Emma Gilmour Pembalap Wanita Pertama McLaren

McLaren Racing akhirnya membuka pintu untuk pembalap wanita setelah enam dekade. Emma Gilmour direkrut untuk berkompetisi di Extreme E 2022.

Musim depan, McLaren bakal terjun pertama kalinya dalam balapan SUV listrik untuk kampanye lingkungan itu. Mereka adalah tim ke-10 yang bertarung di kancah tersebut.

Gilmour bakal berpasangan dengan Tanner Foust, yang berpengalaman dalam ajang Rallycross di Eropa maupun dunia.

Bagi pembalap putri Selandia Baru, Extreme E bukan sesuatu yang baru. Ia menjadi pengganti Jamie Chadwick, memperkuat Veloce Racing, dalam Arctic X-Prix dan Island X-Prix.

Motorsport.com mengetahui bahwa kepindahan Gilmour ke McLaren membuatnya tak bisa mengikuti acara selepas event di Sardinia, sebelum Stephane Sarrazin menggulirkan mobil.

McLaren memilih momen spesial, Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26), di Glasgow, untuk mengumumkan bergabungnya Gilmour. Pangeran Charles diundang sebagai tamu VIP.

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu, mereka meluncurkan livery mobil berwarna oranye dengan grafis lokasi balapan Extreme, seperti Arctic, Amazon, gurun dan samudera.

CEO McLaren Racing, Zak Brown, mengungkapkan, “Kami bangga Yang Mulia hadir dalam pengumuman Emma Gilmour sebagai pembalap wanita pertama McLaren Racing.

“Emma melengkapi line-up pembalap yang menarik dan kompetitif berdampingan dengan Tanner Foust untuk musim perdana kami di Extreme E.

“Dia pemenang balapan dan sudah membuktikan diri tahun ini di Extreme E, dengan pengalaman yang luar dalam off-road kompetitif pada banyak seri di berbagai belahan dunia.

“Sudah sepatutnya, pembalap pertama kami berasal dari Selandia Baru di mana pendiri kami Bruce McLaren berasal.”

Rilis livery McLaren Racing Extreme E

Rilis livery McLaren Racing Extreme E

Gilmour merasa sangat terhormat diberi kesempatan menorehkan sejarah di McLaren, bahkan sebelum berjuang untuk mereka.

“Tumbuh di Selandia Baru, Bruce McLaren dan McLaren Racing terlihat sebagai tokoh hebat motorsport. Berkompetisi dalam Extreme E tahun depan dengan McLaren adalah kesempatan istimewa,” ia menjelaskan.

“Seri ini merupakan wahana fantastis yang merepresentasikan kesetaraan dan membahas masalah utama yang berpengaruh pada planet kita dan masyarakat.

“Saya ingin memanfaatkan pengalaman sebelumnya pada Extreme E bersama skill sepanjang reli, rallycross dan reli cross-country, yang membuat saya cocok dengan olahraga, membuat dampak positif dan menginspirasi pembalap wanita dan engineer generasi berikutnya. Saya tak sabar memulai dengan tim.”

Keseriusan McLaren menangani proyek Extreme E ditunjukkan dengan perekrutan Leena Hade sebagai race engineer McLaren untuk program tersebut.

dibagikan
komentar
Investasi Pemerintah Inggris agar Skotlandia Masuk Kalender Extreme E 2022
Artikel sebelumnya

Investasi Pemerintah Inggris agar Skotlandia Masuk Kalender Extreme E 2022

Artikel berikutnya

Veloce Racing Umumkan Pengganti Stephane Sarrazin di Jurassic X-Prix

Veloce Racing Umumkan Pengganti Stephane Sarrazin di Jurassic X-Prix
Muat komentar