkan benar-benar fantastis. Saya pikir kami telah melewati ekspektasi itu, dan kami ingin selalu berkembang.

"Ada banyak pelajaran yang kami dapatkan dari balapan pertama; debunya, format balapan, serta banyak sekali elemen yang perlu kami utak-atik lagi. Tapi intinya, kami mendapatkan respons yang fantastis.

"Kuncinya juga adalah, kami memiliki semua bintang hebat yang berpartisipasi, pembalap hebat, wanita dan pria. Bagi saya, kepuasan terbesar adalah melihat senyum di wajah para pembalap saat meninggalkan Arab Saudi, mereka yang merupakan pembalap hebat, juara dunia dari berbagai disiplin ilmu.

"Mereka sendirilah yang menjadi ujian, dan sekarang mereka sangat senang karena merasa bahwa Extreme E - di mana mereka juga terlibat, di mana mereka mengambil risiko, sama seperti Lewis Hamilton, sama seperti Nico Rosberg - akan menjadi sesuatu yang sangat besar."

 

Photo by: Alastair Staley / Motorsport Images

Salah satu inisiatif yang inovatif dari Extreme E adalah memiliki kombinasi seimbang 50-50 antara pembalap pria dan wanita dalam timnya. Ini merupakan sebuah keharusan yang perlu diikuti oleh seluruh tim Extreme E.

Extreme E ingin mengambil keuntungan dari kemampuan unik masing-masing pembalap, baik itu pembalap wanita atau pria, dan kemudian diadu dalam persaingan, dalam kondisi yang setara. Itu tampaknya telah berkontribusi pada suasana di paddock dan kompetisi.

"Benar-benar atmosfer (kompetisi) yang luar biasa, dan saya harus katakan, pembalap pria mungkin kita semua sudah mengenal mereka, tapi para pembalap wanita masih kurang dikenal. Jadi ini merupakan platform yang bagus bagi mereka untuk bersinar bersama para bintang pria, dan mungkin bisa menjadi bintang yang lebih besar," katanya.

"Senang rasanya melihat mereka tampil gemilang. Molly Taylor memenangkan balapan; yang mana seorang perempuan lah yang melewati garis finis sebagai pemenang - itu benar-benar menyenangkan.

"Semua pembalap wanita telah memberikan kontribusi besar. Mereka membuat atmosfer balapan terasa seru pada akhir pekan, atmosfer yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya dalam olahraga balap.

"Tentu saja format seperti ini belum pernah terpikirkan sebelumnya. Jadi saya pikir kami telah sukses menjalankan format ini, sekarang kami perlu membuat itu menjadi lebih baik. Sangat seru melihat pria dan wanita balapan satu sama lain.

"Tak usah pikirkan kecepatannya dulu, karena Anda balapan sebagai tim. Yang terpenting adalah dinamika balapan secara keseluruhan."

 

Photo by: Charly Lopez / Motorsport Images

Agag memang selalu menjadi pionir dan senang menepis hal-hal berbau skeptis, dengan Formula E dan sekarang Extreme E. Dunia telah berubah dalam satu dekade terakhir sejak Presiden FIA Jean Todt mengumumkan rencana gelaran ajang balap mobil elektrik, dan Agag memenangi tender untuk menjadi promotor Formula E.

Sekarang, dunia telah lebih siap untuk merangkul konsep balap seperti Extreme E, mengingat perdebatan mengenai perubahan iklim juga berubah, ditambah efek samping dari pandemi Covid-19.

"Extreme E datang ke dunia yang lebih terbuka. Situasi pandemi juga turut membantu (penyebaran wawasan tentang Extreme E)," tutur Agag.

"Dunia telah merasakan gejolak besar, trauma besar dengan adanya pandemi. Tapi, jika dibandingkan dengan apa yang akan kita hadapi di masa depan, dengan perubahan iklim, ini masih kecil. Kita semua sudah merasakan dampak kecilnya, tapi efek yang lebih besar akan datang.

"Extreme E memiliki filosofi untuk mengambil tindakan terkait perubahan iklim, kami tidak ingin meninggalkan orang lain. Kami yakin semua orang memiliki hak untuk memerangi perubahan iklim.

"Jika perusahaan minyak ingin berpartisipasi, ingin membantu dan memiliki proyek serta keinginan untuk beralih ke gerakan bebas emisi, dan lainnya, mereka akan sangat disambut. Semua orang bisa memerangi perubahan iklim, dan jangan ada yang tertinggal. Extreme E ingin menjadi wadah untuk para peneliti menyuarakan aspirasinya.

"Seluruh peneliti yang bekerja dengan kami berkata, 'saat kami menulis artikel, mungkin hanya ada 1.000 orang saja yang membacanya. Sekarang, kami bekerja sama dengan Extreme E dan kami mendapatkan wawancara yang lebih banyak dari biasanya, apa yang kami katakan dikutip di surat kabar, Extreme E telah memberikan kesempatan untuk peneliti berbicara mengenai perubahan iklim'."

Agag pun berpikir, dunia sudah siap untuk mendengarkan. Selain itu, mereka juga siap untuk menyaksikan sebuah tayangan olahraga yang menarik. Ada yang mengatakan bahwa 24 dari 25 program televisi yang paling banyak ditonton adalah program tentang olahraga.

