Indonesia Mungkin Bisa Jadi Tuan Rumah Extreme E

Sejak dimulai pada tahun 2021, Extreme E sudah menggelar balapan di enam negara. Di masa depan, mungkin ajang balap off-road elektrik ini bisa menyambangi Indonesia.

Indonesia Mungkin Bisa Jadi Tuan Rumah Extreme E

Kemungkinan tersebut muncul setelah melihat kesuksesan balapan Jakarta E-Prix pada Sabtu (4/6/2022) lalu. Formula E dan Extreme E memang berada di bawah naungan yang sama.

Proyek Extreme E diprakarsai oleh Alejandro Agag, sosok yang juga merupakan founder dari Formula E.

Misi yang diemban oleh Extreme E pun sama dengan Formula E, yakni ingin meningkatkan kesadaran orang-orang akan isu perubahan iklim dan sustainability (keberlanjutan).

Extreme E sudah balapan di berbagai lokasi. Mulai dari padang pasir di Neom, Arab Saudi, Sardinia di Italia, hingga Antofagasta, Chile dan Lac Rose, Senegal.

Seiring berkembangnya ajang balap off-road elektrik tersebut, bukan tidak mungkin di masa depan, Extreme E bisa balapan di lokasi baru. Hal itu diungkapkan oleh Alberto Longo, yang merupakan Chief Championship Officer Formula E.

Melihat kesuksesan Formula E di Jakarta pekan lalu, Extreme E bisa saja mempertimbangkan menggelar balapannya di Tanah Air.

Baca Juga:

Namun, hal ini tentu saja masih kemungkinan saja. Untuk menentukan lokasi balap baru, jelas para pemangku kepentingan harus melalui berbagai tahapan.

"Saya saat ini mewakili Formula E, tapi memang kami berada di bawah satu naungan," tutur Alberto Longo kepada beberapa media, termasuk Motorsport.com Indonesia, di kantor JakPro pada Kamis (9/6/2022).

"Yang jelas, minat untuk menggelar balapan Extreme E di lokasi baru seperti Indonesia pasti akan selalu ada.

"Hal Ini tentunya harus kami diskusikan dulu bersama Alejandro (Agag), yang merupakan founder dari Extreme E," tambahnya.

Pada tahun 2022, Extreme E menyelenggarakan lima putaran di empat lokasi, yakni Neom, Arab Saudi, Sardinia, Italia, Antofagasta, Chile, serta Punta del Este, Uruguay.

Sardinia, Italia, menjadi satu-satunya negara yang menyelenggarakan double-header, setelah Skotlandia dan Senegal, yang seharusnya menggelar balapan bertajuk Ocean X-Prix, dihapus dari kalender musim ini.

dibagikan
komentar
Al-Attiyah Berambisi Patahkan Rekor Peterhansel di Dakar
Artikel sebelumnya

Al-Attiyah Berambisi Patahkan Rekor Peterhansel di Dakar

Artikel berikutnya

Carlos Sainz Kecelakaan, Presiden FIA Turun Tangan

Carlos Sainz Kecelakaan, Presiden FIA Turun Tangan