Sebastien Loeb dan Carlos Sainz Khawatirkan Pasir di Island X Prix

Dua peserta Island X Prix, Carlos Sainz dan Sebastien Loeb, mengkhawatirkan pasir berterbangan yang akan mengacaukan ajang Extreme E, yang dilangsungkan 23-24 Oktober 2021.

Sebastien Loeb dan Carlos Sainz Khawatirkan Pasir di Island X Prix

Akhir pekan ini, reli mobil listrik akan digelar di Capo Teulada, Sardinia. Island X-Prix menggantikan Amazon X-Prix. Promotor di Brasil membatalkan keikutsertaan karena pandemi Covid-19 masih relatif tinggi.

Mereka kali ini menyoroti kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh kebakaran hebat musim panas lalu. Selain meningkatkan efek rumah kaca, laut di sekitar pulau tersebut ikut terimbas.

Perubahan cuaca dan medan berpasir dianggap sebagai tantangan tersendiri bagi para pembalap. Ketika timbul badai pasir atau hujan, maka akan berpengaruh pada jarak pandang.

“Itu bukan isu yang mudah diselesaikan. Mungkin kami beruntung dan hujan turun, maka kami akan menghadapi masalah lain tapi bukan debu,” ujar Sainz dikutip dari Dirtfish.

“Tapi, akan lebih baik kalau ada hujan. Jadi mari berharap hujan turun, karena jika tidak seperti itu, pada Minggu, akan mustahil balapan bersama karena ketika mobil pertama melaju, maka sulit untuk diikuti segera.

“Anda harus menunggu setidaknya 15-20 detik untuk melihat ke mana Anda bisa pergi.”

Pembalap sekaligus pemilik tim Acciona Sainz XE Team tersebut teringat bagaimana sulitnya mengarungi Desert X-Prix. Medan sebagian besar gurun paris membuat pembalap cenderung berhati-hati dan tak banyak menyalip. Pasir yang berterbangan membuat jarak pandang lebih pendek.

Baca Juga:

Kekhawatiran serupa juga diutarakan Loeb, yang memperkuat tim milik Lewis Hamilton, X44. Situasi tersebut dialaminya saat sesi latihan bebas, Jumat (22/10/2021).

“Pastinya sulit mengemudi dan mengikuti mobil terkencang saat pasir berterbangan. Sangat berbahaya karena ketika Anda mencoba, maka akan menabrak batu atau lainnya,” katanya.

“Kalau kering seperti hari ini (Jumat, red.), kami tak bisa balapan bersama atau persaingan akan selesai setelah tikungan pertama karena pembalap di depan Anda akan pergi.”

Terlepas dari kendala tersebut, bagi Sainz, Sardinia boleh dibilang sebagai trek favoritnya di antara tuan rumah Extreme E lain.

“Dari sisi mengemudi, saya sangat menyukainya. Itu sangat rumit. Anda kadang harus melambat, dengan kecepatan menengah, lalu kencang, beberapa kompresi, jadi saya pikir sangat menuntut kemampuan bagus,” ia menambahkan.

“Ini sangat menantang. Saya katakan sebuah trek yang lengkap. Sejauh ini, saya sangat menyukainya karena ada tuntutan itu dan rasanya sedikit seperti special stage. Saya terbiasa dengan itu. Ini lebih mendekati reli dibanding ajang (Extreme E) lainnya.”

Pemenang WRC Italia empat kali, Loeb, teringat dengan petualangannya di negara itu, hanya saja kali ini lintasan licin dan berpasir.

“Sepertinya gaya balap reli diperlukan, dengan banyak trek dan tikungan sempit, pengereman dan mengatur sesuatu lebih dari gundukan pasir dan jejak roda setelah beberapa kali melintas.

“Memang tidak sepenuhnya sama dengan tipe jalanan (reli), tapi ada kemiripan permukaan dengan pasir, licin dan permukaan keras. Saya suka mengemudi di atas permukaan ini. Saya pikir situasinya lebih stabil di akhir pekan dan semoga baik-baik saja untuk kami,” Loeb mengungkapkan.

Laia Sanz, Carlos Sainz, Sainz XE Team

Laia Sanz, Carlos Sainz, Sainz XE Team

Foto oleh: Charly Lopez / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Extreme E Ungkap Rute Island X-Prix yang Penuh Tantangan
Artikel sebelumnya

Extreme E Ungkap Rute Island X-Prix yang Penuh Tantangan

Artikel berikutnya

Menangi Island X-Prix, Skuad Nico Rosberg Kokoh di Puncak

Menangi Island X-Prix, Skuad Nico Rosberg Kokoh di Puncak
Muat komentar