"Jadi, jika kami menggunakan olahraga sebagai platform memerangi perubahan iklim, lebih banyak orang akan mendengarkan pesan yang akan kami sampaikan. Itulah indahnya (olahraga)," tutur Agag.

 

Photo by: Steven Tee / Motorsport Images

Balapan pertama di Arab Saudi memang belum sempurna, dengan debu menjadi masalah utama dalam hal penglihatan para pembalap serta penonton. Agag mengakui bahwa mereka seharusnya mengantisipasi hal tersebut.

Namun begitu, mereka memiliki penilaian tersendiri karena kondisi dan cuaca pada saat menjalani sesi uji coba berbeda dengan pada saat pekan balapan.

"Debu memang tidak pernah bisa kami kontrol karena ini balapan off-road. Jadi Anda akan selalu berjibaku dengan debu," katanya.

"Di Dakar, debunya tidak akan sebanyak di Saudi. Padahal, saat kami menguji lintasan di Saudi pada Januari, debunya sedikit. Kami tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, karena pada bulan Januari, situasinya lebih lembab. Sekarang kondisinya lebih kering, jadi debunya lebih banyak.

"Tapi yang harus Anda ketahui adalah para pembalap bisa beradaptasi. Saya sangat menikmati awal balapan, di mana mereka langsung melesat dan bersaing. Tapi setelah itu, tentu saja, mereka harus memperlambat mobil. Kami berencana memperkenalkan attack sector pada lap terakhir, yang dinamakan Chrono sector.

"Jadi, jika harus memperlambat mobil, Anda akan memiliki kesempatan untuk menyerang di lap terakhir. Jadi, Anda masih memiliki poin. Kami akan merampungkan rencana itu, dan mungkin ada sedikit modifikasi pada format kami. Itu adalah balapan pertama kami, wajar jika kami kehilangan beberapa aksi dan momen, dan kami akan memperbaiki itu.

"Saya pikir (berbicara mengenai jangka panjang), Extreme E akan bergerak ke arah yang berbeda-beda. Saya pikir dampak yang kami miliki di lokasi-lokasi balapan sangat penting. Tentu saja akan berbeda-beda dampaknya.

"Kami juga berencana untuk kembali ke lokasi itu setiap setahun sekali, atau bahkan setiap dua tahun karena kami ingin melihat dampak yang diberikan oleh Extreme E terhadap lokasi tersebut. Kami akan berkembang, jumlah tim dan pembalap akan berubah, dan akan lebih banyak.

"Minat (terhadap Extreme E) sangat besar setelah balapan pertama, itu datang dari pabrikan mobil, tim lain serta pembalap. Jadi, itu akan berevolusi ke sana. Walaupun nantinya kami akan membatasi evolusi dari segi teknologi karena terkait hal biaya, seperti di Formula E."

 

Photo by: Sam Bloxham / Motorsport Images

Terakhir, saat Motorsport.com berbicara dengan Agag mengenai Extreme E setahun yang lalu, memulai balapan di tengah situasi pandemi, dia mengatakan bahwa akan menjadi kejahatan bagi motorsport jika tidak memanfaatkan krisis untuk membentuk kembali dirinya sendiri, memangkas anggaran, dan membuat dirinya lebih relevan.

Formula 1 membuat beberapa perubahan dramatis dengan batasan biaya yang ketat dan banyak tindakan lainnya. Tampaknya, rencana-rencana tersebut akan diatur dengan baik untuk masa depan. Apakah dia merasa bahwa dunia motorsport yang lebih luas perlu mengambil kesempatan itu?

"Saya pikir ya, perlu. Anda akan melihat lebih banyak evolusi di dunia balap dalam beberapa bulan ke depan ketimbang dalam beberapa tahun ke depan," ucapnya.

"Dan saya pikir Formula 1 telah melakukan pekerjaan yang baik. Dan sekarang mereka berada di situasi yang lebih baik. CEO baru mereka juga hebat, Stefano (Domenicali). Chase (Carey) melakukan pekerjaannya dengan baik juga.

"Jadi, sekarang F1 berada di situasi yang lebih baik. Dan sekarang, olahraga balap secara keseluruhan, perlu mengambil kesempatan ini untuk memotong biaya pengeluaran, serta bergerak ke tenaga yang lebih hijau.

"Filosofi kami untuk beralih ke tenaga ramah lingkungan saat memulai Formula E, sepertinya telah mempengaruhi ajang balap lain. Saya berbicara mengenai Gerhard Berger (bos DTM), yang merupakan sahabat baik saya. Tapi, coba ingat kembali apa yang dia katakan saat saya memulai Formula E. Sekarang, dia malah beralih ke tenaga elektrik! Bayangkan betapa senangnya saya! Sebentar lagi, saya pikir filosofi ini akan mempengaruhi lebih banyak ajang balap, dan itu adalah hal yang bagus."

dibagikan
komentar
Rosberg Ingin Menginspirasi Lewat Extreme E

Artikel sebelumnya

Rosberg Ingin Menginspirasi Lewat Extreme E

Muat komentar