Extreme E Kembali Ubah Format Balapan untuk Arctic X-Prix

Extreme E mengutak-atik lagi format balapannya untuk memberi manfaat bagi tim yang mengalami kecelakaan awal atau masalah reliabilitas, sementara final akan ditingkatkan menjadi lima mobil.

Extreme E Kembali Ubah Format Balapan untuk Arctic X-Prix

Musim debut Extreme E akan memasuki putaran ketiganya akhir pekan depan dan lagi-lagi dengan format balapan yang berbeda. Perubahan masih konstan terjadi dalam seri SUV listrik itu.

Pada Arctic X-Prix di Greenland, balapan ketiga pada 2021, tanggal 28-29 Agustus nanti, lima tim harus bersaing dalam final, yang menentukan kemenangan. Dua peringkat pertama dari dua semifinal dan pemenang 'Crazy Race' akan lolos.

Pada balapan pembuka musim di Arab Saudi, final cuma diperebutkan oleh tiga mobil, sedangkan dalam putaran kedua yang berlangsung di Senegal, Mei lalu, diisi empat kendaraan.

Sementara itu, format kualifikasi yang menentukan komposisi dua semifinal dan 'Crazy Race' juga berubah. Setelah direvisi, setiap tim akan memiliki dua babak kualifikasi pada Sabtu pagi, satu untuk setiap pembalap laki-laki dan perempuan, dan dua di sore hari.

Baca Juga:

Sebelumnya, pembalap laki-laki dan perempuan dari masing-masing tim akan memperebutkan empat lap kualifikasi secara bersama-sama. Mereka baru bertukar posisi kokpit di pertengahan balapan.

Tim tercepat di setiap lap kualifikasi menerima sembilan poin, posisi kedua mendapat delapan angka dan seterusnya. Raihan poin dari empat babak kualifikasi kemudian menunjukkan hasil sementara.

Nantinya itu yang digunakan dalam menentukan peserta untuk dua semifinal (dengan enam besar) dan 'Crazy Race' (dengan tiga terakhir).

"Total gabungan dari skor ini akan memberikan peringkat menengah, yang didasarkan pada poin daripada waktu seperti di Arab Saudi dan juga Senegal," bunyi pernyataan Extreme E soal revisi format di Arctic X-Prix.

"Ini berarti, kesempatannya lebih adil bagi setiap tim untuk lolos, terutama jika waktu yang buruk atau retire tercatat dalam sebuah sesi."

Untuk sisanya, sistem poin normal bakal digunakan, dengan tim terbaik dari kualifikasi dapat 12 poin dan tim urutan kesembilan dan paling lambat hanya menerima empat angka.

Jamie Chadwick, Stephane Sarrazin, Veloce Racing

Jamie Chadwick, Stephane Sarrazin, Veloce Racing

Foto oleh: Colin McMaster / Motorsport Images

Dalam final, tim pemenang akan menerima 25 poin, runner-up dapat 19 sedangkan peringkat tiga mengantongi 18 angka.

"Sebagai seri (balapan), kami selalu ingin berkembang untuk mencapai hasil terbaik. Kami pun yakin perubahan format ini akan memberikan lebih banyak persaingan dan balapan yang menarik kepada penggemar kami," ujar Alejandro Agag, bos Extreme E.

"Saya tak sabar melihat beberapa nama besar di dunia balap akan bersaing sengit dalam ajang motorsport pertama di Greenland. Treknya terlihat luar biasa dan saya yakin akan menghadirkan persaingan jarak dekat.

"Namun penting untuk diketahui bahwa kami berlomba di daerah yang dulunya merupakan gletser, tetapi mengalami kemunduran lebih cepat karena krisis iklim global," Agag menambahkan.

Sejauh ini, duet pembalap Tim Rosberg X Racing Johan Kristoffersson, juara World Rallycross dan kampiun Reli Australia, Molly Taylor, sukses memenangi dua putaran pertama Extreme E 2021.

 

dibagikan
komentar

Video terkait

Emma Gilmour Lakoni Debut Extreme E, Gantikan Jamie Chadwick

Artikel sebelumnya

Emma Gilmour Lakoni Debut Extreme E, Gantikan Jamie Chadwick

Artikel berikutnya

Andretti Autosport Perpanjang Kontrak Munnnings dan Hansen

Andretti Autosport Perpanjang Kontrak Munnnings dan Hansen
Muat komentar